Kedua Pengembagan Model/Metode Pembelajaran yang menyenangkan dan memiliki daya tarik berbasis pada potensi sosial budaya masyarakat Bajo dapat mengatasi berbagai masalah misalnya partisipasi yang rendah, bosan karena guru mendominasi, serta sistim pembelajaran yang konvesional baik itu metode maupun cara mengajar guru.
Berikut adalah soal mata pelajaran Sosiologi Kelas XII SMA materi Strategi Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal lengkap dengan kunci EssaySetiap masyarakat memiliki kearifan lokal berbeda. Jelaskan faktor penyebab perbedaan kearifan lokal masyarakat!Apakah perbedaan komunitas masyarakat desa dan kota? Jelaskan pendapat Anda melalui contoh!Bagaimana kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial dalam masyarakat?Jelaskan fungsi pendampingan secara berkelompok dalam strategi pelaksanaan pemberdayaan komunitas!Jelaskan peran LSM dalam pemberdayaan komunitas menurut pemahamanmu!Berikan 2 contoh pemberdayaan oleh CSRCorporate Sosial Responsibility; pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan yang ada di media ataupun lingkungan sekitar Anda!Mengapa upaya pemberdayaan komunitas perlu dilakukan dalam proses pembangunan?Jelaskan tahapan dalam pemberdayaan komunitas!Bagaimana mengatasi kenakalan remaja melalui pemberdayaan komunitas ?Bagaimana cara mengatasi adanya perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat?Bagaimana upaya kita untuk membantu melestarikan sumber daya alam?Kunci Jawaban1. faktor penyebab perbedaan kearifan lokal masyarakat adalah sebagai berikutFaktor adat istiadat, Dianggap berbeda karena setiap orang tidak akan dapat menerima nilai yang ada sehingga akan menciptakan perbedaan pada berbagai nilai yang agama, Hal ini dikarenakan pada masing masing agama yang ada memiliki sangat banyak perbedaan baik itu pada bagian pantangan dan juga cara lingkungan, Dikarenakan setiap manusia akan memiliki perbedaan dari berbagai macam nilai dan juga norma yang dimana berbeda dari masing-masing tempat yang kebiasaan, Hal ini diberikan pengaruh dari seringnya seseorang melakukan tradisi, Hal ini dikarenakan di dalam sebuah masyarakat memiliki berbagai macam perbedaan seperti norma dan nilai yang suku, Indonesia memiliki sangat banyak suku, yang dimana memiliki berbagai macam bentuk Perbedaan komunitas masyarakat desa dan kotaa. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap AlamMasyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam karena lokasi geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas Pekerjaan atau Mata PencaharianPada umumnya mata pencaharian di daerah pedesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan Ukuran KomunitasKomunitas pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas Kepadatan PendudukPenduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu Homogenitas dan HeterogenitasHomogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku. Nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduk heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa penduduk di kota lebih Diferensiasi SosialKeadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi Pelapisan SosialKelas sosial di dalam masyarakat sering Nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi di atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat, kelas ekstrem dari Mobilitas sosial berkaitan dengan perpindahan yang disebabkan oleh pendidikan kota yang heterogen, terkonsentrasi nya Interaksi pedesaan lebih sedikit jumlahnya dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara Pengawasan kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lebih menyangkut masalah Pola kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kotal. Standar KehidupanDi kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak Kesetiakawanan SosialKesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masing-masing faktor yang berbedan. Nilai dan Sistem NilaiNilai dan sistem nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan norma yang berlaku3. Kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial dalam masyarakatKearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal secara arif dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup. Kearifan lokal tidak hanya berhenti pada etika, tetapi sampai pada norma, tindakan, dan tingkah laku ,masyarakat. Oleh karena itu, kearifan lokal dapat menjadi pedoman masyarakat untuk bersikap dan bertindak dalam konteks kehidupan sehari-hari termasuk di dalamnya masalah-masalah sosial yang lokal di suatu daerah dapat menjadi solusi dalam menghadapi pesatnya globalisasi tentunya kearifan lokal tersebut harus memenuhi beberapa kriteria yaitu mampu bertahan terhadap budaya luar, memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar, mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli, dan mampu memberi arah pada perkembangan budaya4. Fungsi pendampingan secara berkelompok dalam strategi pelaksanaan pemberdayaan komunitas yaitu pelaksanaan pemberdayaan akan lebih efektif jika dilakukan secara kelompok. Selain mempertimbangkan efisiensi dan keterbatasan waktu serta biaya,pemberdayaan secara kelompok dinilai lebih efektif. Kita dapat melakukan pemberdayaan suatu kelompok dengan memberikan sosialisasi kepada komunitasnya, tidak perlu mendatangi satu persatu Peran LSM dalam pemberdayaan komunitas antara lain membantu penyaluran bantuan dana dan jasa, membantu melaksanakan kegiatan edukasi dan sosial, membantu mengumpulkan data dan perencanaan Contoh pemberdayaan oleh CSRCorporate Sosial Responsibility; pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan yang ada di media ataupun lingkungan sekitar antara lainProgram Jarum badminton Competition yang dilakukan oleh PT. Jarum sepak Bola yang dilakukan oleh PT. GojekLiga Bola Volly yang dilakukan oleh PT. Indosat, dll7. Upaya pemberdayaan komunitas perlu dilakukan dalam proses pembangunan karena melalui pemberdayaan komunitas dapat melatih masyarakat menjadi lebih mandiri. Sehingga dengan hal ini dapat membantu pemerintah untuk mencapai suatu tujuan8. Tahapan dalam pemberdayaan komunitas adalah sebagai berikutPerencanaan yang baik akan menunjang keberhasilan program pemberdayaan. Untuk mencapai mutu perencanaan yang baik, diperlukan keterlibatan komunitas sebagai pihak yang memahami prioritas kebutuhan pelaksanaan atau disebut tahap kapasitasi biasanya dilakukan dengan metode pendampingan serta diadakan kegiatan memfasilitasi program program pembangunan antara lain memberikan masukan, saran, dan kritik bagi program pembangunan yang telah berlangsung. Proses evaluasi dapat dilakukan Bersama masyarakat. Jika program pemberdayaan berhasil, tahap berikutnya, yaitu pengakhiran seluruh kegiatan termasuk pendampingan, serta penyerahan tugas pendampingan kepada komunitas Mengatasi kenakalan remaja melalui pemberdayaan komunitas dapat diatasi melalui beberapa pendekatan, seperti tindakan preventif. Tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja adalahMeningkatkan kesejahteraan keluargaMemperbaiki kondisi lingkunganMendirikan klinik bimbingan psikologis dan edukatif untuk membantu remajaMembentuk badan kesejahteraan sekolah untuk remaja yang kurang tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para bimbingan dan diskusi tempat rekreasi yang sehat untuk para Cara mengatasi adanya perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat adalah dengan memberdayakan komunitas yang berlandaskan kearifan lokal. Mengatasi permasalahan sosial dengan kearifan lokal berarti menggunakan pendekatan kekeluargaan,musyawarah, nilai dan norma lokal yang berlaku dimasyarakat setempat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dengan memberdayakan kelompok-kelompok kecil yang saling berinteraksi dan bersosialisasi. Contoh kelompok Pembinaan Kelompok Keluarga PKK, PNMP Mandiri,Karang taruna dan sebagainya11. Upaya kita untuk membantu melestarikan sumber daya alam diantaranyaPenanaman kembali hutan-hutan yang pengambilan sumber daya alam yang kebersihan terasering pada pertanian di pegunungan.

Ritualdiadakan oleh masyarakat jawa sebagai bentuk penghormatan kepada roh-roh sebagai penunggu gunung, hutan, dan laut. Bentuk dari ritual tersebut sangat beragam. Mulai dari penghormatan agar roh-roh tersebut tidak menggangu masyarakat, sampai pada penghormatan sebagai bentuk rasa syukur karena telah melimpahkan rejeki.

Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan dan kearifan lokal. Namun, seringkali kearifan lokal ini terabaikan dan tidak mendapat perhatian yang layak dari masyarakat. Padahal, kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Apa itu Kearifan Lokal? Kearifan lokal merupakan nilai-nilai, adat istiadat, dan tradisi yang berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Kearifan lokal ini menjadi ciri khas suatu daerah atau komunitas dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Bagaimana Kearifan Lokal Dapat Mengatasi Masalah Sosial? Kearifan lokal dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial 1. Masalah Kemiskinan Di beberapa daerah, terdapat kearifan lokal yang mendorong masyarakat untuk hidup sederhana dan berbagi dengan sesama. Contohnya, di daerah Bali, terdapat kearifan Tri Hita Karana yang mengajarkan untuk mencapai keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Dengan menerapkan kearifan ini, masyarakat dapat hidup sederhana dan saling membantu dalam mengatasi masalah kemiskinan. 2. Masalah Konflik Antar Suku atau Agama Di Indonesia, seringkali terjadi konflik antar suku atau agama. Namun, terdapat kearifan lokal seperti gotong royong dan musyawarah mufakat yang dapat mengatasi masalah konflik tersebut. Dengan gotong royong, masyarakat dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama tanpa memandang suku atau agama. Sedangkan dengan musyawarah mufakat, masyarakat dapat mencari solusi bersama untuk mengatasi perbedaan yang ada. 3. Masalah Lingkungan Masalah lingkungan menjadi salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Namun, terdapat kearifan lokal seperti adat istiadat yang mendorong masyarakat untuk menjaga alam. Contohnya, di daerah Papua, terdapat kearifan Maladewa yang mengajarkan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem alam. Dengan menerapkan kearifan ini, masyarakat dapat menjaga lingkungan hidup dan mencegah kerusakan alam. Kesimpulan Kearifan lokal dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Namun, seringkali kearifan lokal ini terabaikan dan tidak mendapat perhatian yang layak. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali dan mempelajari kearifan lokal yang ada agar dapat mengatasi masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat.

masyarakatpetani tradisional telah berhasil menyediakan makanan bagi satu generasi petani ke generasi berikutnya. Kearifan lokal adalah aspek paling penting dalam sistem pertanian tradisional. Kearifan lokal sering diartikan sebagai pengetahuan setempat (local knowledge) yang di dalamnya terkandung pengetahuan serta berbagai strategi dalam
– Ruang lingkup kebudayaan memang begitu luas. Namun, salah satu aspek yang berkaitan erat dengan kebudayaan adalah kearifan lokal. Kearifan lokal berhubungan secara spesifik dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat dari buku Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat 2015 karya Eko A. Meinarno, Bambang Widianto, dan Rizka Halida, kearifan lokal adalah cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun. Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat sendiri, disebarluaskan secara non-formal, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup. Baca juga Kekerasan Definisi dan Jenis-JenisnyaBentuk kearifan lokal dalam masyarakat bisa berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Selain bentuk, kearifan lokal juga memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri kearifan lokal sebagai berikut Sanggup bertahan terhadap budaya luar. Mempunyai kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar. Memiliki kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli. Memiliki kemapuan mengendalikan. Sanggup memberi petunjuk pada perkembangan budaya. Contoh kearifan lokal di Indonesia Masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan budaya sehingga Indonesia memiliki jumlah kearifan lokal yang cukup banyak. Hal tersebut bisa menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kearifan lokal bisa menjadi kekuatan apabila pengetahuan dan praktiknya dilaksanakan secara selaras dengan usaha pembangunan masyarakat. Salah satu contoh kearifan lokal yang bisa digunakan untuk pembangunan masyarakat adalah hukum sasi yang ada di Maluku. Baca juga Masalah Sosial Definisi dan Faktor Penyebabnya Dalam jurnal Makna Komunikasi Simbolik Hukum Adat Sasi 2017 karya Casparina Yulita, Hafied Cangara, dan Muhadar, dijelaskan bahwa hukum sasi adalah ketentuan hukum tentang larangan memasuki, mengambil atau melakukan sesuatu dalam kawasan teretentu dan dalam jangka waktu tertentu pula.
Kekayaanbudaya dalam bentuk kearifan lokal mampu bertahan di tengah pengaruh globalisasi. Tujuan Pembelajaran. Seetelah mempelajari bab ini, Anda akan mampu: 1. menjelaskan upaya pemberdayaan komunitas lokal; 2. mengkaji perkembangan kearifan lokal di tengah pengaruh globalisasi; 3. menjelaskan strategi pemberdayaan komunitas berdasarkan
Mahasiswa/Alumni Universitas Brawijaya28 Januari 2022 0316Halo GITA, kakak bantu jawab ya! Jawabannya adalah adanya perlindungan hutan adat dapat mencegah terjadinya banjir di dalam masyarakat. Berikut penjelasannya ya! Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial dalam kehidupan. Misalnya, masalah lingkungan juga termasuk ke dalam masalah sosial karena kerusakan lingkungan dapat berdampak yang cukup serius terhadap kehidupan masyarakat. Banjir merupakan salah satu permasalahan sosial yang hingga saat ini masih sering terjadi ditengah-tengah masyarakat. Maka, salah satu kearifan lokal, yaitu perlindungan hutan adat merupakan salah satu mekanisme atau cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan tanah resapan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Terima kasih sudah bertanya dan menggunakan Roboguru. Semoga membantu ya!

Darifungsi ini, kearifan lokal dapat menjadi pemberi arahan bagi masyarakat setempat untuk berperilaku atau bertindak sesuai dengan budaya dan kondisi sosial yang ada di masyarakat. Sehingga, secara tidak langsung, masyarakat setempat diharapkan bisa menerapkan nilai dan cara hidup yang sesuai dengan kebudayaan yang ada sebagai bentuk untuk

Laporan oleh Arif Maulana Prof. Dr. L. Jan Slikkerveer Foto Dadan T.* [ 11/12/2020] Aspek kearifan lokal ternyata tidak hanya menjadi suatu tinggalan kebudayaan atau yang bersifat tradisional. Kearifan lokal ternyata dapat menunjang berbagai ilmu pengetahuan dalam mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat. Demikian disampaikan Guru Besar Emeritus Leiden University, Belanda Prof. Dr. L. Jan Slikkerveer saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional “Indigenous Knowledge for Sustainable Development” yang digelar Universitas Padjadjaran secara virtual, Kamis 10/12. Ahli Etnobotani ini menjelaskan, modernisasi ternyata memberikan dampak pada menguatnya permasalahan sosial. Modernisasi menurutnya tidak menjadikan situasi ekonomi dan sosial budaya masyarakat membaik. Kesenjangan sosial justru semakin meningkat. [irp] Dari studi yang sudah dilakukan, Prof. Jan menunjukkan bahwa bentuk praktik dan kelembagaan kearifan lokal di tingkat akar rumput ternyata berperan dalam mengatasi kesenjangan sosial. Sayangnya, dominasi pengetahuan modern kerap mengalahkan eksistensi pengetahuan lokal. “Dominasi pengetahuan global yang membuat pengetahuan lokal terpinggirkan, meskipun memiliki potensi besar,” ujar peneliti di Leiden Ethnosystem and Development Programme LEAD Leiden University ini. Peran kearifan lokal tidak hanya untuk pembangunan sosial ekonomi. Sektor pertanian, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan kesehatan masyarakat juga perlu sentuhan kearifan lokal. “Meski sering diabaikan, kearifan lokal nyatanya memberikan kunci bagi banyak solusi berkelanjutan,” ucapnya. [irp] Pelopor Kajian Kearifan Lokal Guru Besar penerima Doktor Honoris Causa dari Unpad tahun 2005 silam ini telah banyak berkecimpung meneliti di bidang etnossins. Beberapa risetnya juga banyak yang berkolaborasi dengan akademisi Unpad. Salah satu kiprahnya bersama Guru Besar FISIP Unpad alm Prof. Kusnaka Admiharja adalah mengembangkan pusat kajian etnosains bernama “Indonesian Resource Center for Indigenous Knowledge Inrik” di Unpad pada 1994. Pendirian pusat kajian ini juga difasilitasi penuh oleh Rektor ke-8 Unpad Prof. Maman P. Rukmana. Inrik Unpad berfokus pada kajian tentang pengetahuan, adat istiadat, hingga kultur dari masyarakat Indonesia. Pusat kajian tersebut pada saat itu menjadi pusat kajian pertama yang berfokus pada pengembangan kajian budaya lokal di Indonesia. “Semua karya rintisan kajian peneliti Inrik Unpad di bidang etnosains memberikan kontribusi sebagai studi pertama dari kearifan lokal di Indonesia,” kata Prof. Jan. Kepala Pusat Pengelolaan Pengetahuan Unpad Wina Erwina, PhD mengatakan, aktivitas Inrik Unpad terus bertahan hingga kini. Eksistensi kajian etnosains di Unpad terus dipertahankan oleh para Rektor Unpad. Guna mempertahankan eksistensi kajian etnosains, Unpad mulai menerbitkan “Indigenous Knowledge IK Journal” pada Januari 2021 mendatang. IK Journal yang dikelola oleh Pusat Pengelolaan Pengetahuan Unpad bersama Inrik Unpad merupakan jurnal internasional open access yang menerbitkan laporan penelitian empiris, tinjauan sistematis, evaluasi program, dan laporan kasus yang berfokus pada komunitas di kawasan budaya. [irp] Jurnal tersebut juga menerbitkan artikel-artikel yang berkaitan dengan perkembangan praktek, pendidikan sistem pengetahuan adat di masyarakat, perkembangan teori, inovasi metodologis, isu-isu hukum dan kebijakan etika di bidang kearifan lokal masyarakat di seluruh dunia. Seminar internasional ini juga menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Ade M. Kramadibrata Guru Besar Emeritus Unpad, Dr. Martha Tilaar pendiri dan Komisaris Martha Tilaar Group, Patrick Maundu, Etnobotanis dari Kenya Resource Centre for Indigenous Knowledge, National Museums of Kenya, serta Kurniawan Saefullah, dosen FEB Unpad. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti.*

PartisipasiPolitik Masyarakat Dalam Pemilu. Secara sederhana, partisipasi politik dapat dipahami sebagai aktivitas warga negara yang bertujuan mempengaruhi pengambilan keputusan politik, dan partisipasi ini bersifat sukarela, tanpa dimobilisasi oleh negara maupun partai yang berkuasa [1]. Tetapi kemudian diperluas, terutama pada bagian

Apakah kamu tahu kearifan lokal di daerah tempat tinggalmu? Hmmm….di era globalisasi ini seringkali kita merasa bingung dalam memahami budaya budaya lokal di lingkungan sekitar kita. Kearifan lokal yang seharusnya menjadi ciri khas dan perekat antar individu dan kelompok di masyarakat. Pada kenyataannya, perlahan-lahan tersisihkan dengan kehadiran tren-tren baru dari budaya luar negeri. Maka dari itu, di abad 21 yang serba digital ini, bisakah komunitas dalam masyarakat diberdayakan dengan pemanfaatan kearifan lokal? — Pada dasarnya, kearifan lokal tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya. Artinya kearifan tersebut dapat membentuk nilai budaya yang bersifat nasional. Hampir di setiap budaya lokal di Indonesia dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong dan toleransi terhadap sesama. Kalian pasti tahu dong contoh nyata dari kearifan lokal tersebut? Yap, salah satunya bisa dengan kerja bakti lingkungan yang tentunya mengajarkan kita kerja sama dan tenggang rasa. Dalam kearifan lokal pasti terdapat etika dan nilai moral yang terkandung. Umumnya, etika dan moral ini diajarkan turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan. Sastra lisan di sini salah satunya adalah peribahasa, pepatah, folklore, semboyan, dan manuskrip. Maka dari itu, kearifan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, apalagi di Indonesia yang memungkinkan kearifan lokal berubah dan bergerak secara lintas budaya yang pada akhirnya melahirkan budaya nasional. Umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman Gereja Kayutangan, Malang sebagai bentuk toleransi beragama dalam kearifan lokal. sumber Meskipun selalu ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada yang bisa menjamin bahwa kearifan lokal tidak akan kalah dengan globalisasi yang menawarkan gaya hidup yang makin pragmatis dan konsumtif. Selain itu, kearifan lokal dari masing-masing daerah pun memiliki kedinamisan yang berbeda dalam menghadapi pengaruh dari luar. Ada beberapa kearifan lokal yang memang lebih rentan terkikis oleh budaya luar dan dampaknya bisa menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. Baca Juga Perubahan Sosial Pengertian, Teori & Karakteristiknya Masalah sosial ini kemudian dapat menimbulkan ketimpangan sosial, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan kembali melakukan pemberdayaan komunitas berdasarkan kearifan lokal. Nah, kita memang tidak bisa menghadang laju perkembangan globalisasi. Namun, sebagai masyarakat Indonesia kita juga harus berusaha melakukan pemberdayaan terhadap komunitas dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada. Yuk, kita sama-sama jaga dan ajarkan kearifan lokal yang ada di Indonesia kepada orang yang kita sayangi. Ingin diskusi lebih mendalam tentang Sosiologi? Yuk langganan ruangbelajar sekarang juga! Di sana, kalian bisa belajar ilmu sosiologi lebih dalam lagi. Eitss, tapi nggak cuma ada sosiologi, lho. Kalian juga bisa belajar materi-materi lain yang nggak kalah seru pastinya! Referensi Kymlicka, Will. 2002. Kewargaan Multikultural. Jakarta LP3ES. Sumber Gambar Ingatan Masa Kecil dalam Seonggok Daging Iduladha
Paradigma pengembangan maritim dan energi; perspektif kedaulatan dan kearifan lokal dalam kebijakan ekonomi baru . - Hukum persaingan usaha di indonesia; (sebagai upaya penguatan lembaga komisi pengawasan persaingan usaha KPPU) . - Hukum dan kebijakan publik; prihal negara, masyarakat sipil kearifan lokal dalam perspektif politik kesejahteraan .
Jawaban unggulan yang telah dikurasi oleh Jawaban Kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial ditengah-tengah masyarakat karena beberapa alasan, pertama Kearifan lokal sangat mendukung dalam faktor perdamaian, selain sopan atau polite terhadap sesama juga kearifan lokal merupakan satu tanda khusus untuk menghindari masalah dalam kedua Kearifan lokal terdiri dari dua kata baku arif dan lokal. kata arif yang dikenal oleh banyak orang merupakan satu bentuk nilai moral yang terdapat dalam pribadi setiap orang, namun tergantung juga pada bagaimana cara dia mengatur nilai itu di dalam pribadi individu tersebut. Kata lokal yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu kemasyarakatan atau citizen yang ada pada daerah tertentu atau disebut daerah lokal. Jadi menurut saya, kearifan lokal sudah pasti mengatasai masalah dalam kemasyarakatan karena kearifan lokal memiliki nilai moral yang tinggi. BangkuTaman Indonesia DuniaBelajar Pendidikan Sekolah AyoBelajar TanyaJawab AyoMembaca AyoPintar KitaBisa DuniaPendidikan IndonesiaMaju Demikian ulasan mengenai tanya-jawab yang telah kami rangkumkan di dalam kategori pendidikan. Semoga saja Info yang BangkuTaman bagikan sanggup menunjang teman-teman dalam meningkatkan wawasan ataupun referensi. Jika teman-teman tertarik untuk mendapatkan informasi paling baru lainnya, silahkan ikuti Google News kami. Masalahdalam penelitian ini adalah: apakah masyarakat adat seperti Kampung Kuta dan Kampung Naga yang berperan sebagai masyarakat tradisional hidup menyatu dengan alam berperan dalam pelestarian lingkungan?Apakah kearifan lokal pada kedua masyarakat tersebut dapat menjadi contoh bagi upaya pelestarian

- Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. Kearifan lokal juga merupakan ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Di Indonesia, Kesadaran akan kearifan lokal mulai tumbuh subur pasca jatuhnya rezim Presiden Soeharto pada tahun 1998. Lebih lanjut kearifan lokal juga didefinisikan sebagai kemampuan beradaptasi, menata, dan menumbuhkan pengaruh alam serta budaya lain yang menjadi motor penggerak transformasi dan penciptaan keanekaragaman budaya Indonesia yang luar biasa. Ini juga bisa menjadi suatu bentuk pengetahuan, kepercayaan, pemahaman atau persepsi beserta kebiasaan atau etika adat yang menjadi pedoman perilaku manusia dalam kehidupan ekologis dan sistemik. Nilai-nilai yang mengakar dalam suatu budaya jelas bukan objek material yang konkret, tetapi cenderung menjadi semacam pedoman bagi perilaku manusia. Dalam pengertian itu, untuk mempelajarinya kita harus memperhatikan bagaimana manusia bertindak dalam konteks lokal. Dalam keadaan normal, perilaku orang terungkap dalam batas-batas norma, etiket, dan hukum yang terkait dengan wilayah tertentu. Namun, dalam situasi tertentu di mana budaya menghadapi tantangan dari dalam atau dari luar, respons dalam bentuk reaksi dapat terjadi. Tanggapan dan tantangan adalah cara normal untuk melihat bagaimana perubahan terjadi dalam budaya. Struktur dan nilai sosial, serta tata krama, norma dan hukum setempat akan berubah sesuai dengan kebutuhan situasi sosial. Tantangan dalam suatu budaya dapat terjadi karena umpan balik yang terjadi dalam jaringan kehidupan suatu sistem sosial. Hal ini menandakan sedang berlangsungnya autopoesis yang menandakan bahwa suatu sistem sosial dalam suatu budaya mengatur dirinya sendiri, suatu tanda bahwa suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang hidup. Dalam menghadapi perubahan inilah kearifan lokal memainkan peran dan fungsinya. Berikut paparan mengenai fungsi, karkateristik, dan ciri-ciri dari kearifan Kearifan LokalDalam Modul Sosiologi, dijelaskan bahwa kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal secara arif dalam berinteraksi dengan lokal tidak hanya berhenti pada etika tetapi juga pada norma, tindakan, dan tingkah laku karena itu, kearifan lokal dapat menjadi pedoman masyarakat untuk bersikap dan bertindak dalam konteks kehidupan lanjut, Robert Sibarani juga mengungkapkan bahwa kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau pengetahuan asli suatu masyarakat yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya untuk mengatur tatanan kehidupan hendak berfokus pada nilai budaya, maka kearifan lokal dapat juga didefinisikan sebagai nilai budaya lokal yang dapat dimanfaatkan guna mengatur tatanan kehidupan masyarakat secara dari laman Wibowo menuliskan bahwa kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar atau bangsa lain, menjadi watak dan kemampuan sendiri. Fungsi kearifan lokal Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam. Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia. Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan. Bermakna sosial, misalnya upacara integrasi komunal atau kekerabatan dan pada upacara pertanian. Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan selametan roh. Bermakna politik atau hubungan kekuasaan patro-client, dsb. Karakteristik kearifan lokal Harus menggabungkan pengetahuan kebajikan yang mengajarkan orang tentang etika dan nilai-nilai moral; Kearifan lokal harus mengajar orang untuk mencintai alam, bukan untuk menghancurkannya; Kearifan lokal harus berasal dari anggota komunitas yang lebih tua; Kearifan lokal dapat berbentuk nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukum, adat, aturan-aturan khusus. Ciri-ciri kearifan lokal Mampu bertahan di tengah gempuran budaya luar yang semakin masif Memiliki kemampuan menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan unsur-unsur dari budaya luar Mempunyai kemampuan penggabungan atau pembauran terhadap unsur budaya luar ke dalam budaya asli. Mempunyai kemampuan mengendalikan, memberi arah pada perkembangan budaya. - Pendidikan Kontributor Balqis FallahndaPenulis Balqis FallahndaEditor Yulaika Ramadhani

DikeluarkanUU kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik No. 30 tentang Pemerintah Desa 1979, konflik dalam masyarakat yang dihadiri oleh yang melanda Aceh selama lebih dari 30 tahun, perwakilan dari Papua, Kalimantan, Jawa dan gempa dan tsunami ikut memengaruhi kearifan provinsi lain (FGD, 11 Juni 2015.) lokal tersebut sebagaimana ditegaskan

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kita sebagai manusia yang hidup di dalam masyarakat, tidak lepas dalam pengaruh kebudayaan yang berada dalam sistem masyarakat yang secara turun temurun kita laksanakan yang menjadi bagian dari kearifan lokal di sekitar Undang-Undang nomor 32 tahun 2009, kearifan lokal diartikan sebagai suatu nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari. Sedangkan menurut Aprianto 2008, kearifan lokal adalah berbagai nilai yang diciptakan, dikembangkan dan dipertahankan oleh masyarakat yang menjadi pedoman hidup mereka. Sejalan dengan Sibarani 2012 menyatakan bahwa kearifan lokal merupakan suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Kearifan lokal itu sendiri akan berubah menjadi tradisi atau agama yang dapat ditemui dalam nyanyian, pepatah, sasanti, petuah, semboyan dan kitab-kitab kuno. Jadi kearifan lokal itu akan mencerminkan suatu bentuk kebiasaan yang menjadi ciri khas suatu komunitas atau kelompok masyarakat tersebut. Contohnya, masyarakat Jawa Tengah mengenal pepatah "alon-alon asal kelakon" atau pada masyarakat Jawa Timur yang dikenal pepatah "rawe-rawe lantas malang-malang putung" dan penting kearifan lokal untuk masyarakat adalah sebagai bentuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam, sebagai pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kearifan lokal juga dapat berupa petuah, kepercayaan, sastra atau pun pantangan. Kearifan lokal juga berfungsi sebagai etika dan moral yang diaplikasikan oleh Wales memperkenalkan istilah local jenius yaitu identitas atau kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri. Artinya kearifan lokal itu harus mampu bertahan terhadap budaya luar, memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar, mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli dan disisi lain juga memiliki kemampuan mengendalikan dan memberi arah pada perkembangan lokal itu sendiri akan mengalami pengembangan di mana jika ditemukan suatu tindakan atau adat yang dianggap tidak baik oleh masyarakat hal ini akan di tolak dan tidak akan mengalami penguatan sedangkan tindakan atau adat yang baik secara alamiah dan sukarela, masyarakat akan menggunakannya terus menerus. Suatu kearifan lokal atau pun adat yang tidak baik bisa saja terjadi apa bila penguasa atau pemerintah melakukan tindakan pemaksaan, tentu hal ini tidak akan memberi pertumbuhan kearifan lokal secara alamiah. Terkait hal di atas maka akan muncul istilah kearifan baru atau kearifan kontemporer dan kearifan yang lama dapat kita sebut kearifan dulu atau kearifan era globalisasi saat ini yang di picu oleh perkembangan teknologi dan informasi, di mana kita tidak lagi mengenal batas wilayah, kita dapat mempelajari dan mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal tidak hanya di seluruh Indonesia tetapi juga di seluruh satu sisi ini dapat menggerus kearifan lokal yang kita miliki tapi disisi lain dapat memunculkan kearifan lokal baru. Artinya kita harus terbuka dengan informasi dari dunia luar tapi kita juga harus kuat dengan akar budaya bangsa Indonesia. Globalisasi dapat memberikan dampak positif yang menyebabkan munculnya kompetisi antar masyarakat untuk berbuat yang terbaik sehingga kita dapat menjadi manusia yang unggul, berkualitas, dinamis, aktif dan kreatif. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya .
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/224
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/153
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/70
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/497
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/13
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/137
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/264
  • 89bp0nrcg1.pages.dev/182
  • bagaimana kearifan lokal dapat mengatasi masalah sosial dalam masyarakat