KBRN Cirebon: Pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk menjaga diri dan keluarga tercinta, kita punya pilihan untuk tetap d irumah meski di akhir pekan. Kebosanan tentu akan melanda terutama jika hanya melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Akhir pecan tetap jadi waktu
Liburan sekolah merupakan hari-hari dimana anak-anak berlibur dari kegiatan sekolah biasanya terjadi setelah ujian, baik ujian tengah semester maupun akhir ketika berlibur banyak hal yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah bertamasya. Berikut ini beberapa contoh paragraf tentang libur. sudah menanti-nanti waktu libur sekolah. Sudah banyak rencana yang aku susun untuk mengisi liburan sekolah. Akhirnya hari libur telah tiba. Aku dan ayah ibu berkunjung ke rumah nenek di desa. Disana aku bertemu dengan saudara-saudaraku. Kami bermain setiap hari. Dan kami menyukai pergi memancing di sungai dekat sawah. Aku senang sekali ketika pancingku ditarik oleh ikan. Beberapa kali aku mendapatkan ikan yang sangat besar. Ikan hasil memancing kami dimasak oleh ibu. Kami menikmatinya dengan hati yang bahagia. libur sekolah aku biasanya memiliki banyak kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan di rumah. Ketika libur tiba aku biasanya membersihkan rumah. Tidak hanya itu aku pun merapikan banyak barang. Sehingga rumah kembali rapi. Jika keadaan rumah sudah rapi, kami akan jalan-jalan. Kadang mendaki gunung, kadang ke tempat wisata, atau berkunjung ke rumah nenek. sekolah kemarin sungguh menyenangkan. Saudaraku dari luar kota berkunjung ke rumah kami. Kami bermain bersama. Kami pun jalan-jalan ke tempat wisata. Di sana Kami menginap di sebuah Villa. Di malam hari kami membuat acara yang sangat meriah. Ayah dan ibu membuat makanan, lalu kami menyantapnya bersama-sama. sekolah memang selalu menyenangkan. Aku selalu berkunjung ke rumah saudaraku di kampung. Di sana aku diajak bermain ke ladang. Di ladang itu biasanya kami mencari belalang. Kami menangkap belalang di pagi hari. Dan kami bisa menangkap belalang sebanyak 1 botol. ada yang lebih banyak di saat liburan kecuali berkunjung ke rumah nenek. Di rumah nenek Biasanya aku aku diajak keliling kampung. Pemandangannya sangat indah. Sawah hijau menghampar sangat luas. Kadang-kadang nenek mengajakku memetik daun melinjo. Kadang nenek memang cukup luas. Dan aku bermain di sana sembari menemani nenek hingga siang tiba. sekolah kemarin kami berkunjung ke kawah Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang sangat terkenal di Jawa Barat. Gunung tersebut memiliki sebuah kawah yang mengeluarkan asap putih. Jika kamu ingin berkunjung ke sana jangan lupa memakai jaket yang tebal. Di sana udaranya sangat dingin. Untuk menghangatkan tubuh, aku membeli jagung rebus. Ternyata rasanya sungguh nikmat. liburan aku biasanya membantu orang tua. Orang tuaku adalah pedagang di pekerjaan yang bisa aku lakukan di sana. Misalnya membantu menata barang dagangan. Aku juga membantu membungkus beberapa barang dagangan. Dan jika telah selesai di sore hari, Ibuku memberiku uang yang cukup banyak. Aku sangat senang sekali karena aku bisa menabung uang lebih banyak lagi. liburan kemarin, kami sekeluarga bertamasya. Kali ini kami berjalan-jalan ke Sukabumi. Di sana banyak sekali tempat wisata yang menarik. Diantaranya adalah jembatan gantung yang terbentang di antara lembah. Aku pun mencoba berjalan di jembatan gantung tersebut. Ketika aku melihat ke bawah, jantungku berdebar-debar. Berada di ketinggian membuatku sangat takut. Untunglah Ayahku bisa menenangkan diriku. Pengalaman tersebut sungguh mendebarkan. suka berkemah. Setiap kali liburan Ayah pasti mengajakku berkemah. Kata beliau, berkemah membuatku menjadi pemberani. Selain itu akan membuat aku semakin mandiri. Liburan Kemarin kami berkemah di sebuah tempat yang bernama Palutungan. Daerah tersebut berada di kaki gunung Ciremai. mengisi liburan dengan jalan-jalan ke pantai. Rumah kami memang tidak jauh dari pantai. Hanya perlu waktu sekitar 1 jam untuk mencapai ke sana. Di pantai itu aku bermain sepuasnya. Membuat istana pasir, berenang, dan naik perahu. Setelah aku puas, kemudian kami makan bersama. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Liburan Di Masa Pandemi, Liburan di covid 19 belum juga berakhir. Pemerintah melarang kita beraktivitas di luar. Dan menganjurkan agar kita tetap berada di rumah. Itulah sebabnya selama libur kemarin aku tidak kemana-mana. Namun bukan berarti tidak menyenangkan. Ibuku membuat berbagai hal agar liburan kali ini tetap berkesan. Kadang-kadang ibu membuat makanan pun mengajakku untuk membuat taman di depan rumah. Kami mengerjakannya dengan hati yang bahagia. liburan aku aku hanya bermain sendiri. Di lingkunganku banyak orang yang sakit. Aku tidak boleh keluar rumah kecuali jika ada hal yang penting. Jadi seharian aku hanya menghabiskan waktu beraktivitas di rumah. Walaupun membosankan namun hal tersebut bertujuan agar kita tak terjangkiti virus Corona. cerita tentang liburan panjang sekolah di masa pandemi. Aku menunggu menunggu waktu liburan seperti ini. Karena aku akan berkunjung ke rumah tetapi semua rencana itu berakhir sedih. Di tempat kami maupun saudaraku banyak orang yang sakit. Tentunya karena sakit yang disebabkan oleh virus aku hanya bisa berlibur di rumah. Menghentikan kegiatanku aku banyak melakukan aktivitas setiap harinya. Misalnya menonton TV, menggambar, ataupun mengisi teka-teki masa pandemi covid 19, sebaiknya kita beraktivitas di rumah saja. Meskipun libur panjang, kita tidak perlu jalan-jalan apalagi ke tempat yang saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati penyakit Corona. Oleh sebab itu aku dan keluargaku pun hanya melakukan aktivitas di rumah saja. Sebenarnya banyak hal yang aku lakukan meskipun di rumah. Untuk mengisi liburan panjang ini, aku belajar melukis bersama Ibu. ingin jalan-jalan selama liburan, akhirnya kami hanya diam di rumah saja. Libur sekolah yang biasanya dinanti-nantikan, kini hanya dilewatkan begitu menghabiskan waktu di rumah. Untuk menghilangkan kebosanan, aku membuat jadwal kegiatan setiap pagi hari aku harus menyapu, mengepel, dan mencuci piring. Kemudian apabila telah selesai, aku boleh menonton film sore hari aku kembali menyapu dan menyikapi rumah. Tidak lupa ataupun harus menyiram tanaman dan bunga-bunga. Itulah cerita tentang liburanku. Liburan Bersama kali liburan tiba, kami selalu mempunyai acara. Ayahku pasti menyiapkan liburan dengan sangat baik. Menurutnya liburan ini merupakan momen terbaik untuk membuat kenangan yang kami liburan dengan menyewa villa di Puncak. Di sana kami melakukan berbagai macam kegiatan yang menyenangkan. Seperti membakar ikan dan memasak itu aku pun dilatih mendaki gunung. Meskipun sangat letih, namun hatiku sangat puas. Dengan mendaki gunung membuat tubuhku lebih liburan adalah masa yang paling indah untuk berkumpul dengan keluarga. Kami sangat senang mengisi liburan dengan jalan-jalan ke tempat wisata sekaligus sambil dari itu kami sering mengunjungi museum ataupun kebun binatang. Di sana aku banyak belajar tentang berbagai hal. Mulai dari sejarah hingga mengenal berbagai macam hewan. …Itulah beberapa contoh paragraf tentang liburan, baik liburan sekolah, libur bersama keluarga, maupun liburan di rumah.
Liburandirumah bisa menjadi seru, salah satunya dengan melakukan aktivitas ini. Kita bisa membuat konten-konten yang bermanfaat dan menghibur, serta mendidik. Beberapa konten yang dapat dilakukan adalah seperti membuat tutorial simple atau life hack yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Kita juga dapat membuat konten berdasarkan pengalaman
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ada yang berpesan di rumah sajaTapi, libur panjang ini sungguh menggodaJika menjalankan protokol, tentu tak mengapaToh tempat-tempat wisata memberi senyummembuka maskernyaUang bukan masalah untuk segelintir merekaMasih ada simpanan belum terpakai benarIni seperti momentum setelah meranadi rumah sepanjang coronaBiarlah ekonomi berdenyut lagi nadinyaMobil-mobil telah berada di jalananHarapan telah bersatu dengan debudi jalan tol dan sekumpulan restoranLiburan itu menjadi niscaya bahwakeindahan itu masih ada Liburan di tengah corona bak fatamorganabagi mereka yang telah banyak kehilanganHilang kesehatanHilang pekerjaanHilang handai tolanHilang ingatan Biarlah swafoto mengabadikan liburan coronaBukti bahwa kita pernah menjadi penyintaszaman yang dipenuhi kegamanganTidaklah lagi jelas antara perjalanan danperhentianCimahi, 29 Ok 2020 Lihat Puisi Selengkapnya
LiburanSekolah di Rumah Saja, Ya, Nak! "Maaf, ya, Nak, liburan kali ini, sekali lagi, kita nggak bisa ke mana-mana.". Saya katakan itu kepada anak saya. Mungkin ada di antara Anda yang juga dengan berat hati mengatakan hal yang sama kepada anak-anak di masa liburan sekolahnya kali ini. Di tengah angka kasus kejadian COVID-19 yang sedang

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh AdelbertusMenjaga jarak, bukan berarti kita tak cinta. Menjaga jarak, bukan berarti kita tak sayang. Menjaga jarak, bukan berarti kita berbeda Menjaga jarak, untuk semua jenis orang tersayang. Menjaga jarak justru membuat kita semakin bersatu. Negeri masih menangis dan dunia masih terluka. Air mata kini yang fana. Di atas cakrawala langit merintih dan bumi merindukan pelukkan jarak, bukan untuk diri sendiri. Menjaga jarak karena begitu banyak jenis orang yang dikasihi hujan yang harus ada dalam pelukan sang waktu. Jangan biarkan dunia mengambil lebih banyak lagi nyawa-nyawa kehidupan. Dengan menjaga jarak, kita menjaga keselamatan banyak jenis orang. Jangan biarkan keluarga, teman, dan orang-orang baik mengeluarkan air mata yang tak seharusnya. Kini kita hanya bisa menjaga jarak. Bukan membuat jarak itu semakin jauh adanya. Menjaga jarak, membuat kita bersatu bukan menjadi pecah bagai piring-piring kaca yang di lemparkan tuannya dengan tanpa sengaja. Menjaga jarak karena cinta. Menjaga jarak untuk Indonesia. Dengan menjaga jarak, negeri semakin bersatu melawan tagis dan air mata. Menjaga jarang bukan berarti tak sayang. Menjaga jarak karena kita saling cinta. Masih banyak jenis orang tak bisa menjaga jarak, mungkin mereka tak suka adanya jarak. Akupun tak suka adanya jarak di antara kita. Namun jangan biarkan cinta terbentang jarak. Di hati tetap kita bersatu tak sedikitpun jarak terlihat. Banyak cerita di balik becana, banyak dilema Covid-19, banyak tangis dan air mata tumpah bersama. Banyak sumbangan di mana-mana, di jalanan dan dari rumah-ke rumah. Banyak jenis orang bergantung pada pemerintah dan orang-orang kaya. Mereka terus menjadi penghuni jalan yang setia. Menunggu rezeki di tengah bencana dan memunguti doa-doa yang tak pernah kusam seperti hidup mereka. Mereka tak bisa di rumah saja. Mereka tak takut dengan Corona, apalagi Covid-19, dan Covid- berapapun itu. Mereka lebih takut jika anak-anak mereka dan keluarga kelaparan. Suara-suara itu mungkin sudah di kemas rapi oleh pemerintah banyak jarak yang belum di jaga, karena begitulah adanya. Beberapa Negara di dunia juga menjaga jarak karena mereka saling mencintai. Namun seluruh dunia masih pusing kepala. Ada begitu banyak jenis orang sudah sadar akan menjaga jarak, namun beberapa jenis orang lainnya harus di paksa menjaga jarak. Masih banyak yang berkumpul dan harus di bubarkan. Ada juga yang diam-diam kabur dan melangar banyakah rencana untuk berkumpul kembali, untuk liburan, cangkir-cangkir kopi sudah menunggu tuannya di warung-warung kopi. Gelas-gelas kaca yang haus penuh diam dan tetap menjaga jarak. Simpanlah semua rencana baik itu untuk nanti di mana waktu kita bisa berkumpul kembali, bertemu kembali, di mana nanti ada canda tawa untuk saling mencaci maki seperti dulu rumah saja, kata-kata yang lembut dan tenang. Ada yang sudah tenang di rumah saja, dan masih banyak tak bisa di rumah saja, bahkan ada yang tak punya rumah. Yang tak bisa di rumah saja karena tangisan dan teriakan mungkin tidak terlalu keras yang keluar di balik tembok rumah mereka. Mereka menyeret nasib mereka di jala-jalan kota. Terkadang tersandar di bawah pohon-pohon rindang menunggu keajaiban datang. Mereka adalah orang-orang hebat. Bahagialah yang bisa di rumah saja dan tetap menjaga jarak, menikmati layar televisi bercerita dan berbagi rasa. Hati yang gembira adalah obat melawan Corona. Apakah semua bisa bergembira.? Yang sudah gembira hatinya, mari bisa berbagi cinta agar hati yang belum gembira bisa menjadi gembira. Masih banyak jenis orang yang hatinya rapuh dan jauh dari kata gembira. Sekarang bumi tak hanya menyerap hujan, namun kini menyerap air mata dari hati yang menagis. Menguburkan sedih dan jiwa yang terluka, bukan jenazah. Hujan berderai menemani di rumah saja. Di cakrawala langit masih mengukir kisah di balik bencana yang tak kunjung selesai. Karena hidup juga tak akan tumpah, pecah, dan mengalir setiap hari. Kasus meningkat, yang di sembuhkan banyak, namun kematian juga bertambah. Bagaimana hati bisa gembira? Perasaan beradu antara sedih dan senang. Sementara, biarlah air mata dan hujan berbicara. Berharap derai hujan malam ini bisa perlahan menghanyutkan semua air mata dan luka tak berbekas, serta seluruh wabah bencana. Menunggu bulan purnama tersenyum kembali dan bintang-bintang bersinar lagi. Bumi kembali tersenyum bersama 2020 Lihat Puisi Selengkapnya

Namun situasi pandemi Covid-19 membuat kita akan berpikir berkali-kali untuk mempertimbangkan, apakah berlibur atau di rumah saja. Pertimbangan terbesar biasanya soal kesehatan dan finansial. Idealnya, saat masih pandemi kala liburan, lebih aman jika tetap di rumah saja ketimbang berada di ruang publik yang rawan keramaian karena berpotensi
Laporan Fikar W Eda Jakarta JAKARTA – Kreativitas seniman tidak ada habisnya. Sejak merebak virus Corona, para sastrawan menghadirkan kegiatan bertajuk puisidirumahsaja, berlangsung pada tiap akhir pekan. Puisi dibacakan secara bergantian melalui aku instagram msing-masing. Sejumlah sastrawan yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Jawa, Sumatera, Aceh, hingga Pulau Bali. Sebagian dari mereka adalah nama-nama yang cukup akrab dengan publik sastra Indonesia, seperti LK Ara, Din Saja, Zaim Rofiqi, Mahwi Air Tawar, Iwan Kurniawan, Sudiyanto, Aflaha Rizal, Tora Kundera, dan lain-lain. Kegiatan ini digagas oleh penyair asal Aceh, Mustafa Ismail, dan penyair Bengkulu Willy Ana. “Pembacaan puisi dilakukan di akun Instagram masing-masing penyair secara bergantian,” kata Mustafa Ismail di Jakarta, Minggu, 12/4/2020. Penulis buku puisi “Tuhan, Kunang-kunang dan 45 Kesunyian” itu, meneramgkan, semua penonton dan pembaca mengikuti informasi lalu lintas pembacaan di akun Instagram infosastra. “Admin infosastra akan memposting poster nama penyair yang akan dan sedang baca beserta nama akunnya. Lalu penonton beralih ke akun tersebut,” tuturnya. Informasi juga dapat dilihat di akun imajihouse. Tema yang diketengahkan tiap pekan berbeda-beda. “Dua pekan sebelumnya, dua kali acara, tema puisi bebas. Namun, mulai pekan ini akan kita buat tematik,” kata Willy Ana dalam kesempatan terpisah. Ini dilakukan, menurut Willy Ana, untuk merespon situasi terkini dan momentum tertentu. Kali ini, misalnya, yang diadakan pada Minggu 12 April 2020, temanya “Penggung Puisi Komedi”. Acara dimulai pukul Menurut Willy Ana, tema itu dipilih untuk memberi jeda dan kesegaran terhadap situasi kecemasan dan tekanan akibat virus corona yang paparannya makin meluas. Tak hanya itu, orang-orang pun mulai jenuh dengan berada di rumah. “Dengan puisi humor atau puisi komedi, mari kita rileks sejenak sambil merenung dan refleksi,” ujar penyair yang juga penggagas dan Ketua Festival Sastra Bengkulu itu. Salah satu penyair yang ikut membaca puisi, Mahwi Air Tawar, mengatakan berbagai pentas dari rumah adalah bagian dari upaya seniman untuk terus berkarya. “Ruang berkarya itu sangat luas, dan seniman tidak pernah tunduk pada ruang tertentu,” kata Mahwi yang juga menggagas dan menggerakkan “Forum Indonesia Berkarya” bersama Mustafa Ismail dan Willy Ana. “Seniman bisa berkarya di mana saja, termasuk di ruang maya.” Namun, ia mengusulkan, agar kegiatan-kegiatan daring itu lebih dimaksimalkan, misalnya digabungkan dengan program donasi untuk membantu orang-orang yang terdampak corona, mulai dari tukang ojek hingga seniman yang banyak di antara mereka acaranya batal karena pandemi ini. “Misalnya ada lelang karya, seperti baca puisi, lelang lagu, lelang tari, lelang buku, atau paling sederhana adalah membuat dompet peduli.”* • Pemilik Kafe Tak Gubris Imbauan Pemko Lhokseumawe, Ini Sanksi Bagi Pelanggar • Satu Rumah Dirusak Gajah Liar yang Masuk ke Desa Kila di Nagan Raya • Ratusan Karyawan Hotel di Banda Aceh dan Aceh Besar Dirumahkan, Termasuk Bidang Pekerjaan Ini Deddy Mizwar dikenal sebagai salah satu aktor senior dan sutradara kenamaan. Meskipun terhitung senior, Deddy Mizwar adalah sosok yang rendah hati dan mudah dekat dengan juniornya di dunia perfilman. Tak saja dengan junior, Deddy Mizwar ternyata juga sosok yang hangat dengan keluarga. Di tengah-tengah anak dan cucu, Deddy Mizwar jadi sosok yang bijak dan penuh kasih.
Apakah Anda mencari gambar tentang Puisi Tentang Liburan Sekolah Dirumah? Terdapat 52 Koleksi Gambar berkaitan dengan Puisi Tentang Liburan Sekolah Dirumah, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.
CeritaKarangan Pengalaman Pribadi Liburan Sekolah Dirumah Bahasa Sunda. Namun jangan khawatir, pada kesempatan kali ini menuliskan beberapa contoh cerita karangan pribadi singkat tentang pengalaman liburan sekolah dirumah namun tetap menyenangkan, mudah-mudahan dapat dijadikan sebagai inspirasimu dalam menulis nantinya.

ApakahAnda mencari gambar tentang Puisi Liburan Di Rumah Saja? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar.

LiburTelah Tiba, Ini 6 Pilihan Aktivitas di Rumah Bersama Anak. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak-anak tidak bosan meski harus melewatkan liburan di rumah saja akibat pandemi. 21/12/2020, 11:02 WIB. Whats Hot.
ApakahAnda mencari gambar tentang Liburan Di Rumah Saja? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar.
\n\n \npuisi liburan di rumah saja
.
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/303
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/155
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/140
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/311
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/343
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/26
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/414
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/428
  • puisi liburan di rumah saja