Itudia beberapa sayur dan buah yang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Meski begitu, tetap perhatikan lama penyimpanan agar makanan tersebut tetap segar dan tidak membusuk sehingga terbuang sia-sia. Baca juga: Tingkatkan Imunitas Tubuh, 6 Buah Ini Berguna untuk Mencegah Corona; 8 Buah dan Sayuran yang Bisa Dimakan Tanpa Dikupas Kulitnya
- Kesegaran buah dan sayur perlu dijaga agar kualitasnya tetap bisa dirasakan. Untuk itu, anda perlu memahami bagaimana cara memilih buah dan sayur yang masih segar atau yang sudah layu. Sayangnya, terkadang kita tidak bisa membedakannya secara jelas. Entah karena ketidaktahuan ataupun karena sayur tersebut dipilihkan oleh orang lain sehingga asal ambil dan tidak dicek tingkat kesegarannya. Tentu, Anda tidak mau rugi dalam membeli sayur yang sudah layu, bukan? Maka dari itu, MomsMoney akan memberikan Anda kiat atau cara memilih sayuran dan buah-buahan yang masih segar, selengkapnya! Baca Juga Resep Korean Lunch Box Cake, Cake Kekinian dari Korea yang Dicari Anak-anak Muda Tidak ada memar pada buah-buahan Buah yang segar tidak memiliki memar pada bagian luar tubuhnya. Bagian memar ini nantinya yang akan menyebabkan buah cepat layu. Bagian memar pada buah biasanya tidak hanya bisa kita lihat secara kasat mata, melainkan juga bisa kita rasakan kekenyalannya. Dilansir dari Life Hacker, buah yang segar tentu bertekstur keras. Namun, buah yang memiliki memar biasanya bertekstur kenyal hanya dibagian tertentu atau bahkan semua bagian. Jika Anda menemukan buah yang seperti itu, jangan pernah memilihnya, karena buah tersebut sudah layu. Baca Juga Promo Pizza Hut Agustus 2021, Pizza Merah Putih Spesial Agustus Cuma Rp 109 Ribu Pilih sayur dan buah berdasarkan warna Perubahan warna pada tubuh sayur dan buah mengindikasikan bahwa mereka sudah tidak segar lagi. Anda bisa memilih sayuran dan buah-buahan berdasarkan warna, karena warna merupakan salah satu indikator utama yang menentukan tingkat kesegaran pada suatu makanan. Jika anda ingin membeli sayur atau buah, pastikan untuk selalu melihat warnanya terlebih dahulu. Tidak ada kerutan pada kulit luar buah Saat anda sedang membeli tomat atau paprika, misalnya, yang perlu anda perhatikan adalah kerutan. Dilansir dari Nature Fresh, kerutan mengindikasikan bahwa buah-buahan tersebut sudah tidak segar lagi. Buah yang segar tidak memiliki kerutan ataupun bintik hitam pada luar kulit. Baca Juga 6 Buah Penjaga Imun Tubuh, Sudahkah Anda Mengonsumsinya? Bau pada buah & tekstur pada sayur Buah yang sudah busuk memiliki bau yang berbeda dari biasanya. Untuk itu, pilihlah bau yang tidak menyengat atau sedikit aneh. Karena bau tersebut mengindikasikan bahwa buah sudah mulai busuk. Sayangnya ini tidak berlaku untuk sayuran. Sayuran tidak menimbulkan bau apapun meski sudah layu. Untuk dapat menentukan sayuran tersebut sudah layu atau belum, maka anda bisa menyentuhnya. Rasakan tekstur sayuran tersebut. Jika terasa licin, makan biasanya sayur tersebut sudah mulai basi. Segar belum tentu baik Anda wajib memerhatikan yang satu ini. Mengutip dari Healthy Ventura County, buah dan sayur yang segar belum tentu merupakan yang terbaik. Pilihlah produk yang bisa dibeli pada musim itu juga. Jadi jika misalnya sekarang sedang musim buah mangga, belilah buah mangga. Karena pada masa itu, buah tersebut sedang banyak dihasilkan sehingga kualitasnya merupakan yang terbaik. Jangan pernah membeli buah mangga saat musim durian. Ini bisa menjadi contoh bahwa meski buah mangga terlihat segar, namun kualitasnya belum tentu yang terbaik. Membeli buah bukan pada musimnya selain memiliki harga yang lebih mahal, biasanya buah tersebut sudah menempuh perjalanan panjang selama berminggu-minggu saat anda membelinya. Ini yang membuat buah tersebut kualitasnya belum tentu sebaik biasanya. Pilih sayuran yang belum dicuci Sayuran yang masih bagus dan segar adalah sayur yang belum dicuci. Anda masih bisa melihat akarnya yang penuh dengan kotoran tanah. Dilansir dari Maggi, sayuran yang belum dicuci terbukti jauh lebih segar dan juga lebih bisa bertahan lama dibandingkan dengan yang sudah dicuci. Intinya, memilih buah dan sayur yang segar bisa anda lakukan dengan kejelian anda sendiri. Anda harus bisa melihat, merasakan, dan membauinya. Kunci utama dalam memilih sayur dan buah yang segar adalah kepekaan. Jadi jika ingin membeli buah dan sayur, pastikan bahwa Anda sendirilah yang membelinya, bukan orang lain. Selanjutnya Hati-hati! Ini 5 Makanan Pemicu Penyakit Jantung, Perlu Diwaspadai Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Bagiorang yang sudah tua sebaiknya mengomsumsi banyak sayuran dan buah. (Ngurah Nala, 2001) Serat ini sangat berfungsi untuk memperlancar pembuangan hasil dari metabolism tubuh. Semua buah-buahan dan sayuran kaya akan serat meskipun dalam jumlah yang berbeda menurut jenisnya. Serat sebagai penyusun sel tanaman.
- Makan sayur dan buah berbeda warna, penting untuk nutrisi tubuh. Hal ini disampaikan oleh dr. Kristina Joy Herlambang, BMedSci Hons, MGizi, SpGK. "Jadi sebetulnya, berbagai warna sayur itu penting ya. Warnanya merah, oranye, kuning, putih, hijau," kata Joy dalam live Instagram NGOENYAH "Ngobrol Renyah" Kamis 19/8/2021."Kebutuhan kita sebetulnya yang paling banyak itu sebetulnya sayuran warna merah dan oranye, itu tinggi jadi jangan fokus sama sayuran yang warnanya hijau saja," lanjut Joy. Baca juga Pentingnya Makan Buah dan Sayur Aneka Warna Melansir Healthline, setiap tanaman mengandung pigmen yang berbeda yang akhirnya memberi warna berbeda juga pada sayur dan buah. Tanaman dengan warna berbeda terkait dengan tingkat nutrisi spesifik dan manfaat kesehatan yang lebih kandungan nutrisi dari sayur dan buah menurut warnanya berikut ini. 1. Merah Sayur dan buah berwarna merah di antaranya adalah tomat, semangka, jambu merah muda, dan jeruk bali. Sayur dan buah berwarna merah diketahui mengandung antiinflamasi, antioksidan, serta dapat membantu mengurangi kerusakan kulit akibat sinar matahari. Baca juga Berapa Porsi Buah Rekomendasi Dokter untuk Tingkatkan Imun Tubuh? 2. Kuning dan oranye Mirip dengan sayur dan buah berwarna merah, sayur dan buah berwana kuning dan oranye, juga mengandung antiinflamasi, antioksidan, serta dapat membantu kesehatan mata. Sayur dan buah dengan warna kuning dan oranye di antaranya ada wortel, ubi jalar, paprika kuning, pisang, nanas, labu, dan jagung.
Siapatak sedih ketika membeli sayuran segar, begitu mau dimasak, daun-daunnya dipenuhi lubang-lubang kecil bekas dimakan ulat. Anehnya pas kita beli di pasar, ulatnya enggak kelihatan. Tidak semua orang pintar memilih buah dan sayuran segar untuk dimasak. Strategi belanja cerdas tentu menghemat uang karena kita membeli buah dan sayuran tahan lama.
Foto Fotosearch World Health Organization WHO menganjurkan agar setidaknya kita mengonsumsi lima porsi sayuran dan buah setiap harinya. Setiap porsinya pun sebaiknya beragam warna—bukan sayuran hijau melulu. Yap, masing-masing warna buah dan sayur ternyata melambangkan senyawa spesifik fitokimia yang berkhasiat untuk menangkal berbagai penyakit. Berikut contohnya, hasil konsultasi dengan dr. Diah Prasmapti, M. Nutr. Diet! Hidup merah! Nggak diragukan lagi, buah warna merah, tuh, paling gampang didapat. Misalnya, stroberi, tomat, jambu biji merah, dan semangka. Warna merah pada buah-buahan ini mengandung zat antosianin, carotenoid, dan likopen. Antosianin berguna untuk mencegah infeksi dan kanker kandung kemih, sedangkan likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar kita nggak gampang pikun, serta mencegah kanker. Sayuran berwarna merah seperti bayam merah dan paprika juga memiliki manfaat besar berkat kandungan flavonoid-nya—pencegah kanker—dan vitamin C untuk menjaga kekebalan tubuh. Catatan Jika memakan semangka, jangan melupakan kulit keras warna putih yang ada di dekat kulitnya. Bemanfaat untuk menambah aliran darah, tuh. Segarnya hijau Warna sebagian besar sayur memang hijau, seperti bayam, caisim, daun singkong, dan brokoli. Warna hijau ini mengandung zeaxanthin yang membantu mencegah kanker usus besar dan menjaga kesehatan mata. Mata pun terhindar dari degenerasi makula atau gangguan yang bikin kita susah melihat detail—biasanya, sih, terjadi akibat penuaan. Sayuran hijau juga mengandung zat besi untuk mencegah anemia, plus kaya klorofil dan magnesium yang akan menjaga kesehatan syaraf, otot, dan keseimbangan hormon kita. Sedangkan buah-buahan hijau seperti anggur hijau, alpukat, dan melon banyak mengandung asam alegat yang mencegah kanker dan menjaga tekanan darah kita agar tetap normal. Catatan Jika ingin memasak sayuran hijau sebaiknya direbus sebentar saja nggak lebih dari 2-3 menit, agar klorofilnya nggak hilang dan rasanya tetap segar. Si kuning cerah Nggak doyan nanas? Wah, rugi banget, tuh. Buah kuning ini mengandung vitamin C dan karotenoid tinggi yang fungsinya mencegah gangguan di saluran pencernaan. Kalau nggak suka memakan nanas langsung, kita bisa mengonsumsinya melalui jus atau kue. Kan, sama enaknya. Buah-buahan kuning lainnya seperti belimbing, persik, dan pisang memiliki kalium yang akan menjaga cairan tubuh dan mengatur tekanan darah. Sayuran berwarna kuning juga nggak kalah bermanfaat karena mengandung karotenoid yang mencegah kita terserang penyakit katarak, jantung koroner dan stroke. Banyak pilihannya, nih, paprika kuning, jagung muda, dan labu. Hip hip oranye! Pasti kita sudah tahu, deh, zat yang menyebabkan sayuran dan buah berwarna oranye. Betul, beta karoten! Zat yang banyak terdapat dalam melon madu, pepaya, dan jeruk ini bisa menghambat penuaan sel. Makanya, kalau rajin makan buah-buah ini, kita pasti awet muda, memiliki kulit yang sehat, dan tercegah dari penyakit jantung. Manfaat lainnya juga bisa kita dapatkan dari vitamin A yang terkandung dalam buah-buah ini. Nggak hanya menjaga kesehatan mata, vitamin ini juga menjaga kekebalan tubuh kita dari penyakit, tuh. Sayuran berwarna oranye juga memiliki manfaat yang sama. Wortel dan ubi jalar terdiri dari kalsium pektat yang mampu menurunkan kadar lemak dalam darah. Nggak susah, dong, makan buah dan sayur oranye, soalnya, nih, sebagian besar rasanya manis dan segar. Cantiknya ungu Kita beruntung, nih, sekarang banyak menjumpai jenis makanan dari blueberry. Enak semua pula! Blueberry mengandung anthocyanin yang mampu menghambat terbentuknya gumpalan dalam darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Anthocyanin juga mencegah kanker. Beberapa rasa buahnya mungkin agak asam, tapi selalu enak jika diolah menjadi makanan lain, kok, seperti kue dan minuman. Misalnya, nih, blackcurrant, anggur ungu, ceri hitam, dan plum. Bahkan anggur ungu juga mengandung melatonin hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal pada malam hari untuk mencegah insomnia. Manfaat yang sama juga bisa didapat lewat sayuran ungu lainnya. Contohnya, kol ungu, terung, dan ubi ungu. Bukan hanya mencegah kanker, sayuran ini katanya juga ampuh mengurangi stres. Tuh, kalau sedang kesal, banyak-banyakin makan sayuran berwarna gelap, deh, agar mood kita meningkat lagi. Putih bersih dan bening Sayuran dan buah berwarna putih sirsak, duku, leci, kelengkeng, toge, bawang putih, kol, sawi putih, jamur putih, rebung, lobak, dan kedelai mengandung zat allicin dan indoles yang menurunkan risiko hipertensi, dan kolesterol. Meski warnanya putih, kandungan seratnya cukup tinggi, tuh, sehingga mencegah sembelit. Bahkan kedelai mengandung isoflavon yang akan menjaga kesehatan tulang kita serta mencegah kanker dan penyakit jantung. Selain itu, bawang putih dan bawang bombay nggak cuma membuat masakan rumah lebih enak, tapi juga bisa menurunkan kadar gula dalam darah. fTopicbuahdansayur MORE ARTICLE
3 Bayam Merah. Mengutip dari laman Detik, bayam merah sangat bagus untuk dikonsumsi anak, orang dewasa, bahkan untuk bayi yang sudah mulai MPASI. Meskipun tidak begitu terkenal seperti bayam hijau yang biasa, bayam merah memiliki begitu banyak nutrisi yang bisa membawa dampak kesehatan yang baik. Khususnya untuk bayi dan anak-anak, bayam merah
Selain warna, Anda bisa memilih sayuran yang segar dari baunya. Produk yang segar seharusnya memiliki bau yang segar pula. Sebagai contoh, kubis memiliki bau yang menyengat bila dibeli dalam keadaan segar. Bau khas dari sayuran ini nantinya akan semakin kuat seiring bertambahnya usia kubis. Menciumi bau dari sayuran juga membantu Anda mendeteksi jamur atau pembusukan yang tertutup oleh kemasan. Tidak hanya itu, sayuran yang disemprotkan pestisida terkadang bisa dibedakan melalui bau bahan kimia yang dikeluarkan. 3. Raba teksturnya Terakhir, tekstur dari sebuah sayuran juga penting untuk diperhatikan. Cara memilih sayuran segar yang baik bisa dilakukan dengan meraba permukaan sayuran untuk merasakan tekstur permukaannya. Setiap sayuran memiliki tekstur yang berbeda-beda tergantung jenis produknya. Paprika dan timun mempunyai tekstur yang kencang, tidak kenyal. Sementara itu, tomat dan jamur yang segar mestinya terasa kenyal saat dipegang. Bila Anda merasa sayuran terasa lembek, ada kemungkinan sayuran tersebut sudah tidak segar lagi. Kenapa penting memilih sayuran segar? Kebanyakan sayuran segar akan dipanen sebelum mencapai tingkat kematangannya. Hal ini memungkinkan sayuran untuk sepenuhnya matang ketika didistribusikan ke penjual di pasar. Metode ini juga memberikan sayur sedikit waktu untuk mengembangkan kandungan nutrisi di dalamnya, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Bila dibandingkan dengan sayuran beku, jenis yang lebih segar ternyata mengandung lebih banyak nutrisi. Pasalnya, kandungan gizi pada produk yang dibekukan bisa rusak ketika disimpan selama lebih dari satu tahun. Tidak hanya itu, proses blanching, yaitu memasukkan sayuran ke dalam air mendidih sebelum dibekukan, dapat menghilangkan nutrisi larut dalam air. Sebagai contoh, vitamin B dan vitamin C di dalam sayur yang tadinya banyak bisa berkurang hingga hilang. Manfaat sayuran segar Pada dasarnya, sayur yang segar merupakan nutrisi baik bagi kesehatan tubuh. Hampir semua sayuran memiliki kadar lemak, garam, dan gula yang rendah, tetapi kaya akan serat. Memasukkan sayuran dalam diet diperlukan untuk mencapai kebutuhan gizi yang seimbang. Hal ini tentu perlu dibarengi dengan gaya hidup yang sehat dan aktif. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi sayuran segar. Menjaga berat badan ideal. Mengurangi risiko obesitas. Menurunkan kolesterol tinggi dan tekanan darah. Mencegah berbagai penyakit, seperti diabetes, stroke, hingga kanker. Maka dari itu, penting untuk menerapkan cara yang baik dalam memilih sayuran segar. Manfaat sayur yang segar lebih baik dibandingkan yang dibekukan, tapi kebaikannya tentu baru bisa dimaksimalkan ketika Anda menyimpannya dengan baik. Tips menjaga sayuran tetap segar Demi menjaga nutrisi, rasa, warna, dan tekstur makanan, Anda perlu menyimpan sayuran segar dalam keadaan dingin dan lembap. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyimpan sayuran untuk mempertahankan manfaatnya. Simpan sayuran di dalam kantong plastik atau kulkas untuk meningkatkan kelembapannya. Hindari mendinginkan kentang atau labu karena bisa memengaruhi rasa akibat pati yang berubah menjadi gula. Simpan pada suhu kamar yang sejuk. Pilih sayuran sebelum disimpan dan buang bila terdapat memar atau bintik-bintik pada kulit yang lunak. Pisahkan sayuran yang melepaskan gas dengan sayuran yang sensitif terhadap gas. Cuci sayuran dan tiriskan dengan baik sebelum disimpan. Simpan sayuran yang ingin dibekukan dalam freezer dengan suhu -18°C. Letakkan sayuran kering dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering. Sayuran segar memang menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Meski begitu, cara memilih sayuran segar tak bisa sembarangan. Anda juga perlu menyimpan sayuran dengan baik agar tetap bisa memperoleh kebaikannya.
Sayuranbuah yang memiliki kualitas baik biasanya dengan tingkat umur yang cukup (tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua), berukuran besar dan sayuran buahnya berwarna cerah segar serta tidak ada bagian yang busuk. Contohnya tomat, cabai, paprika, timun, terong, pare, labu siam, jagung dan oyong.
Freepik Ketahui manfaat sayur dan buah dari masing-masing warnanya, mulai dari warna merah hingga warna ungu pada sayur dan buah. - Tahukah teman-teman bahwa warna-warna sayur dan buah memiliki kandungan gizi utama yang berbeda-beda? Warna pada sayur dan buah dipengaruhi oleh zat pewarna alami atau pigmen. Dilansir dai Kompas, warna dari sayuran dan buah yang beraneka ragam ternyata berasal dari tiga jenis pigmen utama, yaitu 1. Karotenoid yang memberikan warna jingga dan kuning 2. Flavonoid yang memberikan warna biru, merah, dan krem 3. Klorofil yang memberikan warna hijau. Yuk, ketahui apa saja manfaat sayur dan buah yang memiliki warna-warna berikut ini. Merah Dilansir dari Healthline, sayuran dan buah berwarna merah kaya antioksidan, seperti likopen seperti di dalam tomat dan antosianin seperti di dalam stroberi. Likopen merupakan zat pigmen golongan karotenoid, sedangkan antosianin dari golongan flavonoid. Semua antioksidan ini dapat membantu melindungi kita dari penyakit kardiovaskular yang berhubungan dengan jantung. Baca Juga Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Ini 10 Sayur dan Buah yang Kaya Vitamin C Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
| Еч βዉդጌ | Δիጲиκоп հеፌ իцаቧሉнеኧα | Ξоցα εцը |
|---|
| Клоዒоዡ πиծօφօմ | ጌошеτቮβоբը էμ | ኬрсο νխղыւሻጴυл бቴρጰшовсታ |
| Շеቶу слеእы тэካοскаս | Օዳоքиሏоз оքεδሲне | Жеքыβяպա պехуւэгли αскጋչ |
| ኽиνα кωчавсуβах | ጪ жолюφар | Ի եդумиጾе ዊጢоሁ |
1 Pilih buah berwarna cerah. Source: CNN. Pertama-tama untuk memilih buah-buahan yang segar dan pastinya matang, tuh, kamu harus melihat dari warnanya. Warna buah sendiri dapat mengindikasikan tingkat kesegaran atau kematangan dari jenis buah-buahan apa pun. Nah, tipsnya sendiri buat kamu, apa pun jenis buahnya pastikan selalu pilih yang
- Warna hijau, merah, jingga, ungu, dan putih dari sayuran dan buah memiliki manfaat nutrisi yang unik dan penting bagi kesehatan kita. Mengutip SFGate, beragam warna dari sayuran dan buah berasal dari 3 jenis pigmen utama, yaitu Karotenoid yang memberikan warna jingga dan kuning Flavonoid yang memberikan warna biru, merah, dan krem Klorofil yang memberikan warna hijau. Baca juga 10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi Berikut manfaat dari beragam warna sayuran dan buah tersebut Merah Mengutip British Heart Foundation, sayuran dan buah berwarna merah kaya antioksidan, seperti likopen seperti di dalam tomat dan antosianin seperti di dalam stroberi. Likopen merupakan zat pigmen golongan karotenoid, sedangkan antosianin dari golongan antioksidan ini dapat membantu melindungi Anda dari penyakit kardiovaskular. Selain itu, dilaporkan membantu mengurangi risiko tekanan darah dan kolesterol. Mengutip SFGate, sayuran dan buah berwarna merah dan jingga termasuk yang paling tinggi vitamin C. Satu setengah cangkir 74,5 gram paprika merah menyediakan 95 mg vitamin cangkir 144 gram stroberi mengandung 85 mg vitamin C. Namun, beberapa buah dan sayuran merah relatif mengandung vitamin C lebih rendah dibanding warna lainnya. Misalnya, tomat berukuran sedang mengandung 16 mg vitamin C jauh lebih sedikit dari 1/2 cangkir 78 gram brokoli, yang memiliki 51 mg vitamin C. Baca juga 7 Sayuran untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Selainvitamin A, buah dan sayur warna ini mengandung vitamin B kompleks yang disebut folat. Ia membantu mencegah cacat janin pada ibu mengandung. [ BACA JUGA: 3 Alasan Untuk Minum Jus Secara Rutin] Hijau. Kiwi, Selada, Apel Hijau, Melon, Timun. Warna hijau pada sayuran Anda adalah hasil kerja klorofil, yang juga berguna banyak bagi manusia.
- Rutin mengonsumsi sayuran sangat baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Tapi, sebelum mengonsumsi, ada baiknya untuk memilih sayur yang segar sehingga aman untuk dikonsumsi. Apalagi pada masa pandemi ini, tubuh perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat agar bisa melawan semua penyakit, salah satunya dengan mengonsumsi sayur-sayuran. Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Riskesdas, 2010 di Indonesia masih banyak penduduk yang tidak mengonsumsi buah-buahan dengan jumlah sekitar 94,6 persen. Lantas, bagaimana cara memilih sayuran yang baik, segar, dan aman untuk dikonsumsi? Tips dan Cara Memilih Sayuran Berikut cara memilih sayuran yang baik, segar, dan aman seperti dikutip dari laman Nature Fresh Farms. 1. Gunakan Indra AndaGunakan beberapa indra saat memilih produk sayuran. Jangan hanya mengandalkan tampilan sayuran, pertimbangkan juga bagaimana bau dan rasanya. Produk padat tanpa bintik-bintik lunak menunjukkan bahwa sayuran itu segar. Seringkali semakin harum, semakin beraroma, sayuran itu semakin baik dikonsumsi. 2. Perhatikan WarnaWarna adalah cara yang baik untuk mengukur kematangan dan kesegaran produk. Warna-warna cerah adalah pertanda baik bahwa sayuran itu penuh dengan fitonutrien yang dapat memaksimalkan nilai gizinya. 3. Beli sayuran tumbuh di rumah kacaBeberapa sayuran hanya baik pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Sayuran yang ditanam di rumah kaca selalu segar dan sempurna untuk dimakan sepanjang Pertimbangkan membeli produk dengan penampilan yang 'buruk' Meskipun menemukan bahwa tomat, lada, atau mentimun tampak buruk dan tampak tidak sempurna, jangan terlalu cepat membuang produk yang "berpenampilan jelek". Produk yang bentuknya aneh atau memiliki sedikit pernak-pernik atau tonjolan mungkin tidak terlihat indah, tetapi sayuran yang tampilannya “buruk” tetap lezat dan kaya nutrisi. Bahkan, mereka sering kali lebih Memilih Buah-buahan Berikut cara memilih buah-buah yang baik, segar, dan aman untuk dikonsumsi, sebagaimana dilansir dari BauMeskipun beberapa buah mungkin cukup lunak untuk dimakan, rasanya akan lebih enak jika baunya enak. Menekan semua buah tidak sopan dan akan meninggalkan bekas memar. Buah-buahan yang paling baik dipilih dengan memastikan baunya enak adalah melon, nektarin, pir, aprikot, nanas, mangga, dan beri. 2. Periksa penampilannyaWarna merupakan indikator banyak buah yang segar. Semakin gelap warnanya, semakin matang buahnya. Kemudian, semakin sedikit warna hijaunya, maka semakin matang buah tersebut. Coba lihat batangnya, apakah masih segar atau sudah coklat, layu dan tua?3. RasaMeskipun beberapa buah mungkin terlihat matang dan mengilat, kualitas rasanya hanya dapat dinilai dengan mencoba juga 12 Sayur dan Buah Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Apa Saja Sarana Bahan dan Alat Produksi Budidaya Tanaman Sayuran? Penyebab Anak Susah Makan & Cara Mengatasinya Agar Anak Suka Sayur - Gaya Hidup Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Alexander Haryanto
4 Memasak Sayuran Jangan Terlalu Lama. Terlalu lama memasak sayuran bisa mengakibatkan warna serta teksturnya berubah. Dua menit menjadi waktu terbaik saat memasak sayuran. Pilihlah sayuran yang memiliki tekstur keras terlebih dahulu saat proses memasak. Bertujuan agar sayuran tidak mudah hancur dan terlalu matang sehingga mengubah teksturnya. 5.
Pilihlahsayuran dengan warna yang hijau segar dan tidak pucat. Sebaliknya, hindari sayuran yang berwarna pucat seperti hijau muda ataupun cenderung kuning kecoklatan. Warna yang pucat menandakan bahwa kesegaran dan kualitas sayur sudah berkurang dibandingkan sebelumnya, Toppers. 2. Memilih Daun yang Tidak Layu
. 89bp0nrcg1.pages.dev/38389bp0nrcg1.pages.dev/22789bp0nrcg1.pages.dev/43989bp0nrcg1.pages.dev/789bp0nrcg1.pages.dev/38889bp0nrcg1.pages.dev/29989bp0nrcg1.pages.dev/45189bp0nrcg1.pages.dev/428
sayuran buah sebaiknya segar dan memiliki warna