Adabanyak pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan zat aditif sintetis beserta jawabannya di sini atau Kamu bisa mencari soal/pertanyaan lain yang berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan zat aditif sintetis menggunakan kolom pencarian di bawah ini.
Apakah Keuntungan Dan Kerugian Pemakaian Zat Aditif Alami – Zat aditif alami dapat bermanfaat bagi tubuh kita dalam beberapa cara. Zat aditif alami adalah bahan tambahan atau bahan tambahan yang terbuat dari sumber alami. Mereka dapat bermanfaat karena mereka menambahkan rasa, tekstur, dan warna makanan untuk membuatnya lebih enak. Zat aditif alami dapat meningkatkan kualitas makanan dan minuman kita dengan menambahkan rasa yang lebih baik. Mereka juga dapat membantu meningkatkan nutrisi dalam makanan kita. Namun, meskipun zat aditif alami bermanfaat, ada beberapa kerugian juga yang harus dipertimbangkan. Keuntungan utama penggunaan zat aditif alami adalah bahwa mereka dapat meningkatkan rasa dan tekstur produk makanan dan minuman. Sebagai contoh, zat aditif alami dapat menambahkan rasa manis ke produk makanan dan minuman tanpa menambahkan kalori tambahan. Ini memungkinkan orang untuk menikmati makanan dan minuman yang enak tanpa harus khawatir tentang asupan kalori. Zat aditif alami juga dapat meningkatkan nutrisi produk makanan dan minuman. Sebagai contoh, beberapa jenis zat aditif alami dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan dan minuman. Meskipun terdapat beberapa keuntungan dari menggunakan zat aditif alami, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan. Salah satu kerugian utama adalah bahwa zat aditif alami dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Ini dapat berbahaya bagi orang yang menderita diabetes. Zat aditif alami juga dapat menyebabkan alergi pada orang yang sensitif terhadap bahan tertentu. Beberapa jenis zat aditif alami juga dapat menyebabkan kecanduan pada berbagai produk makanan dan minuman. Dalam kesimpulan, ada beberapa keuntungan dan kerugian yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan zat aditif alami. Namun, jika dipakai dengan benar, zat aditif alami dapat meningkatkan rasa dan tekstur produk makanan dan minuman dan meningkatkan nutrisi produk makanan dan minuman. Namun, orang harus berhati-hati karena zat aditif alami dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tidak dipakai dengan benar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang Anda makan dan minum dan memastikan bahwa zat aditif alami yang Anda gunakan tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Penjelasan Lengkap Apakah Keuntungan Dan Kerugian Pemakaian Zat Aditif Alami1. Keuntungan dari menggunakan zat aditif alami adalah meningkatkan rasa dan tekstur produk makanan dan minuman, serta meningkatkan nutrisi produk makanan dan minuman. 2. Zat aditif alami juga dapat menambahkan rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. 3. Akan tetapi, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah, menyebabkan alergi dan kecanduan pada produk makanan dan minuman. 4. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dalam memilih zat aditif alami. 1. Keuntungan dari menggunakan zat aditif alami adalah meningkatkan rasa dan tekstur produk makanan dan minuman, serta meningkatkan nutrisi produk makanan dan minuman. Zat aditif alami adalah bahan tambahan yang digunakan dalam makanan dan minuman untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas produk. Ada beberapa zat aditif alami yang tersedia, termasuk asam sitrat, asam askorbat, vitamin E, karbohidrat, dan sebagainya. Zat aditif alami berfungsi untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan nutrisi dari produk makanan dan minuman. Keuntungan dari menggunakan zat aditif alami adalah meningkatkan rasa dan tekstur produk makanan dan minuman, serta meningkatkan nutrisi produk makanan dan minuman. Zat aditif alami dapat membantu meningkatkan rasa produk dengan menambahkan rasa yang lebih kompleks dan dapat meningkatkan tekstur produk dengan menambahkan tekstur yang lebih lembut atau lebih renyah. Nutrisi dari zat aditif alami juga dapat membantu memberikan nutrisi yang lebih baik dan lebih lengkap, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan konsumen. Selain itu, zat aditif alami juga dapat membantu memperpanjang masa simpan produk makanan dan minuman. Dengan menambahkan zat aditif alami, produk makanan dan minuman dapat disimpan lebih lama dan tetap segar. Zat aditif alami juga dapat membantu menjaga kualitas produk makanan dan minuman dengan melindungi dari kontaminasi dan kerusakan akibat sinar matahari atau radiasi. Kerugian dari menggunakan zat aditif alami adalah bahwa beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping yang tidak diinginkan pada beberapa orang. Beberapa zat aditif alami juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, gangguan metabolisme, dan lainnya. Selain itu, zat aditif alami juga dapat mengubah kandungan gizi dari makanan, mengurangi kandungan nutrisi alami dari produk makanan dan minuman. Meskipun ada kerugian dari menggunakan zat aditif alami, keuntungannya masih lebih besar. Zat aditif alami memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan rasa, tekstur, dan nutrisi produk makanan dan minuman, memperpanjang masa simpan produk makanan dan minuman, dan melindungi produk makanan dan minuman dari kontaminasi dan kerusakan. Oleh karena itu, zat aditif alami masih merupakan pilihan yang baik untuk meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman. 2. Zat aditif alami juga dapat menambahkan rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. Zat aditif alami adalah bahan yang ditambahkan ke makanan untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan aroma. Zat aditif alami dapat berupa bahan nabati atau hewani, dan ini dapat menambahkan rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. Zat aditif alami juga banyak digunakan dalam produk makanan karena mereka dapat meningkatkan rasa, tekstur, dan aroma tanpa menambahkan kalori atau lemak. Keuntungan utama dari pemakaian zat aditif alami adalah bahwa mereka dapat meningkatkan rasa makanan tanpa menambahkan kalori tambahan. Ini berarti bahwa Anda dapat menikmati lebih banyak rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. Hal ini juga berarti bahwa Anda dapat menikmati makanan yang lebih sehat tanpa mengorbankan rasa. Selain itu, zat aditif alami juga dapat membantu memperpanjang umur simpan makanan. Zat aditif alami dapat membantu mencegah bakteri yang menyebabkan makanan menjadi rusak. Ini berarti bahwa makanan yang ditambahi zat aditif alami akan lebih awet dan lebih lama bertahan. Kerugian dari pemakaian zat aditif alami adalah bahwa beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan alergi. Beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah dan harus dihindari oleh orang yang rentan terhadap alergi. Selain itu, beberapa zat aditif alami juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Kesimpulannya, zat aditif alami dapat menambahkan rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. Ini berarti bahwa Anda dapat menikmati lebih banyak rasa manis tanpa menambahkan kalori tambahan. Namun, ada juga beberapa kerugian dari pemakaian zat aditif alami, seperti risiko alergi dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menambahkan zat aditif alami ke makanan Anda, pastikan untuk membaca label dengan hati-hati dan mematuhi dosis yang tepat. 3. Akan tetapi, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah, menyebabkan alergi dan kecanduan pada produk makanan dan minuman. Zat aditif alami telah lama digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk meningkatkan tekstur, aroma, dan rasa produk. Karena zat aditif alami berasal dari sumber alami, banyak orang berpikir bahwa mereka lebih aman daripada zat aditif buatan. Akan tetapi, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah, menyebabkan alergi dan kecanduan pada produk makanan dan minuman. Kadar Glukosa dalam Darah Beberapa zat aditif alami dapat memicu peningkatan kadar glukosa dalam darah. Zat aditif alami seperti aspartam, sorbitol, dan maltitol yang digunakan dalam produk makanan dan minuman dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Hal ini karena zat aditif tersebut mengandung gula dan karbohidrat, yang dapat terurai menjadi glukosa dalam tubuh. Peningkatan kadar glukosa dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Alergi Beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan alergi. Beberapa bahan seperti kacang, susu, telur, gluten, dan ikan dapat menyebabkan alergi pada orang yang sensitif. Produk makanan yang mengandung zat aditif alami seperti ini harus dihindari agar orang yang alergi tidak terpapar zat aditif yang dapat menyebabkan alergi pada mereka. Kecanduan Beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan kecanduan pada produk makanan dan minuman. Beberapa zat aditif alami yang digunakan dalam produk makanan dan minuman seperti gula, vanili, dan biji kakao dapat menyebabkan kecanduan pada produk-produk tersebut. Hal ini disebabkan karena zat aditif alami ini dapat meningkatkan kesenangan secara fisiologis, yang dapat mengakibatkan kecanduan. Kesimpulan Zat aditif alami telah lama digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk meningkatkan tekstur, aroma, dan rasa produk. Akan tetapi, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah, menyebabkan alergi dan kecanduan pada produk makanan dan minuman. Oleh karena itu, penting untuk membaca etiket produk secara hati-hati untuk mengetahui zat aditif alami yang digunakan dalam produk makanan dan minuman. Selain itu, orang yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, dan alergi harus berhati-hati saat memilih produk makanan dan minuman yang mengandung zat aditif alami. 4. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dalam memilih zat aditif alami. Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan pemakaian zat aditif alami adalah hal yang penting untuk dipahami. Zat aditif alami telah digunakan dalam berbagai produk makanan dan susu selama bertahun-tahun. Ini merupakan alternatif yang lebih baik daripada zat aditif sintetis, yang dapat menyebabkan kesehatan berbahaya. Keuntungan utama dari penggunaan zat aditif alami adalah bahwa mereka lebih aman daripada zat aditif sintetis. Hal ini disebabkan karena zat aditif alami dikembangkan dari bahan alami, seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan biji-bijian. Dengan demikian, zat aditif alami lebih aman untuk digunakan karena mereka tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Kemudian, pemakaian zat aditif alami dapat meningkatkan kualitas makanan dan susu yang dihasilkan. Zat aditif alami dapat meningkatkan daya tahan makanan atau susu, meningkatkan daya cerna, dan meningkatkan kesegaran. Ini adalah manfaat utama dari penggunaan zat aditif alami, yang membuatnya lebih bermanfaat daripada zat aditif sintetis. Selain itu, zat aditif alami juga dapat meningkatkan nutrisi makanan atau susu yang dihasilkan. Zat aditif alami dapat membantu meningkatkan kandungan vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan atau susu. Hal ini penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Meskipun ada banyak manfaat yang terkait dengan penggunaan zat aditif alami, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan. Beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan alergi atau reaksi yang tidak diinginkan. Beberapa zat aditif alami juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dalam memilih zat aditif alami. Penting untuk memahami bahwa zat aditif alami dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk memilih zat aditif alami dengan hati-hati dan memastikan bahwa produk yang dipilih telah diuji secara klinis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zat aditif alami yang dipilih tidak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Kesimpulannya, penggunaan zat aditif alami dapat memberikan banyak manfaat, namun penting untuk berhati-hati dalam memilih zat aditif alami. Beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa zat aditif alami yang dipilih telah diuji secara klinis dan dianggap aman untuk digunakan.
Penggunaanzat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain "food addictive". Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Zat Aditif? Mungkin anda pernah mendengar kata Zat Aditif? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, Tujuan, Kegunaan, Dampak, Jenis. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Zat Aditif Zat Aditif merupakan zat-zat kimia yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitasanya memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan dan keawetannya. Biasanya zat aditif digunakan untuk membuat makanan menjadi lebih menarik, rasanya enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet. Tujuan Zat Aditiif Berikut adalah tujuan zat aditif antara lain yakni Dapat meningkatkan kandungan gizi Dapat menjaga kualitas dan tekstur pada makanan Dapat membuat makanan menjadi lebih tahan lama Dapat memperkaya rasa, warna, dan penampilan. Dapat memberikan aroma pada makanan Dapat memberikan warna sehingga terlihat lebih menarik Dapat memperlambat pembusukan. Dapat membuat roti dan kue mengembang. Kegunaan Zat Aditif Antioksidan untuk mencegah makanan dari proses oksidasi yang menyebabkan makanan menjadi bau. Pengatur keasaman acidity regulator merupakan bahan tambahan pangan untuk mengasamkan, menetralkan, dan/atau mempertahankan derajat keasaman makanan. Humektan untuk menjaga makanan agar tetap lemba Garam mineral untuk meningkatkan tekstur dan rasa. Stabilizer dan firming agent, untuk mempertahankan kelarutan makanan. Pengemulsi emulsifier adalah zat yang dapat menghambat penggumpalan lemak pada makanan. Pengembang raising agent adalah bahan tambahan pangan untuk melepaskan gas sehingga meningkatkan volume adonan. Flour treatment untuk memperbaiki hasil pemanggangan. Glazing agent atau zat pelapis untuk memperbaiki penampilan dan melindungi makanan. Antikempal anti-caking agent adalah bahan tambahan pangan yang ditambahkan ke dalam serbuk atau granul, untuk mencegah mengempalnya produk makanan kemasan. Foaming agent adalah bahan tambahan pangan untuk menjaga konsistensi pembentukan buih. Pembentuk gel gelling agent adalah bahan tambahan pangan untuk membentuk gel. Dampak Pemakaian Zat Aditif Berikut adalah dampak dari pemakanian zat aditif diantaranya yakni 1. Dampak Postif Berikut adalah dampak positif dari zat aditif Memberikan bentuk makanan yang menarik Memberikan Warna pada makanan Memberikan Aroma yang khas pada makanan Memberikan perlindungan pada makanan agar tidak rusak Memberikan pengawetan pada makanan agar tidak cepat kadaluwarsa Memberikan Rasa yang khas pada makanan Melindungi kualitas Gizi pada makanan 2. Dampak Negatif Berikut adalah dampak negatif dari zat aditif Dapat menyebabkan sebuah penyakit, bila dikonsumsi secara berlebihan Dapat menggangu fungsi organ Pencernaan dalam tubuh Dapat merusak organ Hati, Ginjal, Otak, dan Lambung Dapat menyebabkan Penyakit Kanker, bila pemakaiannya salah Dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan Dapat mengakibatkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit. Dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah. Dapat menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur. Dapat menyebabkan kerusakan kromosom Dapat menyebabkan infeksi dan kanker kandung kemih Jenis-Jenis Zat Aditif Berikut adalah jenis-jenis zat aditif antara lain yakni 1. Pewarna Makanan Pemberian pewarna di makanan memiliki tujuan hanya untuk mempercantik tampilan pada makanan supaya lebih menarik perhatian. Di Indonesia sudah banyak dikenal bahan pewarna alami, seperti daun suji dan daun pandan warna hijau, kunyit warna kuning, warna telang warna biru keunguan, gula kelapa warna merah kecoklatan, cabe dan bunga belimbing sayur warna merah. Pewarna alami ini sangat aman untuk kesehatan manusia, tetapi pengetahuannya kurang maksimal karena masih adanya rasa atau aroma yang dapat mengganggu rasa dan aroma makanan aslinya. 2. Pemanis Makanan Gula merah dan gula putih sering dipakai sebagai pemanis alami. Namun, bagi pasien kencing manis/ diabetes serta obesitas dilarang menggunakan pemanis ini sebab kadar gulanya akan meningkat dan menambah berat badan. Untuk itu, disediakan pemanis sintetis dengan rendah kalori misalnya sakarin dan siklamat. Akan tetapi, sejak tahun 70an Negara amerika sudah melarang pemakaiannya sebab diduga bisa mengakibatkan kanker. Sebagai penggantinya maka dibuatlah aspartame menjadi pemanis sintesis dengan kadar kemanisan 160kali gula putih. Sorbitol ialah jenis pemanis yang tak terurai jadi tidak merusak gigi namun pemakaian berlebih mengakibatkan diare. Saat ini sudah ditemukan pemanis sintesis generasi selanjutnya, yakni neotam. Yakni turunan dari aspartame dengan tingkat kemanisan 7000-13000 kali dari gula putih. 3. Pengawet Makanan Mikroba dari jamur, bakteri, dan ragi ini adalah penyebab utama kerusakan pada makanan. Dalam mengawetkan makanan, dianjurkan untuk membunuh para mikroba tersebut maupun menyimpan makanan pada keadaan mikroba yang tidak dapat berkembangbiak secara baik. Pengawet alami yang dipakai sejak jaman dahulu ialah gula dan garam. Namun pemakaian yang berlebih ini bisa mengakibatkan sejumlah penyakit. Sementara pengawet alami efektif ialah asam cuka. Asam cuka dapat digunakan menjadi bahan pengawet guna mentimun, cabe, bawang dan lain-lainnya. 4. Penyedap Makanan Penambahan penyedap rasa bertujuan untuk memperkaya rasa pada makanan dan memberi rasa pada makanan yang tidak mempunyai rasa, seperti es krim dan jelly. Penyedap rasa alami sudah dipakai sejak zaman dahulu, misalnya adalah garam, gula, bumbu, cuka, rempah-rempah, bawang dan lain-lain. Untuk menguatkan atau mempertegas rasa sebagian bahan makanan, misalnya daging, sayur, mie, ikan, dan juga hidangan lainnya dipakai penyedap rasa sinteteis seperti MSG monosidium glutamate atau vetsin. Pemberian 0,1% MSG sudah bisa meningkatkan rasa suatu makanan menjadi lebih sedap. Pemakaian MSG yang berlebih dapat mengakibatkan sesak nafas, pusing sakit dada, dan mudah letih. Gejala penyakit ini dsebut dengan Chinese Restaurant Syndrome. 5. Natrium benzoat Natrium benzoat merupakan zat aditif pada makanan asam serta minuman bersoda. FDA, badan keamanan obat dan pangan milik Amerika Serikat, telah menyatakan natrium benzoat aman untuk dikonsumsi. Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan kombinasi natrium benzoat dan pewarna makanan buat dapat meningkatkan kecenderungan hiperaktivitas pada anak. Selain itu, natrium benzoat yang dikombinasikan dengan vitamin C juga dapat berubah menjadi benzena, zat yang dapat meningkatkan risiko kanker. Maka, ada baiknya teliti sebelum membeli. Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam benzoat, natrium benzoat, benzena, atau benzoat yang dikombinasikan dengan vitamin C seperti asam sitrat atau asam askorbat. Demikian Penjelasan Materi Tentang Zat Aditif adalah Pengertian, Tujuan, Kegunaan, Dampak, Jenis Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya Raksabersifat racun, sehingga berbahaya jika tabungnya pecah. Tidak bisa digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah, misalnya suhu di kutub utara atau kutub selatan.19 Agu 2021. Apa kelebihan dan kekurangan dari alkohol sebagai pengisi termometer? - Memiliki ketelitian untuk perubahan suhu sangat kecil karena pemuaiannya cukup besar. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-15 105148 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7a41e9fb961c78 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Selainitu, tidak semua zat aditif pada makanan berbahaya atau tidak bernilai gizi. Beberapa di antaranya malah bermanfaat bagi tubuh kita karena mengandung vitamin atau malah mencegah kanker. Namun, penggunaan zat aditif makanan yang berlebihan bisa merugikan kesehatan.
Actualités Publié le 23/10/2018 à 16h05 , mis à jour le 23/10/2018 à 16h05 Lecture 2 min. L’association de consommateurs UFC Que choisir révèle que 87 additifs présents dans la plupart des aliments transformés commercialisés sont potentiellement dangereux pour notre santé. Près d’ 1/3 des additifs autorisés jugés particulièrement nocifs UFC Que Choisir vient de dresser la liste des additifs alimentaires pouvant être nocifs pour notre santé. L’association s’est appuyée sur des études récentes d’instances scientifiques reconnues telles que l’Organisation mondiale de la santé OMS, le Centre international de recherche sur le cancer CIRC ou encore l’Agence européenne de santé des aliments AESA. Mauvaise nouvelle, sur les 300 additifs utilisés par les industriels, près d’un tiers serait tout particulièrement néfastes. C’est pourquoi l’association encourage les consommateurs à lire les étiquettes afin d’exclure les produits transformés comprenant un ou plusieurs de ces 87 additifs jugés toxiques. Quels sont ces additifs toxiques ? Les additifs alimentaires sont ces ingrédients qui commencent par la lettre "E" suivi d’un nombre, figurant sur les étiquettes des emballages de certains produits. Plusieurs d’entre eux seraient à exclure complètement d’après certaines études. Désormais, vous garderez loin de votre caddie Les agents identifiés comme cancérigènes Les caramels ou E150 c ou d ils sont présents dans un grand nombre de produits. Ils sont agressifs pour le système immunitaire et sont suspectés d’être cancérigènes. Les nitrites et les nitrates ou E249 à 252 ils sont associés à un risque de cancer colorectal. Ils sont ajoutés artificiellement et à des doses toxiques dans certaines denrées comme les charcuteries. Les BHA E320 ces conservateurs sont considérés comme perturbateurs endocriniens. Nous les retrouvons dans de nombreux aliments margarines, céréales, aliments déshydratés, le chewing-gum…. Ceux qui exposent à des troubles de l’attention comme l’hyperactivité chez l’enfant Les colorants azoïques ou E 102, E 104, E 122, E 110, E124, E 129 vous les retrouverez dans beaucoup de confiseries malheureusement très plébiscitées par les enfants. L’acide benzoïque ou E 210 cet agent neurotoxique se retrouve dans certaines boissons sucrées. Un appel lancé aux autorités européennes UFC Que Choisir dénonce un manque d’indépendance des procédures d’évaluation de la dangerosité des produits qui sont souvent mises en place par les industriels eux-mêmes. L’association de consommateurs demande aux autorités européennes d’instaurer un dispositif de contrôle indépendant et financé par des fonds collectés auprès des fabricants eux-mêmes. En outre, elle encourage le législateur à proscrire les 87 additifs reconnus toxiques par plusieurs études scientifiques. Un répertoire d’additifs pour mieux guider le consommateur A défaut de mesures entreprises par les autorités européennes, UFC Que choisir met à disposition des consommateurs un répertoire des 300 additifs que vous pourriez rencontrer dans vos assiettes. Ils sont classés selon leur nocivité en 4 catégories "acceptable", "tolérable", "peu recommandable" et "à éviter". Cette liste est destinée à éclairer le consommateur soucieux de sa santé et à l’orienter dans ses achats. La réaction des industries alimentaires "La vérité sur les additifs? c'est aux autorités scientifiques et aux pouvoirs publics de la donner et pas à un magazine grand public", a réagi l'Association nationale des industries alimentaires Ania dans un communiqué. L'Ania estime que ces ingrédients "ne sont pas dangereux", et permettent "de garantir la qualité des aliments, et notamment leur qualité sanitaire et la bonne stabilité des produits". "Ils ont été été évalués par les agences sanitaires et ont fait la preuve de leur innocuité. Ils sont autorisés par les pouvoirs publics", martèle l'Ania. Les entreprises de l'agroalimentaire "travaillent pour proposer des listes d'ingrédients plus courtes", conclut l'Ania, qui estime que "des progrès importants sont déjà réalisés par les entreprises".

lemak yakni cara pengolahan, keuntungan dan kerugian masing-masing. E. Rangkuman Bahan pangan yang kadar airnya tinggi tidak tahan lama dalam penyimpanannya, karena air merupakan medium tumbuhnya bakteri. Contoh ZAT ADITIF MAKANAN Pengertian Zat Aditif Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 329/ Menke

Zat aditif pada makanan berguna untuk menjaga makanan agar tetap segar dan tahan lama, serta meningkatkan cita rasa dan memperindah tampilannya. Zat aditif umumnya aman digunakan, tetapi ada beberapa jenis zat aditif yang diduga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Zat aditif pada makanan adalah semua bahan yang ditambahkan dan dicampurkan ke dalam produk makanan dan minuman selama proses pengolahan, penyimpanan, dan pengemasan. Di Indonesia, zat aditif pada makanan disebut dengan istilah Bahan Tambahan Pangan BTP. Produksi dan penjualan seluruh produk makanan dan minuman yang menggunakan zat aditif harus mendapatkan izin edar dan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM agar aman dikonsumsi oleh masyarakat. Kegunaan Zat Aditif pada Makanan Zat aditif umumnya ditambahkan ke dalam makanan untuk Memperlambat proses pembusukan Meningkatkan atau menjaga nilai gizi Membuat roti dan kue lebih mengembang Memperkaya rasa, warna, dan penampilan Menjaga konsistensi rasa dan tekstur makanan Informasi mengenai zat aditif pada makanan biasanya terlampir pada label makanan dengan nama kimiawi. Misalnya, garam adalah sodium atau natrium klorida, vitamin C adalah ascorbic acid atau asam askorbat, dan vitamin E adalah alpha tocopherol. Produsen biasanya hanya menggunakan zat aditif secukupnya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ada beberapa macam zat aditif yang paling sering digunakan pada makanan, di antaranya Garam Pemanis buatan, misalnya gula dan sirop jagung Asam sitrat Monosodium glutamat atau MSG Vitamin C dan vitamin E Butylated hydroxyanisole BHA dan butylated hydroxytoluene BHT Jenis-Jenis Zat Aditif pada Makanan Zat aditif pada makanan dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni zat aditif alami dan zat aditif sintetis atau buatan. Zat aditif makanan yang bersifat alami bisa berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, rempah-rempah, dan tanaman herbal yang dapat menambah cita rasa pada makanan. Menurut organisasi kesehatan dunia WHO dan organisasi pangan dan pertanian internasional FAO, jenis zat aditif pada makanan dapat digolongkan menjadi 3 kategori utama, yaitu Zat perasa makanan Ini adalah zat yang ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan aroma dan memperkuat rasa. Jenis zat aditif ini paling banyak digunakan dalam berbagai produk camilan, minuman ringan, sereal, kue, hingga yoghurt. Bahan perasa alami bisa berasal dari kacang, buah-buahan, sayuran, hingga rempah-rempah. Zat perasa makanan juga tersedia dalam bentuk sintetis yang mirip dengan rasa makanan tertentu. Enzyme preparation Jenis zat aditif ini biasanya diperoleh melalui proses ekstraksi dari tanaman, produk hewani, atau mikroorganisme seperti bakteri. Enzyme preparation umumnya digunakan sebagai alternatif zat aditif yang berbahan kimia dalam proses pemanggangan kue, pembuatan jus buah, fermentasi anggur dan bir, serta pembuatan keju. Zat aditif lainnya Jenis zat aditif ini meliputi zat pengawet, zat pewarna, dan zat pemanis. Zat pengawet dapat memperlambat pembusukan yang disebabkan oleh jamur, udara, bakteri, atau ragi. Selain itu, pengawet juga mampu menjaga kualitas makanan dan membantu mengendalikan kontaminasi pada makanan yang dapat menyebabkan penyakit, seperti botulisme. Beberapa jenis BTP pengawet yang diizinkan untuk digunakan dalam produk pangan, yaitu asam sorbat, asam benzoat, etil para-hidroksibenzoat, metil para-hidroksibenzoat, sulfit, nisin, nitrit, nitrat, asam propionate, dan lisozim hidroklorida. Selain itu, ada berbagai jenis zat aditif lain pada makanan. Masing-masing zat aditif tersebut memiliki kegunaannya tersendiri, yaitu Antioksidan, untuk mencegah makanan dari proses oksidasi yang menyebabkan makanan menjadi bau atau busuk Pengatur keasaman acidity regulator, untuk mengasamkan, menetralkan, atau mempertahankan tingkat keasaman pH makanan Humektan, untuk menjaga makanan tetap lembap Stabilizer, untuk mempertahankan kelarutan makanan Firming agent, untuk mempertahankan kerenyahan makanan Pengemulsi emulsifier, untuk mencegah pemisahan bahan dan membantu makanan lebih mudah larut Foaming agent, untuk membentuk buih Efek Samping Zat Aditif pada Makanan Untuk memastikan zat aditif pada makanan dapat digunakan tanpa efek berbahaya, maka ditetapkanlah jumlah asupan harian yang layak dikonsumsi Acceptable Daily Intake/ADI. ADI adalah perkiraan jumlah maksimal zat aditif pada makanan yang dapat dikonsumsi dengan aman setiap hari selama seumur hidup, tanpa efek kesehatan yang merugikan. Batas maksimum penggunaan zat aditif pada makanan ini telah ditentukan oleh BPOM. Bagi para produsen yang melanggar batas ketentuan tersebut, mereka bisa dijatuhi sanksi berupa penarikan produk dari peredaran hingga pencabutan izin usaha. Bagi kebanyakan orang, zat aditif pada makanan dalam jumlah yang aman tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, ada sebagian orang yang dapat mengalami efek samping, seperti diare, sakit perut, batuk pilek, muntah, gatal-gatal, dan ruam kulit, setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan zat aditif. Efek samping ini bisa saja terjadi jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap zat aditif tertentu atau jika kandungan zat aditif yang digunakan terlalu banyak. Ada beberapa zat aditif pada makanan yang diduga memiliki efek samping terhadap kesehatan, antara lain Pemanis buatan, seperti aspartam, sakarin, natrium siklamat, dan sucralose Asam benzoat dalam produk jus buah Lecithin, gelatin, tepung maizena, dan propilen glikol dalam makanan Monosodium glutamate MSG Nitrat dan nitrit pada sosis dan produk olahan daging lainnya Sulfit dalam bir, anggur, dan sayuran kemasan Maltodextrin Reaksi terhadap zat aditif apa pun bisa bersifat ringan atau parah. Misalnya, sebagian orang dapat mengalami gejala asma yang kambuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sulfit. Sementara itu, pemanis buatan aspartam dan MSG dapat menyebabkan efek samping berupa sakit kepala atau Chinese restaurant syndrome. Contoh lainnya, beberapa laporan menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dengan kadar nitrat dan nitrit yang tinggi dapat meningkatkan risiko terserang penyakit kanker. Untuk melindungi diri dari efek buruk kelebihan zat aditif pada makanan, seseorang dengan riwayat alergi atau intoleransi makanan harus lebih cermat dan teliti dalam memeriksa daftar bahan pada label kemasan. Jika muncul reaksi atau keluhan tertentu setelah mengonsumsi produk makanan dan minuman yang mengandung zat aditif, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Jika perlu, bawa contoh makanan atau minuman yang mungkin menjadi penyebabnya. Untukpenggunaan zat-zat aditif alami, umumnya tidak terdapat batasan mengenai jumlah yang boleh dikonsumsi perharinya. Untuk zat-zat aditif sintetik, terdapat aturan penggunaannya yang telah ditetapkan sesuai Acceptable Daily Intake (ADI) atau jumlah konsumsi zat aditif selama sehari yang diperbolehkan dan aman bagi kesehatan. Jika kita mengkonsumsinya melebihi ambang batas maka dapat Apakah Keuntungan Dan Kerugian Pemakaian Zat Aditif Alami – Pemakaian Zat Aditif Alami telah menjadi sebuah perdebatan di kalangan para ahli gizi dan organisasi kesehatan di seluruh dunia. Zat aditif alami adalah senyawa yang ditambahkan ke makanan, minuman, dan suplemen untuk meningkatkan kesegaran dan kesukaannya. Aditif alami juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan makanan untuk tahan lama dan untuk meningkatkan kandungan vitamin dan mineral. Meskipun ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari penggunaan zat aditif alami, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan. Keuntungan utama dari pemakaian zat aditif alami adalah tambahan nutrisi yang ditawarkan. Zat aditif alami dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Ini bermanfaat bagi orang yang tidak mengonsumsi makanan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan nutrisi mereka. Dengan menambahkan zat aditif alami ke diet mereka, mereka dapat mendapatkan asupan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka. Dengan menggunakan zat aditif alami, makanan juga dapat bertahan lebih lama dan memiliki rasa yang lebih kaya. Meskipun pemakaian zat aditif alami menawarkan banyak keuntungan, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan. Zat aditif alami dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Zat aditif alami juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain yang sedang digunakan, yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa zat aditif alami juga dapat meningkatkan risiko alergi makanan. Karena itu, penting untuk membaca label dan melakukan riset untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman untuk digunakan. Dalam kesimpulannya, pemakaian zat aditif alami dapat menawarkan banyak manfaat. Namun, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan, seperti kolesterol yang tinggi, interaksi obat-obatan, dan risiko alergi. Oleh karena itu, disarankan untuk membaca label dan melakukan riset sebelum memilih zat aditif alami. Dengan mengikuti saran ini, Anda dapat memastikan bahwa Anda mendapatkan keuntungan maksimal dari penggunaan zat aditif alami. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Apakah Keuntungan Dan Kerugian Pemakaian Zat Aditif – Keuntungan utama dari penggunaan zat aditif alami adalah tambahan nutrisi yang – Zat aditif alami dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam – Zat aditif alami juga dapat membantu membuat makanan tahan lama dan memiliki rasa yang lebih – Kerugian dari penggunaan zat aditif alami adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, interaksi obat-obatan, dan risiko alergi – Penting untuk membaca label dan melakukan riset untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman untuk digunakan. – Keuntungan utama dari penggunaan zat aditif alami adalah tambahan nutrisi yang ditawarkan. Penggunaan zat aditif alami adalah salah satu cara yang populer untuk meningkatkan kualitas makanan dan minuman. Zat aditif alami adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan untuk memaksimalkan kualitas cita rasa, warna, tekstur, dan aroma produk. Zat aditif alami juga dikenal sebagai bahan tambahan pangan atau bahan pengawet alami. Mereka juga digunakan untuk meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman yang dapat bertahan lama. Keuntungan utama dari penggunaan zat aditif alami adalah tambahan nutrisi yang ditawarkan. Beberapa jenis zat aditif alami seperti vitamin, mineral, dan antioksidan dikenal sebagai nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan manusia. Ini membuat produk makanan dan minuman yang menggunakan zat aditif alami menjadi lebih sehat dan bermanfaat bagi konsumen. Selain itu, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kualitas organoleptik produk makanan dan minuman. Ini termasuk meningkatkan rasa, warna, tekstur, dan aroma produk. Hal ini membuat produk menjadi lebih menarik bagi konsumen. Mereka juga dapat membantu meningkatkan citarasa produk dan memungkinkan produk untuk tahan lama lebih lama. Zat aditif alami juga dapat membantu meningkatkan daya tahan produk makanan dan minuman. Ini bisa terjadi karena zat aditif alami dapat menetralkan perubahan pH dalam produk dan meminimalkan risiko kerusakan produk. Meskipun ada banyak keuntungan dari penggunaan zat aditif alami, ada juga beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan. Salah satu kerugian utama adalah bahwa zat aditif alami dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Ini karena beberapa zat aditif alami dapat mengandung zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Selain itu, banyak zat aditif alami juga dapat mengandung kadar tinggi senyawa yang berbahaya. Hal ini dapat meningkatkan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Kesimpulannya, penggunaan zat aditif alami dapat memberikan banyak manfaat bagi konsumen, seperti nutrisi tambahan, kualitas organoleptik yang lebih baik, dan daya tahan produk yang lebih tinggi. Namun, penggunaan zat aditif alami juga dapat menyebabkan beberapa risiko, seperti reaksi alergi, dan kontaminasi dengan senyawa berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa produk yang menggunakan zat aditif alami aman untuk dikonsumsi. – Zat aditif alami dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Zat aditif alami adalah bahan yang ditambahkan ke makanan dengan tujuan untuk meningkatkan warna, rasa, tekstur, dan kadar nutrisi. Zat aditif terdiri dari berbagai jenis, termasuk buatan, alami, dan bahan lain yang disebut zat aditif alami. Zat aditif alami dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Keuntungan dari zat aditif alami adalah bahwa mereka berasal dari sumber alami, sehingga makanan yang mengandung zat aditif alami dapat dikonsumsi dengan aman. Beberapa contoh zat aditif alami meliputi sayuran, buah-buahan, kacang, biji-bijian, dan biji-bijian. Zat aditif alami juga dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan, seperti vitamin A, D, E, dan K. Vitamin dan mineral ini sangat penting untuk kesehatan tubuh, sehingga mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif alami dapat membantu meningkatkan kesehatan. Selain itu, zat aditif alami juga dapat digunakan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan. Beberapa jenis zat aditif alami yang digunakan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan meliputi bumbu, rempah-rempah, dan bahan lain yang dapat memberikan rasa dan tekstur yang diinginkan. Zat aditif alami juga dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan gizi dan mengurangi zat aditif buatan yang mungkin berbahaya untuk kesehatan. Kerugian dari zat aditif alami adalah bahwa mereka dapat meningkatkan kandungan gula, lemak, dan kalori dalam makanan, yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Selain itu, zat aditif alami juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang rentan. Oleh karena itu, penting untuk membaca label makanan dengan hati-hati dan memastikan bahwa zat aditif alami yang digunakan adalah aman untuk dikonsumsi. Kesimpulannya, zat aditif alami dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Keuntungannya adalah bahwa mereka berasal dari sumber alami dan dapat digunakan untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan kandungan gizi makanan. Namun, zat aditif alami juga dapat meningkatkan kandungan gula, lemak, dan kalori dalam makanan, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Oleh karena itu, penting untuk membaca label makanan dengan hati-hati dan memastikan bahwa zat aditif alami yang digunakan adalah aman untuk dikonsumsi. – Zat aditif alami juga dapat membantu membuat makanan tahan lama dan memiliki rasa yang lebih kaya. Zat aditif alami merupakan bahan yang ditambahkan ke makanan untuk memberikan rasa, tekstur, warna, atau nutrisi. Zat aditif alami dapat berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral dan dapat menjadi bagian dari makanan yang diolah. Zat aditif alami telah digunakan selama berabad-abad untuk meningkatkan rasa dan kualitas makanan, seperti garam, gula, dan rempah-rempah. Zat aditif alami juga dapat membantu membuat makanan tahan lama dan memiliki rasa yang lebih kaya. Hal ini karena zat aditif alami dapat meningkatkan kadar gizi dan menjaga citarasa makanan, serta membantu menghilangkan bau yang tidak menyenangkan. Zat aditif alami juga dapat membantu menghindari kerusakan nutrisi yang disebabkan oleh proses pengawetan, seperti penggunaan formalin dan nitrit. Selain itu, zat aditif alami dapat membantu meningkatkan tekstur makanan, membuatnya lebih lezat, dan memberikan tampilan yang menarik. Meskipun terdapat banyak keuntungan dari penggunaan zat aditif alami, ada juga beberapa kerugian. Penggunaan zat aditif alami dapat membuat makanan menjadi lebih mahal karena bahan-bahan yang digunakan mungkin lebih sulit didapatkan dan mahal. Selain itu, zat aditif alami juga dapat memperburuk kualitas makanan jika tidak digunakan dengan benar. Penggunaan zat aditif alami yang tidak sesuai dapat menyebabkan makanan menjadi terlalu asin, pahit, atau berasa. Kesimpulannya, zat aditif alami dapat menawarkan banyak keuntungan, seperti membantu makanan tahan lama dan memiliki rasa yang lebih kaya. Namun, ada juga beberapa kerugian yang harus diperhatikan saat menggunakan zat aditif alami, seperti biaya yang lebih tinggi dan risiko kerusakan kualitas makanan. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dan memastikan bahwa zat aditif alami yang digunakan sesuai dengan standar yang ditetapkan. – Kerugian dari penggunaan zat aditif alami adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, interaksi obat-obatan, dan risiko alergi makanan. Zat aditif alami adalah bahan tambahan yang ditambahkan ke makanan untuk meningkatkan rasa, warna, dan aromanya. Beberapa bahan yang digunakan sebagai zat aditif alami meliputi rempah-rempah, bumbu, dan ekstrak tumbuhan. Zat aditif alami telah digunakan selama berabad-abad untuk meningkatkan cita rasa makanan. Meskipun ada beberapa manfaat dari penggunaan zat aditif alami, ada juga kerugian yang harus dipertimbangkan. Keuntungan utama yang terkait dengan penggunaan zat aditif alami adalah bahwa mereka menawarkan rasa yang menyenangkan tanpa bahan kimia berbahaya. Selain itu, bahan alami juga rendah kalori dan kaya akan nutrisi. Beberapa zat aditif alami juga bermanfaat untuk kesehatan jika digunakan dalam dosis yang tepat. Sebagai contoh, rempah-rempah seperti kurkuma, jahe, dan kayu manis dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis. Namun, ada beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan ketika menggunakan zat aditif alami. Salah satu kerugian utama adalah bahwa beberapa zat aditif alami dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, ada juga risiko interaksi obat-obatan dan alergi makanan yang perlu dipertimbangkan. Penggunaan zat aditif alami dapat menyebabkan interaksi obat-obatan yang berbahaya. Beberapa zat aditif alami dapat berkontribusi pada peningkatan atau penurunan efektifitas obat-obatan tertentu. Untuk mencegah efek samping, penting untuk membaca label produk secara hati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan zat aditif alami. Selain itu, beberapa orang dapat mengalami alergi makanan akibat penggunaan zat aditif alami. Penggunaan zat aditif alami dapat menyebabkan reaksi alergi seperti sakit kepala, mual dan muntah, ruam kulit, atau bahkan kejang. Karena beberapa zat aditif alami dapat menyebabkan alergi, penting untuk membaca label dengan hati-hati dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala alergi. Dalam kesimpulan, ada beberapa manfaat dan kerugian dari penggunaan zat aditif alami. Keuntungan utama adalah bahwa zat aditif alami menawarkan rasa yang enak dengan sedikit bahan kimia berbahaya. Namun, kerugian dari penggunaan zat aditif alami adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, interaksi obat-obatan, dan risiko alergi makanan. Oleh karena itu, penting untuk membaca label dengan teliti dan meminta nasihat dokter sebelum menggunakan zat aditif alami. – Penting untuk membaca label dan melakukan riset untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman untuk digunakan. Zat aditif alami telah digunakan selama berabad-abad untuk memperkaya makanan dan minuman. Zat aditif alami dapat membuat produk makanan dan minuman lebih menarik, memperbaiki rasa, tekstur dan juga mencegah kerusakan. Mereka juga dapat meningkatkan daya simpan, meningkatkan daya tahan dan meningkatkan kualitas produk. Keuntungan utama dari zat aditif alami adalah bahwa mereka dianggap aman untuk digunakan. Karena mereka dianggap alami, zat aditif alami dianggap lebih aman daripada bahan kimia buatan manusia yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya. Juga, banyak zat aditif alami bersifat organik, sehingga mereka dapat diterima oleh sebagian orang yang memiliki keinginan untuk menghindari produk olahan. Selain itu, zat aditif alami juga relatif murah dan mudah didapat. Karena mereka dianggap alami, zat aditif alami juga dapat membantu mengurangi biaya produksi, karena mereka tidak akan membutuhkan proses kimia yang mahal untuk dibuat. Selain keuntungan, ada juga beberapa kerugian dari pemakaian zat aditif alami. Pertama, banyak zat aditif alami tidak dapat digunakan untuk produk makanan atau minuman karena tingkat kontaminasi yang tinggi. Juga, kualitas zat aditif alami dapat bervariasi bergantung pada sumbernya, karena ada kemungkinan bahwa zat aditif alami yang diperoleh dari sumber yang berbeda dapat berbeda dalam kualitas. Selain itu, penting untuk membaca label dan melakukan riset untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman untuk digunakan. Meskipun zat aditif alami dianggap aman, terkadang mereka dapat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan jika digunakan dalam jumlah yang berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman digunakan dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Jadi, dengan kata lain, zat aditif alami memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Keuntungan utamanya adalah bahwa zat aditif alami dianggap aman dan dapat membantu meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman. Namun, penting untuk membaca label dan melakukan riset untuk memastikan bahwa zat aditif yang dipilih aman untuk digunakan. Selain itu, zat aditif alami juga mungkin mengandung bahan kimia berbahaya jika digunakan dalam jumlah yang berlebihan. Dengan demikian, untuk menggunakan zat aditif alami secara aman dan efektif, penting untuk mengetahui keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu. Padasub-bab sebelumnya, saya telah membahas keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif secara umum. Pada sub-bab ini, saya akan membahas secara khusus pengaruh penggunaan zat aditif bagi kesehatan tubuh manusia. Kegunaan zat adiktif dan psikotropika sangat diperlukan dalam bidang kesehatan sebagai obat anestesi / obat bius. 2. Macam Penggunaaan zat aditif pada makanan seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif. Dampak yang paling sering muncul adalah dari penggunaan bahan aditif sintetik karena menggunakan bahan kimia hasil olahan industri. Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan bahan aditif, kita perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan adalah sebagai berikut a Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif tidak berlebihan. b Teliti memilih makanan yang mengandung zat aditif dengan memeriksa kemasan, karat atau cacat lainnya. c Memilih sendiri zat aditif yang akan digunakan sebagai bahan makanan. d Menggunakan zat aditif yang berasal dari alam. e Memeriksa tanggal produksi dan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan makanan yang akan dikonsumsi. f Memeriksa bahan-bahan kimia yang terkandung dalam makanan dengan cara membaca komposisi bahan pada kemasan. g Memeriksa apakah makanan yang akan dikonsumsi telah terdaftar di Departemen Kesehatan atau belum. c. pengawet d. pemanis e. anti oksidan 2. Penyakit apa yang dapat diakibatkan dari kelebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat MSG? 3. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari penggunaan zat pemanis buatan! akar tumbuhan polong, dan mengembangkan metode pengawetan mentega. Pada 1945, Virtanen menjadi pemenang Hadiah Nobel dalam bidang kimia untuk penelitian dan penemuannya dalam kimia pertanian dan gizi, khususnya untuk metode pengawetan makanan ternaknya AIV Fodder. Metode yang dipatenkan pada 1932 itu pada dasarnya adalah sejenis makanan ternak yang disimpan rapat yang meningkatkan mutu penyimpanan makanan ternak hijau yang penting selama musim dingin yang panjang. Proses itu termasuk penambahan asam hidroklorat dan sulfat yang ditambahi air ke butir padi yang baru disimpan. Peningkatan keasaman menghambat fermentasi yang berbahaya dan tak memiliki efek samping atas nilai gizi makanan itu atau pada hewan yang diberi makan. Kilasan Materi • Zat aditif adalah zat-zat tambahan yang digunakan pada makanan dengan tujuan tertentu. • Tujuan penambahan zat aditif pada makanan adalah memberikan rasa sedap, mengawetkan, memberi warna, pemanis, dan memberikan aroma. • Contoh bahan pewarna alami adalah beta-karoten kuning, klorofil hijau, karamel cokelat hitam, dan anato oranye. • Contoh bahan pewarna alami adalah eritrosin merah, kuning FCF kuning, hijau FCF hijau, cokelat HT cokelat, dan biru berlian biru. • Pengawet merupakan bahan yang sering digunakan untuk mengawetkan makanan sehingga makanan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. • Pemanis adalah zat yang ditambahkan kepada makanan atau minuman sehingga menimbulkan rasa manis. • Anti oksidan merupakan suatu zat aditif pada makanan berupa senyawa yang mudah teroksidasi. • Untuk menghindari bahaya dari penggunaan zat aditif, sebaiknya kita menggunakan zat aditif yang alami dan mengurangi penggunaan zat aditif sintesis. Maraknya penyalahgunaan zat aditif pada makanan merupakan suatu alasan agar kita lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Zat aditif dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui jenis-jenis zat aditif yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, kamu juga harus mengetahui zat-zat apa saja yang terkandung dalam makanan yang akan kamu makan. Setelah kamu mempelajari zat aditif pada makanan, manfaat apa yang kamu peroleh? Sebutkan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan zat aditif pada makanan! 1. Zat aditif makanan yang berasal dari bahan kimia dapat berdampak negatif karena .... a. diperoleh dari ekstraksi tumbuh-tumbuhan b. bahan kimia pada zat aditif sulit diuraikan oleh tubuh c. menambah nafsu makan d. membuat tubuh terasa segar 2. Salah satu zat aditif makanan yang digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes adalah .... a. vetsin c. sakarin b. formalin d. tetrazine 3. Zat aditif makanan yang dapat merusak organ hati dan ginjal adalah .... a. CFC c. siklamat b. boraks d. MSG 4. Penyakit gondok dapat disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan .... a. vitamin A b. iodin c. asam benzoat d. klorofil 5. Berikut ini yang termasuk zat aditif yang berfungsi sebagai pengawet, kecuali .... a. gula b. asam propionate c. garam d. monosodium glutamat 6. Penggunaan monosodium glutamat MSG secara berlebihan dapat a. chinese restaurant syndrome b. xerophtalmia c. gondok d. diabetes 7. Betakaroten, klorofil, dan eritrosin merupakan contoh zat aditif yang digunakan sebagai .... a. pemanis c. penyedap b. pengawet d. pewarna 8. Zat aditif pemanis yang sering digu-nakan sebagai campuran minuman ringan adalah .... a. siklamat c. tetrazine b. formalin d. boraks 9. Berikut ini adalah gejala yang ditimbulkan bila orang mengalami penyakit chinese restaurant syndrome, kecuali .... a. tubuh cepat merasa lelah b. sesak nafas c. kepala pusing d. nafsu makan bertambah 10. Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan, kecuali .... a. menggunakan zat aditif yang berasal dari alam b. memeriksa komposisi makanan yang terdapat pada kemasan makanan kaleng c. mengurangi penggunaan zat aditif yang merugikan kesehatan d. menggunakan boraks sebagai pengawet makanan A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Zat aditif ada yang alami dan ada yang sintesis. Coba kamu sebutkan perbedaan dari zat aditif alami dan zat aditif sintesis! Bagaimana perbedaan efek samping yang ditimbulkannya? Jelaskan! 2. Setiap hari kamu pasti menikmati bahan makanan yang mengandung zat aditif, seperti permen, es krim, dan sebagainya. Sekarang, coba kamu sebutkan zat aditif apa saja yang terdapat dalam makanan yang kamu nikmati sehari-hari! 3. Penyalahgunaan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh yang digunakan sebagai zat aditif merugikan konsumen. Mengapa hal ini dapat terjadi? Upaya apa saja yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini? Diskusikan bersama teman sekelompokmu! B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian zat aditif pada makanan! Sebutkan beberapa contoh zat aditif beserta kegunaannya! 2. Sebutkan bahan-bahan yang termasuk zat aditif alami dan zat aditif sintetik! 3. Mengapa zat adiktif alami cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan zat aditif sintetik? Jelaskan! 4. Sebutkan dan jelaskan beberapa penyakit yang merupakan akibat dari penggunaan zat aditif! 5. Bagaimana cara mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat aditif pada makanan? Bab 11 Zat Adiktif dan Psikotropika Peta Konsep Zat Adiktif dan Psikotropika Di era modern ini banyak sekali kasus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Para pelaku ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak kepolisian. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus ditiru, tetapi harus dijauhi. Apa yang dimaksud dengan zat adiktif dan psikotropika? Apa saja jenis zat adiktif dan psikotropika itu? Bagaimanakah dampaknya jika kita menyalahgunakan zat adiktif dan psikotropika? Ayo temukan jawabannya dalam bab ini. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika, sifatnya, dan dampak penggunaannya, serta menjelaskan cara menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika. Gambar Berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika S u m be r im age .go ogl om membahas Zat Adiktif Psikotropika - Pengertian - Penggolongan/jenis - Dampak penggunaan - Pencegahan dan pengobatan Saat ini telah banyak media yang menyajikan berita kriminalitas. Banyak faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan kriminalitas. Namun, yang paling menonjol adalah karena alasan ekonomi. Banyak orang yang stres karena tidak memiliki pekerjaan, akhirnya menjadi pengedar obat-obatan terlarang. Mungkin kamu pernah mendengar berita tertangkapnya bandar besar, penyalur, ataupun para pemakai obat-obatan terlarang. Banyak sekali ditemukan kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang sehingga membuat masyarakat menjadi resah dan khawatir ada anggota keluarganya yang terlibat dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Kini, sudah marak beredarnya zat-zat adiktif dan psikotropika, tidak hanya di kalangan remaja saja, tetapi sudah mulai beredar di kalangan anak-anak dan dewasa. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati agar tidak menjadi korbannya. Agar kamu tidak menjadi korbannya, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu zat adiktif dan psikotropika. Ayo cermati setiap uraiannya. A. Zat Adiktif Berikut ini adalah uraian tentang zat adiktif. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat memahaminya. 1. Pengertian Zat Adiktif dan Jenis-Jenis Zat Adiktif Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya sehingga dapat mempengaruhi pengguna untuk terus mengkonsumsinya. Efek yang paling berpengaruh bagi pengguna adalah efek secara psikologis yang dapat menyebabkan ketergantungan terhadap zat tersebut, selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Banyak terdapat zat-zat yang bersifat adiktif. Namun, tidak semua jenis zat adiktif dikenal oleh masyarakat umum. Dari berbagai zat yang bersifat adiktif, masyarakat lebih mengenal zat adiktif pada rokok dan minuman keras karena terlihat bahwa konsumen rokok dan minuman keras mengalami efek ketagihan. 2. Rokok dan Minuman Keras Beserta Dampaknya Rokok merupakan jenis benda yang memiliki sifat adiktif. Rokok berasal dari pohon tembakau yang dikeringkan, lalu dibungkus dengan kertas. Rokok dapat dinikmati oleh konsumen dengan membakar ujung rokok, lalu dihisap. Sahabatku, Ilmuwan Adolph Wilhelm Hermann Kolbe 1818-1884 adalah seorang kimiawan Jerman. Kolbe dilahirkan di Elliehausen dekat Hanover, Jerman. Pada 1869, ia mulai bekerja di Universitas Leipzig. Pada masa itu, para ahli kimia percaya bahwa senyawa organik dan senyawa anorganik terpisah satu sama lainnya, dan senyawa organik hanya bisa diperoleh dari makhluk hidup. Namun, Kolbe percaya bahwa senyawa organik dapat disintesis dari senyawa anorganik secara langsung atau tidak langsung melalui reaksi substitusi. Ia membuktikan teorinya dengan mensintesis asam asetat dari karbon disulfida melalui beberapa tahap 1843-1845. Ia Rokok mengandung berbagai macam racun yang dapat merusak kesehatan penggunanya. Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengganggu orang lain di sekitarnya. Telah banyak orang mengetahui bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok. Ketika rokok dibakar, akan timbul berbagai jenis racun yang dikandungnya. Dalam rokok terdapat tidak kurang dari 1000 macam racun. Dari berbagai racun yang terkandung dalam rokok, kita lebih mengenal nikotin. Nikotin memiliki sifat adiktif yang cukup kuat. Selain nikotin, masih banyak zat-zat berbahaya pada rokok. Berikut ini adalah beberapa zat racun yang terdapat pada rokok. a. Nikotin Nikotin merupakan racun yang terdapat pada tembakau dan dapat menimbulkan efek ketagihan, serta dapat menaikkan tekanan darah. Nikotin bersifat toksik karena pada dosis 60 mg untuk orang dewasa dapat menimbulkan paralisis atau kegagalan pernapasan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Selain itu, nikotin dapat meningkatkan detak jantung yang berakibat otot-otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya, akhirnya otot-otot jantung akan mengalami kerusakan. b. Karbon Monoksida Rokok yang dibakar akan mengeluarkan gas karbon monoksida. Orang yang menghisap asap rokok yang mengandung karbon monoksida, akan timbul efek dalam tubuhnya berupa terhambatnya pengikatan oksigen oleh tubuh dan pengiriman oksigen ke dalam sel-sel tubuh yang akhirnya dapat membuat napas menjadi sesak. c. Tar Tar merupakan zat kimia yang muncul ketika tembakau dibakar. Tar yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan kanker paru-paru. d. Asam Sianida Asam sianida merupakan zat racun yang dapat merusak alat-alat pencernaan. Info Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya. Pikirkanlah Apa kerugian dan manfaat yang didapatkan oleh orang yang merokok? Coba kamu tanyakan kepada orang yang merokok, kemudian jelaskan kembali! ! juga mengubah penjelasan tentang radikal bebas, berjasa dalam pencetusan teori struktur, dan memprediksikan keberadaan alkohol sekunder dan tersier. Selain pada rokok, zat adiktif juga terdapat pada minuman keras. Minuman keras mengandung alkohol yang dapat menimbulkan efek ketagihan. Alkohol memberikan efek memabukkan bagi orang yang meminumnya. Alkohol merupakan hasil fermentasi berbagai bahan makanan, seperti gandum, singkong, dan beras ketan. Alkohol telah digunakan sebagai bahan campuran minuman keras dengan kadar tertentu dan telah dipasarkan dengan berbagai merek dagang, di antaranya a Bir memiliki kandungan alkohol 3-7%. b Anggur memiliki kandungan alkohol 12 - 14%. c Wiski dan brandi memiliki kandungan alkohol 35%. Orang yang meminum alkohol memiliki ciri-ciri riang, gembira, banyak tertawa, muka memerah, jalan sempoyongan, bicara ngelantur, dan tingkah laku tidak karuan. Bahaya yang ditimbulkan bagi orang yang meminum minuman yang beralkohol, di antaranya a Sistem syarafnya terganggu sehingga menurunkan tingkat kesadaran. b Konsumsi secara berlebihan dapat menghentikan kerja otak. c Sistem kerja darah mengalami gangguan sehingga menyebabkan muka merah. d Timbulnya penyakit hipotermia. e Rusaknya ginjal sehingga tidak dapat menyerap cairan. f Rusaknya organ-organ pencernaan makanan. 3. Pencegahan dan Pengobatan Ketergantungan Zat Adiktif Dalam upaya pencegahan dan pengobatan ketergan-tungan zat adiktif pada rokok, maka dilakukan hal-hal sebagai berikut a Tidak mencoba untuk merokok. b Memahami bahaya merokok dengan sering mengikuti seminar atau penyuluhan anti rokok. c Mengurangi pergaulan dengan orang yang merokok. d Bagi orang yang merokok, sebaiknya sering memerik-sakan kesehatannya ke dokter. e Bagi orang yang merokok, harus menghormati orang yang tidak merokok, yaitu dengan tidak merokok di sembarang tempat. f Bagi orang yang merokok, sebaiknya meminum obat atau jamu yang dapat mengurangi efek racun dalam rokok. Gambar Beberapa jenis minuman keras S u mb er Im age b an k 1. Jelaskan pengertian dari zat adiktif! Sebutkan beberapa contohnya! 2. Apa saja racun yang terdapat pada rokok? Jelaskan! 3. Apakah dampak yang ditimbulkan bila kita meminum minuman yang beralkohol? 4. Bagaimana ciri-ciri fisik orang yang memiliki ketergantungan kepada zat adiktif? 5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan penyembuhan akibat dari penggunaan zat adiktif? Menguji Diri Sedangkan, untuk pencegahan dan pengobatan ketergantungan zat adiktif pada minuman keras, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut a Tidak mencoba untuk meminum minuman keras. b Menjauhi minuman keras. c Mengurangi pergaulan dengan orang yang meminum minuman keras. d Bagi orang yang meminum minuman keras, sebaiknya meminum obat atau jamu yang dapat menetralisir dampak minuman keras. e Bagi orang yang meminum minuman keras, hendaknya lebih sering memeriksakan kesehatannya ke dokter f Bagi orang yang meminum minuman keras, segeralah bertaubat dan memahami bahwa meminum minuman keras itu haram. B. Psikotropika Berikut ini adalah uraian tentang psikotropika. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat memahaminya. 1. Pengertian Psikotropika dan Penggolongan Zat Psikotropika Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. Psikotropika ini dapat diperoleh secara alamiah ataupun buatan manusia sintetik yang sifatnya psikoaktif dan berpengaruh pada susunan saraf pusat sehingga menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika dapat menurunkan kinerja otak atau merangsang susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan Info Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. Gambar Kaktus peyot merupakan bahan pembuat obat halusinogen S u m be r go ogl d halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan menyebabkan ketergantungan. Penggunaan psikotropika secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan penggunanya yang pada akhirnya dapat berujung kepada kematian. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, psikotropika dapat dikelompokkan menjadi obat stimulan, depresan, dan halusinogen. a. Obat Stimulan Jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan dapat memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga dapat menimbulkan efek lebih percaya diri. Banyak jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan, misalnya kafein, kokain, ganja, dan amfetamin. Zat amfetamin biasanya terdapat pada pil ekstasi. b. Obat Depresan Jenis psikotropika yang termasuk obat depresan dapat memberikan efek, yaitu kerja sistem saraf berkurang, menurunkan kesadaran, dan mengantuk. Jenis zat yang termasuk obat depresan, misalnya alkohol, sedatin atau pil BK, Magadon, Valium, dan Mandrak MX, Cannabis dan Barbiturat. c. Obat Halusinogen Obat halusinogen merupakan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Contohnya adalah Licercik Acid Dhietilamide LSD, psylocibine, micraline dan mariyuana. 2. Dampak Penggunaan Psikotropika Penggunaan psikotropika dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Selain itu, banyak terjadi tindakan kriminal yang disebabkan karena penyalahgunaan zat psikotropika. Pengguna zat psikotropika akan mengalami kehancuran dalam hidupnya dan akan mengalami gangguan kesehatan sehingga masa depannya menjadi suram. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat psikotropika adalah sebagai berikut a Berbagai macam zat narkotika seperti candu, heroin, dan ganja dapat menyebabkan syaraf terganggu dan menimbulkan ketagihan yang pada akhirnya akan berujung kepada kematian. b Kokain dapat menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan menimbulkan depresi. a. Gambar a Ekstasi b Kokain c Pohon ganja S u m be r go ogl d c. b. Gambar Dampak penyalahgunaan psikotropika c Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernapasan, bahagia yang berlebihan eufhoria, dan kematian. d Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan ketenangan. e Barbiturat dapat mengakibatkan mudah tertidur lelap dan dapat menimbulkan kematian. Orang yang menggunakan zat psikotropika dapat dikenali dengan memperhatikan ciri-ciri fisiknya, yaitu a Badannya lemas dan tidak bertenaga. b Mukanya pucat dan tubuhnya kurus. c Tubuh menggigil disertai dengan teriakan histeris. d Rambut dan giginya rontok. 3. Pencegahan dan Pengobatan Ketergantungan Zat Psikotropika Dari berbagai dampak negatif penggunaan zat psiko-tropika, perlu adanya upaya untuk menghindarinya. Beberapa sikap yang dapat dilakukan untuk menjauhi pengaruh negatif zat psikotropika adalah sebagai berikut a Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, salah satunya dengan sering mengikuti dan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. b Menjauhi zat psikotropika dan tidak mencoba untuk mengkonsumsinya. c Tidak bergaul dengan pemakai ataupun pengedar zat psikotropika. d Sering mengikuti penyuluhan dan seminar tentang narkotika agar dapat membentengi diri dari penyalah-gunaan psikotropika. e Menyibukkan diri dengan hal-hal yang sifatnya positif. Tidak jarang pengguna zat psikotropika yang pada akhirnya menyadari akan bahaya yang ditimbulkan zat tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya pengobatan guna untuk pemulihan kondisi tubuh pengguna. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati ketergantungan terhadap zat psikotropika adalah sebagai berikut a Memeriksakan kesehatan tubuh pengguna ke dokter dan mengkonsultasikan upaya untuk menghilangkan racun yang ditimbulkan akibat zat psikotropika. b Sikap peduli dan perhatian dari anggota keluarga, teman, dan sahabat dapat memberikan semangat untuk sembuh dari ketergantungan akan zat psikotropika. c Melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan. S u m be r go ogl d Kilasan Materi • Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya. • Rokok mengandung berbagai macam racun yang dapat merusak kesehatan penggunanya, seperti nikotin, karbon monoksida, tar, dan asam sianida. • Nikotin merupakan racun yang terdapat pada tembakau dan dapat menimbulkan efek ketagihan serta dapat menaikkan tekanan darah. • Minuman keras mengandung alkohol yang dapat menimbulkan efek ketagihan dan efek memabukkan bagi orang yang meminumnya. • Psikotropika adalah suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. • Jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan dapat memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga dapat menimbulkan efek lebih percaya diri. • Jenis psikotropika yang termasuk obat depresan dapat menyebabkan kerja sistem saraf berkurang, menurunkan kesadaran, dan mengantuk. • Obat halusinogen merupakan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Setelah kamu mempelajari zat adiktif dan psikotropika, coba kamu jelaskan kembali jenis-jenis zat adiktif dan psikotropika serta bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaannya! Manfaat apa yang kamu peroleh setelah mempelajarnya? 1. Jelaskan pengertian zat psikotropika! 2. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, terdiri dari apa saja zat psikotropika? Jelaskan! 3. Apakah dampak negatif dari penggunaan zat psikotropika? 4. Bagaimana cara mencegah dan mengobati orang yang memiliki ketergantungan kepada zat psikotropika? Menguji Diri Carilah informasi dari berbagai sumber tentang cara-cara pengobatan bagi para korban ketergantungan zat adiktif dan psikotropika! Setelah itu, diskusikanlah bersama guru dan teman sekelompokmu! 1. Yang dimaksud zat adiktif adalah .... a. zat yang dapat menimbulkan efek ketagihan b. zat yang digunakan sebagai campuran makanan c. zat yang dapat meningkatkan ketahanan fisik d. zat yang dapat mengawetkan makanan 2. Rokok dapat digolongkan ke dalam zat adiktif karena .... a. dapat meningkatkan kecerdasan akibat nikotin b. dapat meningkatkan selera makan akibat tar c. dapat menambah ketahanan tubuh akibat karbon monoksida d. dapat menimbulkan ketagihan akibat nikotin 3. Racun pada rokok yang dapat menye-babkan sesak napas adalah .... a. nikotin b. tar c. karbon monoksida d. asam sianida 4. Yang bukan merupakan efek dari kecanduan alkohol adalah .... a. nafsu makan bertambah b. hilangnya kesadaran c. mabuk d. terganggunya sistem saraf 5. Untuk mencegah terjadinya penya-lahgunaan penggunaan zat adiktif, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali .... a. tidak mencoba untuk meminum minuman keras b. menjauhi minuman keras c. mengedarkan zat adiktif secara sembunyi-sembunyi d. mengurangi pergaulan dengan orang yang meminum minuman keras 6. Yang dimaksud zat psikotropika adalah .... a. zat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya b. zat yang dapat menambah tenaga c. zat yang dapat menambah nafsu makan d. zat yang digunakan untuk meng-awetkan makanan 7. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, Keuntungandan Kerugian Suspensi ( Howard C. Ansel halaman 355 dan buku farmasetika dasar Rute pemerian ini dibatasi pembuatan formula,kekisaran aditif yang agak sempit. contohnya,benzil alkohol,kloritanol,metil paraben dan propilparaben zat untuk isotonisitas contohnya natrium klorida dan zat untuk pendapar contohnya natrium sitrat. Halini menyebabkan sangat disarankan untuk anak-anak untuk tidak mengonsumsi mi instan karena tidak baik untuk pertumbuhan anak. 2. Obesitas. Bahaya dari mengonsumsi mi instan adalah obesitas. Mi instan memang dapat memberikan efek mengenyangkan, namun juga cepat membuat kamu merasa lapar dan membuat kamu akan cenderung ingin makan kembali. .
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/462
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/211
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/73
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/493
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/160
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/487
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/115
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/206
  • keuntungan dan kerugian zat aditif