10Cara Memberikan Motivasi Siswa Dalam Belajar. Diposkan oleh Guru SD 5/08/2017. Dalam dunia pendidikan, terutama dalam kegiatan belajar, bahwa kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual saja, melainkan juga oleh faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting Guru harus menjalankan strategi dengan mencapai pembelajaran yang maksimal, seorang guru harus konsisten. Hal ini akan membuat pembelajaran terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Konsistensi seorang guru harus dibarengi dengan kegigihan mengajar agar anak didiknya Guru Harus KonsistenBersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian adalah semboyan guru ketika mengajar muridnya. Hal ini juga erat kaitannya dengan konsistensi. Sebenarnya apa itu konsistensi? Merupakan suatu ketetapan dan kemantapan dalam melakukan seorang guru, konsistensi adalah teguh pendirian dalam memberikan ilmu yang bermanfaat bagi anak didiknya. Kelak mereka bisa tumbuh menjadi orang sukses berkat ilmunya. Konsisten seorang guru sangatlah penting untuk keberlangsungan dalam belajar harus menjadi sikap utama yang harus diutamakan. Mengingat bahwa peran guru adalah mencetak generasi unggul demi menyiapkan masa yang akan datang. Semua murid harus bisa mencapai pendidikan yang semestinya. Sebab pendidikan adalah hak setiap anak adalah alasan guru harus konsisten1. Memberikan Kualitas Guru yang Semakin BaikGuru yang selalu konsisten bisa mengalahkan mereka yang cerdas dan berbakat. Semua guru bisa menjadikan muridnya pandai dan mencapai goals yang diinginkan. Tetapi, tidak semua guru bisa salah satu alasan mengapa guru harus memiliki konsistensi yang tinggi. Guru bisa mengalahkan kualitas seseorang dengan terus tekun dan teguh pendirian. Memiliki cara mengajar yang berbeda dibarengi dengan usaha yang seorang guru harus menjalankan strategi dengan baik. Tidak bisa hanya sekali dua kali saja, tetapi harus berkali-kali sampai membuahkan hasil. Selain itu, melakukan evaluasi agar bisa lebih harus konsisten merupakan strategi yang efektif untuk terus maju. Bahkan mampu bersaing dengan mereka yang lebih hebat. Tetapi, konsisten harus diimbangi dengan kualitas dasar yang Semakin DisiplinKonsisten seorang guru juga bisa menjadikan guru lebih disiplin. Guru yang disiplin akan memiliki kualitas kerja yang baik. Kebanyakan guru hanya menunggu ide, gagasan, dan ide. Padahal dengan terus konsisten akan mengingat segala skala yang baik tidak akan membiarkan muridnya. Seorang guru harus disiplin waktu dalam mendidik muridnya. Sehingga semua target pembelajaran bisa tercapai tepat yang juga menjadi alasan guru harus konsisten. Anak didiknya juga akan menjadikan guru sebagai kiblat untuk hidup lebih disiplin. Hal ini akan juga akan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. 3. Terbentuknya Karakter GuruSeorang guru harus konsisten dalam mendidik muridnya. Hal ini akan membentuk karakter guru yang disegani. Konsisten dalam hal ini selalu melakukan pengulangan dengan terus lebih tepat waktu dan terlihat rajin. Inilah yang disebut dengan pembentukan karakter. Jika kebiasaan baik dilakukan dengan konsisten, secara tidak langsung akan membentuk guru yang tanggap dengan juga akan lebih bertanggung jawab untuk memberikan pengajaran yang terbaik bagi anak didiknya. Mereka juga akan mengerjakan segala urusan guru dengan cepat dan Mudah Mencapai GoalsPercaya atau tidak guru harus konsisten karena bisa dengan mudah mencapai tujuan yang diinginkan. Konsisten ini harus dibarengi dengan kegigihan dan semangat untuk menggapai semuanya. Salah satu yang menjadi tujuan seorang guru adalah membuat muridnya menyatakan bahwa guru yang terus bertahan dalam membesarkan cita-citanya pasti akan berhasil. Konsisten merupakan kunci dari segala jaga kualitas untuk bisa berjalan dengan lancar dalam menggapai tujuan. Selalu evaluasi setiap langkah agar kualitas semakin meningkat.

MenurutFishbein dan Ajzen (1975) sikap adalah suatu predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif terhadap suatu objek, situasi, konsep, atau orang. Sikap peserta didik terhadap objek misalnya sikap ter hadap sekolah atau terhadap mata pelajaran. Sikap peserta didik ini penting untuk ditingkatkan (Popham, 1999). Sikap peserta

Penulis Sunanto, GURU DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI, INSTRUKSI, DAN DEMONTRASI SAAT PEMBELAJARAN MOTORIK ANAK PRASEKOLAH Seorang guru yang mengajar pembelajaran motorik bagi para anak di sekolah tentu harus mengetahui caranya bersikap saat pembelajaran berlangsung. Mengajar pembelajaran motorik berbeda jauh dengan mengajar pembelajaran kognitif maupun afektif, baik dari sikap guru, metode mengajar yang dipakai, maupun suasana dan kondisi belajar yang dialami oleh anak. Oleh karena itu, sebelum menentukan program pembelajaran motorik bagi para anak di sekolah, seorang guru harus mengetahui caranya bersikap di tengah mereka. Dalam konteks itu, perlu juga memperhatikan mengenai beberapa faktor yang berhubungan dengan seuatu yang harus dipersiapkan sebelum proses pembelajaran motorik berlangsung. Hal itu meliputi tiga hal pokok, yaitu pemberian motivasi, penyajian dempnstrasi, dan pemberian instruksi. Pada bab ini, akan dijelaskan secara terperinci mengenai sikap guru dalam memberikan motivasi, instruksi, dan demonstrasi saat pembelajaran motorik di sekolah. Penjelasan pada bab ini dinilai sangat pentingkarna dari sinilah, guru akan betul-betul memahami cara mengaplikasikan teori pembelajaran motorik bagi para anak di sekolah. A. Memotivasi Motorik Anak Sikap pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru saat pembelajaran motorik disekolah adalah memotivasi motorik para anak. Banyak guru yang tidak menyadari mengenai pentingnya pemberian motivasi motorik kepada para anak ketika pembelajaran berlangsung. Tidak sedikit diantara guru yang justru mengabaikan masalah motivasi. Padahal, motivasi motorik para anak dalam pembelajaran motorik menjadi faktor penentu keberhasilan mereka dalam menjalankan segala rangkaian dan proses pembelajaran. Meskipun mengikuti pembelajaran mereka tidak berkenan berlatih atau melakukan praktik. Jika pun berlatih, itu tidak dilandasi dengan keseriusan yang tinggi. Sebagai contoh, jika pembelajaran motorik tersebut berupa pendidikan jasmani yang diterapkan dalam bentuk olahraga sepak bola maka mereka akan menunjukkan beberapa hal, seperti tidak menendang bola secara benar serius, tidak berlari mengejar bola, dengan berlari kencang, tidak bergairah dalam menangkap bola, tidak menggiring bola memenendang seenaknya, sserta tidak bersemangat dalam mencetak gol ke gawang lawan. Oleh karena itu, sebagai akibatnya, hasil motorik yang diperoleh para anak tidak akan maksimal. Dalam hal ini seorang guru akan dianggap gagal dalam menerapkan pembelajaran motorik bagi para anak di sekolah. Sebaliknya, seorang anak yang mendapat motivasi penuh dari gurunya dalam pembelajaran motorik akan selalu menghabiskan waktu dan usahanya untuk melakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Anak tersebut akan berlatih lebih serius, serta melakukan praktik dan melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan konsentrasi, sehingga mendapatkan keterampilan motorik yang maksimal. Selain itu, motivasi yang diberikan oleh guru kepadanya dalam pembelajaran motorik akan dapat mengarahkan kepada pembelajaran yang lebih efektif. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara memberikan motivasi kepada para anak ketika pembelajaran motorik berlangsung? Intinya, memberikan motivasi dalm pembelajaran motorik tidak hanya dengan motivasi lisan. Namun, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh seorang guru dalam memotivasi mereka, yang dilakukan dengan dua cara, yakni memperkenalkan keterampilan serta menetapkan tujuan belajar. Adapun penjelasan detail mengenai kedua cara tersebut adalah sebagai berikut. 1. Memperkenalkan Keterampilan Cara pertama yang dapat dilakukan oleh guruuntuk memberikan motivasidalam pembelajaran motorik adalah memperkenalkan keterampilan. Cara ini harus dilakukan sebelum pembelajaran motorik dilakukan, atau diperkenalkan kepada para anak pada awal pembelajaran motorik agar mereka termotivasi sejak awal hingga akhir. Jangan sampai memperkenalkan keterampilan setelah pembelajaran dilakukan. Dan, supaya tujuan tersebut tercapai, maka upaya memperkenalkan harus dikaitkan dengan dua hal utama, yaitu a. Makna keterampilan dan pembelajaran, serta b. Manfaat keterampilan tersebut bagi para anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran motorik. Para ahli dalam dunia pendidikan meyakini bahwa memberikan penjelasan tentang manfaat suatu keterampilan akan menjadikan para anak memiliki tujuan dan arah yang tepat dalam belajar. Artinya, mereka akan mengerti tujuan pembelajaran motorik yang sedang dijalankan. Sebagai contoh, dalam pelajaran agama yang dijalankan secara motorik, para anak akan mengetahui manfaat sikap tolong-menolong antar sesame manusia. Saling memberi, saling menghormati keyakinan, gotong royong dan sebagainya. Selain manfaat motorik yang diajarkan, guru juga harus menjelaskan tetang cara keterampilan itu ditampilkan dalam tingkat yang sebenarnya. Hal in akan meningkatkan motivasi para anak dalam mengikuti pembelajaran dan menjalankan semua tugas yang diberikan. Contoh sederhana, pemutaran video sepak bola Liga Inggris yang menampilkan klub-klub besar dengan gaya permainan yang sangat memukau. Di kelas yang sedang belajar sepak bola, guru mesti menyadarkan para anak permainan sepak bola sangatlah menyenangkan. Dengan pengetahuan dan kesadaran semacam itu, mereka akan menerima rangsangan motivasional agar selalu belajar dengan giat, sehingga mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. 2. Menetapkan Tujuan Belajar Guru juga bisa memberikan motivasi motorik kepada para anak dalam pembelajaran motorik dengan cara menetapkan sasaran atau tujuan belajar motorik. Sebenarnya, tidak hanya guru yang dapat menetapkan sasaran atau tujuan berlajar motorik. Penetapan sasaran atau tujuan belajar motorik pun bias dilakukan oleh beberapa pihak, yaitu guru sendiri, guru bersama para anak, serta anak sendiri. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para praktisi pendidikan memberikan gambaran bahwa para anak yang diminta menetapkan tujuan belajar sendiri justru menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada anak yang hanya diminta melakukan tugas belajar tujuannya telah ditetapkan oleh seorang guru. Sebab, dalam pembelajaran motorik, ketika seorang anak menetapkan tujuannya sendiri, maka penetapan tersebut akan memberi pengaruh luar biasa terhadap perkembangan motorik, semangat, serta perjuangannya. Sebagai contoh, seorang anak menetapkan tujuan agar menjadi pemain yang baik dalam tim sepak bola sekolah, sehingga dapat menjadi juara dalam setiap ajang kompetisi antar sekolah. Penetapan tujuan tersebut akan membuatnya semakin giat berlatih, serta selalu melaksanakan arahan guru dan pelatih dengan cermat. Oleh karena itu, guru yang mengadakan pembelajaran motorik bagi para anak di sekolah sebaiknya meminta kepada mereka supaya mencoba menetapkan tujuan pembelajaran motorik sendiri. Tentunya, tidak cukup sampai disana, guru pun mesti meminta mereka berjanji agar berjuang sekuat tenaga dalam menggapai tujuan yang telah ditetapkan. Cara semacam itu dapat menjadi motivasi yang sangat kuat bagi para anak dalam pembelajaran motorik. Meskipun demikian, setiap guru yang mengadakan pembelajaran motorik harus menyadari bahwa tujuan yang ditetapkan oleh para anak bisa dicapainya hanya melalui latihan dan usaha bersama, serta dengan dukungan dan bimbingan guru secara intens. Apabila Selain itu saat menetapkan tujuan pembelajaran motorik, yang harus diingat adalah kemampuan para anak. Artinya, tujuan pembelajaran motorik mesti disesuaikan dengan kemampuan mereka dan guru. Kesesuaian antara tujuan dan kemampuan sangat penting diperhatikan karena tujuan yang terlalu tinggi dan tidak dapat dicapai justru akan meruntuhkan minat mereka. Sebaliknya, tujuan yang terlalu rendah dan mudah akan menurunkan motivasi. 3. Pengetahuan Tentang Hasil Banyak penelitian yang menyumbangkan konsep bahwa “belajar sendiri tidak membuat pembelajaran menjadi sempurna” adalah penelitian tentang pembuatan garis pada orang orang yang ditutup matanya. Ketika tidak diberitahu tentang hasil dari apa yang dikerjakan, anak tidak akan memperlihatkan kemajuan dalam latihannya. Maka, guru harus menyadari tentang hasil dalam proses pembelajaran motorik. Istilah pengenalan hasil atau pemberitahuan hasil ini biasanya digunakan untuk menggambarkan umpan balik yang diberikan oleh sumber eksternal guru atau melalui usaha anak sendiri. Pengetahuan hasil, menurut Knapp 1976, dalam praktiknya bertindak sebagai pedoman bagi para pembelajar dalam praktik-praktik berikutnya serta berfungsi sebagai dasar pemilihan tentang apa yang baik dalam pembelajaran sebelumnya. Dengan adanya pengetahuan tersebut, anak akan segera melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap gerak- gerakannya, sehingga mengarah pada gerakan yang pergerakan lebih benar secara teknis. Pergerakan yang benar yang dilakukan berulang-ulang akan mengarah pada tercapainya tingkat otomatis secara lebih cepat. Beberapa hasil penelitian sejauh ini mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan bahwa umpan balik tambahan memberi manfaat pada anak. Karna dapat meningkatkan motivasi anak, karena dapat meningkatkan motivasi anak dan memperbaiki tingkat perhatian pada tanda-tanda yang tepat. Salah satu tambahan dari informasi tambahan tersebut adalah adanya kecenderungan untuk terlalu mengandalkannya. Untuk menghindarinya, maka tanda-tanda tersebut harus dihilangkan pada suatu tahap yang tepat. B. Membentuk Instruksi Kepada Para Anak Sikap kedua yang harus dilakukan oleh seorang guru saat pembelajaran motorik disekolah adalah memberi instruksi kepada para anak. Pemberian instruksi dari seorang guru kepada mereka termasuk salah satu prosedur tetap dalam setiap pembelajaran motorik. Instruksi tersebut bisa diberikan secara lisan diucapkan maupun tulisan. Instruksi dalam pembelajaran motorik bertujuan memberikan informasi tetntang aspek yang paling penting dari suatu keterampilan yang sedang dipelajari dan diperaktikkan. Namun, yang harus diingat oleh guru ketika mengadakan pembelajaran mototrik adalah informasi yang dapat ditangkap oleh system memori sangat terbatas. Jika seorang guru memberikan instruksi terlalu banyak kepada para anak, mereka akan sulit menangkap instruksi yang diberikan karna memori otak tidak sanggup menampung semua instruksi. Dalam hal ini, banyaknya pemberian instruksi haruslah tetap diperhitungkan. Instruksi seorang guru yang terlalu banyak dalam pembelajaran motorik akan segera terlupakan oleh para guru bentuk lisan pun kadang dibatasi oleh ketepatan dan kebenarannya. Atas dasatr itu, guru yang memberikan instruksi kepada para anak dalam pembelajaran motorik harus memperhatikan beberapa hal berikut ini. 1. Instruksi yang diberikan kepada para anak haruslah singkat dan bersifat langsung. Jangan sampai memberikan instruksi melalui orang kedua. Misalnya, dalam permainan sepak bola, seorang guru olahraga harus memberikan instruksi secara langsung kepada para anak pemain ketika permainan berlangsung. Instruksi itu harus singkat, misalnya “mundur kebelakang”, “kawal pemain nomor 8”, “setiap kali mendapatkan bola”, “berikan kepada pemain nomor 5”, dan lain sebagainya. 2. Instruksi harus ditekankan pada satu atau dua konsep umum. Contohnya, dalam pelajaran olahraga sepak bola, jika guru melihat para anak bermainjelek tanpa kerja sama, maka ia cukup memberikan instruksi dengan berucap, “setiap kalimemperoleh bola umpankan pada kawan yang berada pada posisi bebas, jangan bawa sendiri”. 3. Guru harus memberikan instruksi yang bermakna dan menghubungkannya denga sesuatu yang telah dipelajari oleh anak sebelumnya. Jika mereka belum menerima teori sebelum praktik, maka jangan memberikan instruksi mengenai teori baru saat praktik. 4. Memberikan instruksi yang paling cocok terlebih dahulu, kemudian susulkan detailnya bersamaan dengan pelaksannan latihan. Semua metode pemberian instruksi dalam pembelajaran motorik akan sangat relvan bagi para anak, terutama jika yang dihadapi adalah para anak pemula. Jadi memberikan instruksi kepada para anak dalam pembelajaran motorik merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh setiap guru. Tujuan utamanya adalah mereka mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang keterampilan motorik yang akan dan sedang dipelajari. Selain itu, kemampuan ini akan memperjelas cara dan metode dalam mencapainya. C. Penyajian Demonstrasi Hal ketiga yang harus dilakukan oleh seorang guru saat pembelajaran motorik disekolah adalah menyajikan demonstrasi kepada para anak. Demonstrasi merupakan media yang paling baik dalam pembelajaran motorik. Dalam hal ini, mereka lebih mudah memahami aplikasi pembelajaran motorik dengan penyajian demonstrasi karna menggunakan alat-alat bantu visual, seperti gambar, klip film, video, atau demonstrasi secara langsung yang dilakukan oleh guru. Demonstrasi dalam pembelajaran motorik sangat mutak dilakukan karna pemahaman para anak terhadap keterampilan motorik yang sedang dipelajari tidak cukup disajikan diajarkan dengan kata-kata, tetapi lebih baik dikuatkan oleh gambaran yang nyata tetntang gerakan yang akan dipelajari. Pembelajaran mengamati berarti para anak menambah informasi dengan hanya mengamati penampilan orang lain. Prosedur inimerupakan bagian dari upaya membuat mereka bisa mengamati observational learning. Setelah itu mempraktikkan secara nyata. Adapun yang harus diingat adalah hasil pembelajaran motorik-terutama dalam latihan tahap awal-timbul dari aktivitas mengamati dan menirukan aksi orang lain. Sementara itu, model atau demonstrasi yang ditampilkan bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu dilakukan oleh guru, dikerjakan oleh kawan anak lain, serta memakai alat atau film. Pada prinsipnya, siapapun yang menyajikan demonstrasi tidak menjadi masalah. Hanya saja, yang menjadi titik tekan adalah demonstrasi yang disajikan harus menampilkan gambaran dari keterampilan yang sedang dipelajari para anak dan akan diperaktikkan oleh mereka setelah mengamati demonstrasi. Berdasarkan demonstrasi yang diamati, para anak akan mendapatka beberapa manfaat. Selain memungkinkan mereka memperoleh gambaran tentang gerakan motorik yang akan dipelajari dan diperaktikkan, hal ini juga memberikan gambaran ideal tentang usaha yang harus dilakukan anak agar mendapat hasil yang maksimal. Saat demonstrasi, guru harus mendorong para anak agar memperhatikan demonstrasi tersebut secara saksama. Pasalnya, peragaan demonstrasi tidak akan efektif dalam pembelajaran motorik apabila mereka sebagai pengamat tidak memberikan perhatian penuh. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh guru guna mendorong para anak ketika demonstrasi. Pertama, para anak harus didorong penuh agar memberikan perhatian terhadap demonstrasi atau gerak yang ditampilkan. Kedua, para anak didorong supaya merekam gambaran yang muncul dalam demonstrasi. Ketiga, para anak harus didorong agar dapat menampilkan atau melakukan sendiri, sebaimana yang mereka amati dalam demonstrasi. Selain ketiga langkah tersebut, hal yang tidak kalah pentingnya dilakukan adalah guru mesti menunjukkan berbagai hal penting saat demonstrasi. Misalnya, dalam pelajaran seni tari, guru harus menunjukkan dalam demonstrasi dan menekankan cara tangan bergerak atau kaki dikoordinasikan dengan tangan selama tahap tertentu dari gerak yang sedang dipelajari. Cara semacam ini akan membuat para anak dapat menguasai keterampilan motorik dengan sangat mudah sesuai tujuan yang diinginkan. Disisi yang lain, sebagai pegangan untuk mengoptimalkan pemberian demonstrasi kepada para anak dalam pembelajaran motorik, sebaiknya guru berpedoman dalam empat hal berikut ini. 1. Guru harus mendorong para anak agar mengamati contoh demonstrasi yang diberikan dengan perhatian penuh. 2. Ketika demonstrasi diamati oleh para anak, guru mesti menyampaikan informasi sebanyak mungkin yang di proses oleh kemampuan mereka. 3 Demonstrasi bisa memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap keterampilan yang sedang dipelajari, asalkan demonstrasi tersebut disajikan lebih dari sekali. 4. Alangkah kebih baik jika dapat menampilkan demonstrasi yang diperagakan oleh guru atau kawan anak, bukan dalam bentuk film. Diskusikan tugas dan latihan ini bersama dengan teman Anda! 1. Hal apa yang harus dilakukan oleh seorang guru saat pembelajaran motorik disekolah? 2. Sikap apa yang harus dilakukan oleh seorang guru saat pembelajaran motorik disekolah? 3. Apa yang di maksdu Demonstrasi dalam pembelajaran motorik? 4. Apa tujuan motorik bagi anak usia dini? 5. Apa yang maksud pembelajaran motorik anak usia dini?
Setelahmempelajari kegiatan belajar 2 ini, Anda diharapkan dapat : 1. Menjelaskan langkah-langkah pokok pengolahan data. 2. Menyebutkan pengertian penafsiran data. 3. Membedakan antara penafsiran kelompok dengan penafsiran individual. 4. Menjelaskan tujuan pelaporan hasil 5 Kemampuan dan Sikap yang Sebaiknya Dimiliki Seorang Guru dalam Menjalankan Tugasnya_ Profesi sebagai seorang merupakan tugas yang mulia, namun dalam melaksanakan tugasnya seorang guru harus memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai agar mampu menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Dalam UU Guru dan dosen tahun 2005 tertera ada begitu banyak tugas dan kewajiban seorang guru, selain tugas dan kewajiban seorang guru juga memiliki hak. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kemampuan dan sikap yang sebaiknya dimiliki dalam menjalakan tugasnya, berikut ulasannya. 5 Kemampuan dan Sikap yang Sebaiknya Dimiliki Seorang Guru dalam Menjalankan Tugasnya KURIKULUM Kurikulum sebagai program pendidikan secara utuh,mempunyai kedudukan yang cukup penting dalam keseluruhan program pendidikan dan pengajaran. Oleh sebab itu,guru harus menguasai benar kurikulum dan Garis-garis Besar Program PengajaranGBPPyang merupakan pedoman yang dapat mengarahkan dalam merencanakan program dan kegiatan belajar-mengajar di kelas. Tanpa penguasaan yang baik terhadap kurikulum yang berlaku,guru akan mengalami kesulitan dan kurang terarah dalam penyampaian materi kepada siswa Guru harus tahu batas-batas materi yang harus di sajikan dalam kegiatan belajar-mengajar,baik keluasan materi ,konsep,maupun tingkat kesulitannya sesuai dengan yang di gariskan dalam kurikulum. Guru yang adalah guru yang berhasil dalam pengajaran dan mampu mempersiapkan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Untuk mengarahkan siswa agar mencapai tujuan-tujuan itu,maka setiap guru harus memiliki berbagai kemampuan atau kualifikasi profesional. Tugas profesional ini meliputi tugas-tugas mendidik untuk mengembangkan kepribadian siswa,mengajar untuk mengembangkan kemampuan berpikirdan melatihuntuk mengembangkan keterampilan siswa. 2. MENGUASAI MATERI SETIAP MATA PEMBELAJARAN Guru Sekolah Dasar adalah guru kelas,artinya guru harus dapat mengajarkan berbagai materi pelajaran. Guru harus dapat mengajarkan berbagai materi pelajaran. Guru tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan bahan pelajaran yang telah ditetapkan,tetapi guru harus menguasai dan menghayati secara mendalam semua materi yang akan diajarkan. Oleh karena itu dalam memberikan materi pelajaran guru mempunyai peranan dan tugas sebagai pengelolah proses belajar-mengajar di kelas yang dituntut banyak inisiatif dan penuh kreativitas. Jadi, penguasaan terhadap semua materi pelajaran mutlak dimiliki oleh seorang guru sekolah dasar. 3. MENGUASAI METODE DAN EVALUASI BELAJAR Salah satu kelemahan mendasar yang biasanya terjadi dalam kegiatan belajar- mengajar justru terletak pada inti aktivitas pendidikan itu sendiri,yaitu pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar justru terletak pada aktivitas pendidikan itu sendiri,yaitu pelaksanaan kegiatan mengajar yang melibatkan guru dan siswa serta interaksinya satu sama lain. Dalam rangka kegiatan belajar-mengajar,guru harus menguasai berbagai metode mengajar. Selain menguasai berbagai metode mengajar,selain menguasai berbagai metode,guru juga harus mampu memilih metode yang tepat sesuai materi pelajaran,tingkat kecerdasan siswa,serta lingkungan dan kondisi setempat,kemudian merancang menjadi satu program pengajaran yang baik dan terus di perbaiki serta disempurnakan. Selanjutnya,guru harus mampu mengukur dan menilai hasil pekerjaan siswa,terutama sekali yang menyangkut kegiatan belajar- mengajar,baik proses maupun hasil belajarnya. Dengan demikian,guru harus menguasai teknik-teknik evaluasi yang diperlukan. Namun,bukanlah sampai di situ saja. Guru seharusnya meneliti dan menelaah hasil evaluasi para siswa,kemudian menentukan langkah selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakan program belajar- mengajar. 4. SETIA TERHADAP TUGAS Profesi guru sangatlah berlainan dengan profesi lainnya karena pekerjaan guru menyangkut pertumbuhan,perkembangan fisik ,intelektual seorang anak manusia. Segala kegiatan belajar-mengajar harus disiapkan secara matang. Untuk itu,guru harus benar-benar menyatu,menjiwai,dan menghayati tugas- tugas keguruannya. Guru-guru yang berhasil pada dasarnya adalah guru-guru yang mencintai tugasnya dan guru-guru yang setia terhadap tugasnya. 5. DISIPLIN DALAM ARTI TUGAS Pendidikan adalah suatu proses,bersama proses,bersama proses itu anak akan tumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang di anggap baik dan diterima serta berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata disiplin yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru. Dikelas,guru adalah pemimpin’ yang menjadi teladan dan panutan siswa- siswanya, Oleh sebab itu, disiplin bagi seorang guru merupakan bagian penting dari tugas-tugas kependidikan. Dalam hal ini,tugas guru bukan hanya melatih sikap disiplin pada anak didiknya,tetapi juga lebih penting adalah mendisiplinkan diri sendiri sebagai ciri khas figur seorang guru. BABI. Pendahuluan. Secara umum modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai hampir segala tindakan yang bertujuan mengubah perilaku. Sebenarnya definisi istilah modifikasi perilaku yang tepat ialah usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar, maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen lain pada perilaku manusia (Bootzin,1975 Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori Semua Soal ★ SD Kelas 4 / Aku Anak Sholeh - PAI SD Kelas 4Seorang guru sedang menjelaskan pelajaran di kelas, sikap yang benar adalah…A. Tidak perlu mencatat karena sudah pahamB. Mengerjakan tugas lain yang belum selesaiC. Mendengarkan dan menyimak dengan baikD. Berbicara dengan teman sebangkuPilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya Bahasa Indonesia Tema 5 SD Kelas 6 › Lihat soalAgar pengisian formulir tidak terjadi kesalahan, maka pada formulir diberikan … .A. Tanda tanganB. MateraiC. PenghapusD. Petunjuk pengisian Bab Sholat - PAI SD Kelas 2 › Lihat soalShalat yang dilaksanakan di siang hari adalah….A. DzuhurB. AsharC. Maghrib Materi Latihan Soal LainnyaPanas dan Perpindahannya - IPA SD Kelas 5Bahasa Mandarin SDPAS Sosiologi Semester 1 Ganjil SMA Kelas 10Ideologi Pancasila - PPKn SMP Kelas 7Mean, Modus, Median - Matematika SD Kelas 6PAS Geografi SMA Kelas 12Fiqih Bab 1 MI Kelas 5Penilaian Harian Bahasa Inggris SD Kelas 1Penjaskes PJOK SD Kelas 6Penjaskes SD Kelas 2Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, sikap seorang siswa ketika guru sedang memberikan pelajaran adalah memperhatikan dengan seksama. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Salah satu kandungan surah al-mujadalah ayat 11? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Jawabanmendengarkan dan menyimak penjelasan guru dengan baik. JawabanSikap yang baik saat guru sedang menjelaskan pelajaran di kelas adalah menyimak dan mendengarkan penjelasan guru dengan baikPenjelasankenapa kita perlu menyimak dan mendengarkan penjelasan guru dengan baik agar kita paham materi yang diterangkan. Semoga membantu
melaksanakanKBM dikelas (6) mencari tahu Tujuan kami melakukan penelitian ini adalah apakah guru harus melihat dulu tipe murid sebagai berikut : (1) melihat bagaimana cara sebelum menerapkan sistem belajar yang baik. pendidik menerapkan sikap disiplin, kejujuran (7) melihat bagaimana cara guru mengukur dan rasa tanggung jawab kepada siswa.
pemerintahyang harus mereka penuhi. Belajar adalah tempat yang mengalir, dinamis, penuh risiko dan menggairahkan. Belum ada kata “aku tahu” di sana. Kesalahan, keceriaan, dan ketakjuban mengisi tempat itu -Quantum Teaching- Di dalam kelas, seorang guru haruslah profesional. Guru harus mampu menyampaikan materi sealami dan MEDIAPEMBELAJARAN. 1. Peran lingkungan dan alam sekitar sebagai media pembelajaran. Alam memberikan kegembiraan kepada siswa. Coba saja kita lihat di lapangan, dikebun, di pekarangan rumah, atau bahkan di tempat-tempat yang kurang bersih seperti parit, selokan, dan air tergenang, banyak anak-anak bermain disana. Seorangguru sedang menjelaskan pelajaran di kelas, sikap yang benar adalah? Tidak perlu mendengarkan karena sudah paham Mengerjakan tugas yang belum selesai Mendengarkan dengan baik Berdiskusi dengan teman sebangku Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: C. Mendengarkan dengan baik. Dilansir dari Ensiklopedia, seorang guru .
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/180
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/274
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/64
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/361
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/140
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/22
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/6
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/219
  • seorang guru sedang menjelaskan pelajaran dikelas sikap yang benar adalah