Hasilpemeriksaan : fuel pump bekerja dengan baik ada tekanan pada selang dari fuel filter akibat bekerjanya fuel pump, yaitu ditandai dengan terdengar suara aliran bahan bakar pada selang. Selain itu pada waktu dipijit, selang terasa keras. 4.2. Pemeriksaan tekanan bahan bakar. Cara pemeriksaan 1. Melepas terminal kabel negatip - dari baterai. 2.
Advertisement Sensor pada mesin injeksi - Sistem efi atau electronic fuel injection apabila diterjemahkan akan berarti sistem pemasukan bahan bakar elektronik. Ingat, bukan bahan bakarnya yang bersifat elektronik tapi sistem pemasukannya bersifat elektronika. Bagaimana bisa ? Dulu pada sistem bahan bakar konvensional, karburator menjadi ujung tombak. Fungsinya untuk memasukan bensin ke aliran udara yang menuju intake dengan perbandingan yang pas. Kita mengenal AFR air fuel ratio, yang dijadikan acuan volume bahan bakar yang dimasukan ke mesin. Umumnya AFR dikatakan ideal pada angka 14 hingga 15 banding 1. AFR tersebut harus dijaga pada putaran mesin berbapapun, sehingga untuk membuatnya selalu ideal, karburator menggunakan prinsip kevakuman. Namun kevakuman ini dinilai kurang efektif dan menimbulkan efek pemborosan bahan bakar. Sehingga diremukanlah sistem pemasok tanpa melalui karburator atau yang biasa disebut sistem EFI. EFI tidak bekerja menggunakan prinsip kevakuman seperti karburator, namun menggunakan prinsip cairan bertekanan. Dalam hal ini, bensin yang memiliki tekanan tertentu akan keluar injected ketika ujung saluran terbuka. Injektor menjadi ujung saluran yang membuka dan menutup saluran bensin untuk mengatur pemasukan bensin. Selengkapnya bisa anda baca pada Cara kerja sistem EFI. Sensor Pada Mesin EFI Untuk pembahasan kali ini, akan kita ulas selengkapnya tentang sensor-sensor yang ada pada mesin EFI. Apa itu sensor ? Sensor adalah komponen pendeteksi suatu keadaan. Dalam sistem Elektronika, kita mengenal input-control-output. Output akan melakukan sebuah aksi berdasarkan perintah control. Sementara control memberi perintah berdasarkan acuan dari input. Dalam hal ini, input itu adalah sensor, lalu control sebagai ECU dan output adalah injector. Sensor apa saja yang ada pada mesin EFI ? 1. IAT Sensor Intake aie temperature sensor berfungsi mendeteksi suhu udara yang masuk ke intake manifold. Letak sensor ini ada pada box filter tepatnya setelah filter udara. IAT sensor bekerja menggunakan thermister dengan tipe NTC negative temperature coeficient dimana resistansi pada thermister akan semakin berkurang ketika suhu yang dideteksi semakin meningkat. Perubahan resistansi ini dimanfaatkan untuk mengirimkan tegangan balik dengan nilau yang memiliki arti. ECU akan menterjemahkan nilai tegangan ini sehingga tahu apakah udara yang masuk itu dingin atau panas. Kalau udara yang masuk dingin maka bensin yang dimasukan juga harus lebih banyak karena udara dingin memiliki masa lebih besar. Sementara kalau udara lebih panas, maka bensin yang dimasukan akan dikurangi. 2. MAF Sensor Air flow meter adalah sensor yang berfungsi mendeteksi masa udara berdasarkan alurannya. Sama seperti IAT sensor ini juga terletak setelah filter udara malah biasanya IAT dan MAF itu terletak menjadi satu. Cara kerja MAF adalah dengan memanfaatkan kawat panas, panas pada kawat dihasilkan oleh listrik yang mengalir. Ketika udara mengalir melewati sensor maka suhu kawat akan turun dan arus listrik yang digunakan untuk memanaskan kawat harus lebih besar. Semakin cepat aliran udara artinya semakin besar listrik yang diperlukan untuk memanaskan kawat. Besar kecil listrik ini digunakan untuk mendeteksi masa udara berdasarkan alirannya. 3. TP Sensor Throtle position sensor atau TPS berfungsi untuk mendeteksi sudut buka katup. Seperti yang kita ketahui, EFI tidak memiliki karburator tapi masih memiliki throtle body. Fungsi throtle body ini yakni untuk mengatur RPM mesin dengan memanfaatkan katup gas mirip pada katup gas sistem bahan bakar konvensional. TPS akan mendeteksi berapa derajat kemiringan katup gas untuk mengetahui tingkat kecepatan yang dimaksudkan pengemudi agar bisa menyuplai bensin dengan volume yang pas. Cara kerja TP sensor dengan memanfaatkan variabel resitor. Ada satu tuas yang terhubung ke poros katup gas. Sehingga ketika katup gas bergerak, tuas ini juga bergerak. Pergerakan tuas akan mempengaruhi nilai resistansi dari sensor tersebut. Ini mirip seperti sensor ketinggian bahan bakar didalam tanki. 4. MAP Sensor Manifold absolute pressure sensor merupakan sensor yang menghitung kevakuman didalam intake manifold setelah katup gas. Pada sistem karburator, kevakuman intake akan menunjukan load yang diterima mesin. Begitu juga pada sistem EFI, MAP dipakai untuk mengetahui load mesin. Cara kerjanya dengan memanfaatkan membran yang dapat bergerak sesuai kevakuman didalam intake. Pergerakan membran ini lalu akan mempengaruhi resistansi dari sensor MAP. 5. CKP & CMP Sensor Crankshaft position sensor adalah sensor yang mengukur kecepatan crankshaft. Fungsinya sebagai pengukur RPM mesin dan mengetahui posisi TOP masing-masing silinder. Sementara Camshaft position sensor adalah sensor yang mengukur putaran poros nok. Fungsinya untuk mengetahui posisi TOP silinder 1. Cara kerjanya dengan menggunakan pick up coil, dimana ada stator coil dan didekatnya terdapat rotor magnet. Namun jumlah gerigi pada CKP itu sesuai jumlah silinder. Dan peletakan gerigi itu pas dengan posisi TOP masing-masing silinder. Sensor ini akan menghasilkan sinyal PWM berbentuk gelombang sempurna yang akan digunakan ECU untuk menentukan timming pembukaan injector dan RPM mesin. 6. ECT Sensor Engine coolant temperature sensor berfungsi untuk mengukur suhu air pendingin didalam mesin. Hasil pengukuran ini akan mengetahui apakah mesin dalam keadaan dingin atau panas. Kalau dingin, maka sistem EFI akan mengaktifkan cold start injection hanya pada beberapa mobil. Cara kerjanya sama seperti sensor suhu udara yang menggunakan thermister tipe NTC. Umumnya, dalam satu mobil itu ada dua buah ECT sensor. ECT sensor 1 terletak sebelum radiator, fungsinya untuk mendeteksi suhu air pendingin yang keluar dari mesin. Sensor ini akan akurat dalam membaca suhu mesin. ECT sensor 2 terletak setelah radiator, fungsinya untuk mengukur air yang telah melewati radiator. Sensor ini akan memberikan feedback terkait kinerja radiator dalam mendinginkan air pendingin. 7. Oxygen Sensor Oxygen sensor berfungsi untuk mendeteksi kandungan oksigen pada gas buang. Melalui sensor ini ECU mengetahui bagaimana proses pembakaran mesin. Apakah berlangsung sempurna atau premature. Sensor oksigen bekerja dengan memanfaatkan bahan Zirconia yang dapat menghasilkan tegangan listrik apabila terkena molekul oksigen didalam gas buang. Jumlah oksigen yang terkandung nantinya bisa menjadi indikator apakah seluruh gas didalam ruang bakar terbakar dengan sempurna atau ada beberapa molekul gas yang tidak terbakar. 8. Fuel pressure sensor Fuel pressure sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan pada selang bahan bakar. Ini karena besar kecil tekanan bahan bakar juga bisa mempengaruhi volume bensin yang keluar dari injektor. Kalau tekanan bensin besar, maka saat injetor terbuka selama satu detik akan lebih banyak bensin yang keluar dibandingkan kalau tekanan bahan bakar rendah. Cara kerjanya dengan memanfaatkan sebuah katup yang bisa bergerak sesuai tekanan didalam saluran bahan bakar. Pergerakan katup tersebut akan mempengaruhi relay resistansi dari sensor. 9. APP sensor khusus DBW Acelerated Pedal Position sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur sudut pembukaan pedal gas. Sensor ini, akan mengetahui seberapa dalam pedal gas diinjak oleh pengemudi. APP sensor hanya disediakan pada mobil-mobil DBW drive by wire yang tidak memiliki sensor TPS. Drive by wire adalah skema pengaturan RPM mesin tanpa kawat gas. Jadi dari pedal gas menggerakan throtle body itu melalui sensor tanpa kawat gas. Cara kerjanya hampir sama seperti TPS sensor, dimana ada variabel resistor yang memiliki nilai resistansi sesuai pergerakan katup. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai macam macam sensor EFI. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Facebook Twitter Whatsapp
Langsungsaja saya jelaskan satu per satu dari pengertian di atas. Mengenal Teknologi VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI Fungsi dan cara kerja komponen injeksi Bahan bakar bensin elektronik Sistem EFI itu terdiri dari tiga system utama,yaitu system bahan bakar,system induksi udara,dan system control elektronik. maka pada sistem
– Tuntutan untuk mobil pembakaran dalam sangatlah tinggi terutama saat ini. Terlebih gelombang massa yang menuntut pengurangan gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan pemanasan global sedang tinggi-tingginya. Bahkan fenomena terakhir adalah gelombang massa yang dipimpin oleh seorang remaja bernama Greta Thunberg mencuri perhatian seluruh dunia. Kondisi tersebut membuat produsen mobil pembakaran dalam bersiaga untuk mengatasi hambatan produksi mereka. Pengembangan teknologi pun wajib dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan sistem EFI pada mobil. Sistem ini dipandu menggunakan banyak sensor di dalamnya untuk optimalisasi. Artikel kali ini kita akan melihat sensor mesin EFI sebagai bentuk upaya mengurangi masalah lingkungan yang sedang terjadi. Tantangan yang dimiliki oleh mobil pembakaran dalam sangatlah tinggi. Bukan hanya dari tuntutan masyarakat yang menggila’ untuk lingkungan, tetapi juga dari produsen mobil listrik seperti Tesla, Rivian, dan beberapa perusahaan startup mobil listrik. Oleh karena itu, keberadaan sensor demi menunjang masalah ini benar-benar diperlukan. Khusus untuk mobil Avanza, berikut adalah video tentang sensor-sensor yang ada padanya. Terdapat setidaknya 19 sensor yang terpasang pada sebuah mesin EFI. Berikut adalah sensor-sensor tersebut berserta fungsinya masing-masing. Sensor IAT Intake Air Temperatur Sensor pertama adalah sensor IAT atau Intake Air Temperatur. Apa fungsi sensor ini pada mesin EFI? Fungsinya adalah untuk mengukur temperatur udara yang akan masuk ke dalam saluran masuk atau intake manifold. Sensor ini terletak di dekat saringan udara mesin EFI. Sensor ini seringkali menimbulkan masalah pada mobil. Tetapi tanda kerusakan sensor IAT dapat diketahui lebih dini. Sehingga kita sebagai pemiliki mobil dengan mesin EFI dapat segera mengetahuinya dan melakukan tindakan untuk mengatasinya. Untuk itu mengetahui cara kerja sensor IAT juga bagian penting dari menelusuri masalah yang terjadi padanya. Sensor TPS Throttle Position Sensor Sensor berikutnya yang mendukung mesin EFI adalah sensor TPS atau throttle position sensor. Apa fungsi sensor TPS? Sensor TPS memiliki fungsi mengukur sudut pembukaan katup gas mobil. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh sensor TPS, data akan digunakan untuk menentukan jumlah bahan bakar yang harus diinjeksi ke dalam ruang bakar. Salah satu contoh penggunaannya adalah sensor TPS mobil Avanza. Dengan cara kerja sensor TPS yang cukup sederhana, tanda kerusakan sensor TPS pun dapat dikenali dengan mudah. Bahkan bukan hanya mengenali tanda kerusakannya, untuk yang penghobi’, Anda dapat memeriksa dengan menguji sensor TPS secara mandiri. Dengan mengujinya Anda tidak perlu khawatir lagi bahwa kerusakan mobil Anda berasal dari sensor ini atau bukan. Sensor MAF Mass Air Flow Berikutnya adalah sensor MAF atau mass air flow atau disebut juga air flow meter. Apa fungsi sensor ini? Fungsi sensor MAF adalah untuk menghitung massa udara yang akan masuk ke dalam saluran masuk atau intake manifold. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sensor MAF pada mobil mesin EFI, Anda dapat mempelajari cara kerja sensor MAF. Bukan hanya memahami cara kerjanya, Anda juga sangat mungkin memeriksa kondisi sensor MAF pada saat kecurigaan kerusakan ada pada sensor ini. Bahkan memberihkan sensor MAF pada mobil kesayangan Anda juga bukan suatu yang mustahil dilakukan. Sensor CKP Crankshaft Position Sensor Sensor pendukung mesin EFI berikutnya adalah sensor CKP atau crankshaft position sensor. Sensor CKP memiliki fungsi mengetahui putaran mesin atau RPM mesin. Sensor ini seringkali terletak di samping dinding blok cylinder. Melalui sensor ini, penentuan saat pengapian dilakukan. Seperti sensor lainnya cara kerja sensor CKP juga dapat dipelajari dengan mudah. Sementara itu, kondisi kerusakan akan sangat mungkin terjadi dan tanda kerusakan sensor CKP pun dapat dikenali dengan baik. Apabila sensor CKP pada mesin EFI mobil Anda rusak, Anda dapat memeriksa sensor CKP cukup dengan menggunakan multimeter atau AVO-meter saja. Sensor CMP Camshaft Position sensor Berikutnya adalah sensor CMP atau camshaft position sensor. Jika sensor CKP berada di blok silinder, maka sensor CMP terletak di kepala silinder cylinder head. Lalu apa fungsi dari sensor CMP? Sensor CMP berfungsi untuk mengetahui posisi piston mana yang dalam posisi “Top”. Posisi ini adalah posisi di mana piston berada pada akhir langkah kompresi atau sesaat sebelum melakukan langkah usaha. Lihat penjelasan kerja mesin 4-tak. Data yang diperoleh dari sensor ini digunakan untuk menentukan waktu pengapian berdasarkan urutan pengapian atau Sensor MAP Manifold Air Pressure Sensor pada mesin EFI selanjutnya adalah sensor MAP manifold air pressure. Sensor MAP memiliki fungsi mengukur tekanan udara di dalam saluran masuk dan buang intake dan exhaus manifold. Apa yang diharapkan dari sensor ini? Sensor ini akan mendapatkan data berupa kevakuman di dalam saluran masuk dan buang pada mobil. Pada prosesnya, sensor ini menggantikan vacum advencer pada mesin dengan sistem konvensional yakni yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan beban yang diderita mesin. Sensor ini sangat penting sehingga perlu kita mengetahui prinsip kerja sensor MAP. Dengan mengetahui cara kerja sensor MAP kita dapat memeriksa sensor MAP apabila mobil mengalami masalah berdasarkan tanda-tanda kerusakan sensor MAP yang dapat diketahui dengan mudah. Kerusakan sangat mungkin terjadi pada sensor MAP. Jika memang mengalami kerusakan, kita terlebih dahulu mencoba memperbaiki sensor MAP sebelum memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru. Sensor Tekanan Oli atau Oil Pressure Sensor Sensor berikutnya yang ada pada mesin dengan sistem EFI adalah sensor tekanan oli atau oil pressure sensor. Apa guna sensor tekanan oli? Sensor ini memiliki fungsi untuk mendeteksi tekanan oli yang bekerja di dalam mesin. Mobil-mobil lama untuk mengukur tekanan oli digunakanlah oil level switch. Piranti ini akan mendeteksi tekanan oli dan akan mematikan mesin saat jumlah oli tidak mencukupi untuk melakukan pelumasan. Sensor ini bekerja pada saat mesin beroperasi. Apabila tekanan oli di dalam mesin berkurang, maka sensor ini akan mengirimkan sinyal tanda peringatan ke pengemudi melalui indikator oli. Tetapi jika tekanan oli benar-benar mencapai batas yang tidak diizinkan dengan kata lain drop’ maka mesin akan secara otomatis berhenti berputar. Sensor Ketukan Knock Sensor Di dalam mesin EFI juga terdapat sensor ketukan atau knock sensor. Apa fungsi dari sensor ini? Sensor ketukan berfungsi mendeteksi ketikan yang terjadi pada mesin. Ketukan biasanya akan muncul dari fenomena pembakaran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna. Ketukan ini akan terasa hingga ke dinding silinder bahkan jika sangat parah maka dapat kita dengar juga. Sensor ketukan biasanya menggunakan piezoelectric untuk menangkap ketukan yang terjadi. Tegangan yang dikeluarkan oleh piezoelectric akan dikirim ke control module untuk memperbaiki pengapian yang terjadi. Secara lengkap dapat Anda baca di Cara kerja sensor Knock. Seperti halnya sensor-sensor yang lain, sensor ketukan juga dapat mengalami masalah hingga kerusakan. Tetapi, terdapat beberapa tanda kerusakan sensor ketukan. Ini dapat Anda jadikan panduan untuk tindakan selanjutnya apakah akan menggantinya atau tidak. Sensor Oksigen Sensor berikutnya adalah sensor oksigen. Seperti namanya jelas sensor ini berhubungan erat dengan oksigen. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi kandungan oksigen yang ada di dalam gas buang. Jumlah kandungan oksigen di dalam gas buang mengindikasikan apakah pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar sesuai atau tidak. Oleh karena itu, sensor ini akan sangat membantu menghasilkan pembakaran yang sempurna. Lebih lanjut silahkan baca Cara Kerja Sensor Oksigen. Dalam sebuah mobil dengan mesin EFI terdapat dua buah sensor oksigen. Meski demikian kerusakan sensor juga tidak dapat dihindari. Tetapi kita dapat mengenali tanda sensor oksigen rusak untuk selanjutnya mengambil tindakan apakah akan mengganti sensor tersebut atau tidak. Sensor Temperatur Bahan Bakar Fuel Temperature Sensor Sensor yang ada di mesin EFI selanjutnya adalah sensor temperatur bahan bakar atau dikenal dengan fuel temperatur sensor. Apa fungsi dari sensor temperatur bahan bakar? Sensor ini memiliki fungsi mendeteksi temperatur bahan bakar yang melewati jalur distribusi bahan bakar. Sensor ini biasanya hanya ada di mesin dengan bahan bakar diesel. Pada mesin diesel, temperatur bahan bakar sangat memengaruhi kinerja mesin. Sehingga pada mesin diesel, biasanya juga dilengkapi dengan sistem yang mampu mendinginkan bahan bakar. Sensor Tekanan Bahan Bakar atau Fuel line pressure sensor Sumber CarTreatments Sensor berikutnya adalah sensor tekanan bahan bakar atau disebut juga fuel line pressure sensor. Sensor ini berfungsi mendeteksi tekanan bahan bakar dalam sistem penyaluran bahan bakar. Sensor ini akan mengatur kerja pompa bahan bakar. Dengan adanya sensor ini diharapkan tekanan di dalam sistem bahan bakar tetap stabil dengan kata lain, tekanan tidak berlebih dan juga tidak drop’. Sensor Tekanan Refrigerant atau Refrigerant pressure sensor Sensor selanjutnya yang ada di mesin EFI adalah sensor tekanan refrigerant atau refrigerant pressure sensor. Untuk diketahui bahwa dalam sistem AC mobil, refigerant merupakan cairan yang digunakan untuk menyerap panas yang memanfaatkan kompresor AC sebagai komponen penting sistem AC. Sensor turbo boost Sensor berikutnya adalah sensor turbo boost. Tetapi keberadaan sensor ini tidak pada semua mobil dengan mesin EFI melainkan hanya pada mesin EFI yang disertai dengan turbo with variable nozzle. Lalu apa gunanya sensor turbo boost? Sensor ini memiliki fungsi untuk mendeteksi tekanan udara yang dikeluarkan oleh turbocharger. Tekanan yang dikeluarkan oleh turbocharger tidak boleh berkurang atau berlebih. Jika tekanan tidak standar tersebut muncul maka dapat mengakibatkan permasalahan pada performa mesin. Sensor ini mengatur tekanan intake manifold melalui boost pressure control atau VNT/VGT. Sensor Tekanan Rail Bahan Bakar Fuel Rail Pressure Sensor Sensor selanjutnya adalah sensor tekanan rail bahan bakar atau fuel rail pressure sensor. Sensor ini biasanya ada di mesin diesel dengan common rail. Sensor tekanan rail bahan bakar memiliki fungsi menentukan pompa tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi tekanan berlebih pada rail bahan bakar. Sensor ini sangat penting untuk performa dan ketahanan beberapa komponen mesin diesel. Tekanan berlebih pada bahan bakar akan mengakibatkan kelebihan bahan bakar yang disemprotkan dan pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain ini masalah kerusakan pada nozzle juga sangat mungkin akan terjadi lebih cepat dari normal. Sementara itu, tekanan yang terlalu lemah juga akan membuat kinerja mesin tidak optimal. Sensor Tekanan Tangki Bahan Bakar Sensor berikutnya masih berkaitan dengan bahan bakar yakni sensor tekanan tangki bahan bakar. Sensor ini terletak di dalam tangki bahan bakar. Keberadaan sensor ini adalah untuk mendeteksi tekanan bahan bakar yang ada di dalam tangki. Tekanan di dalam tangki bahan bakar terjadi karena adanya uap bahan bakar. Selain itu goncangan saat mobil sedang berjalan juga mengakibatkan tekanan yang lain. Uap yang dihasilkan dari bahan bakar ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister. Sensor Jumlah Bahan Bakar Fuel level sensor Sensor yang berhubungan dengan bahan bakar mesin EFI adalah sensor jumlah bahan bakar atau fuel level sensor. Seperti nama yang disandangnya, sensor ini berfungsi untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki bahan bakar. Data yang diperoleh dari sensor ini akan dikirim ke MID dengan fuel bar. Sensor WTS Water temperature Sensor Sensor berikutnya yang ada di mesin EFI adalah sensor WTS atau water temperatur sensor. Sensor ini sebenarnya memiliki nama lain yakni coolant temperatur sensor atau ECT. Sensor ini memiliki fungsi mendeteksi temperatur air pendingin. Temperatur air pendingin merepresentasikan temperatur mesin. Sensor WTS akan menjaga agar temperatur air pendingin tetap stabil sehingga mesin tidak mengalami overheat engine. Data dari sensor WTS digunakan untuk menghidupkan cooling fan yang selanjutnya akan mendinginkan air di dalam radiator. Dalam satu mesin EFI biasanya terdapat dua buah sensor WTS, satu di sebelum radiator untuk mendeteksi temperatur air pendingin dari mesin dan satu di setelah radiator untuk mengoreksi temperatur air pendingin dari radiator. Sensor Pedal Rem Brake Pedal Sensor Selanjutnya ada sensor pedal rem atau brake pedal sensor. Sensor ini mendeteksi kondisi pedal rem yakni apakah pedal rem berada poisis terinjak atau tidak. Sensor pedal rem akan memberikan manfaat lebih pada mobil-mobil matic. Bahkan beberapa mobil menggunakan sensor pedal rem untuk menentukan mobil dapat distarter atau tidak.
Padasistem EFI dengan mesin berbahan bakar bensin, pada umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold/manifold masuk sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka, yaitu pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar.
Tingkat keselamatan, kenyamanan, eknomis dan produk ramah lingkungan secara bertahap menjadi rasyarat mutlak bagi pengemudi dan masyarakat yang harus dipenuhi. Hal tersebut menjadi masalah sosial yang makin meningkat, termasuk tingginya tingkat polusi lingkungan, pemakaian konsumsi bahan bakar yang meningkat dan kecelakaan lalulintas yang diakibatkan 'oleh kendaraan. Tuntutan ini khususnya bagi para pelajar KK/TKR harus mengikuti perkembangan teknologi canggih yang menggunakan teknologi elektronik agar bisa memenuhi tuntutan service untuk kendaraan tesebut. Mesin kendaraan harus sudah bisa memenuhi kriteria sebagai berikut ;
Padasistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator. Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan
Advertisement Mobil saat ini, layak disebut sebagai benda elektronik. Pasalnya, ada banyak sekali komponen elektronika yang digunakan untuk mendukung kinerja mesin. Hasilnya memang cukup memuaskan. Bila dulu, mesin mobil identik dengan suara yang bising dan gas buang yang buruk. Saat ini, mesin mobil sudah 180 derajat berbeda. Mesin modern sudah mengusung gas buang ramah lingkungan dengan suara yang nyaris tak terdengar. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk menjadikan hal tersebut. Salah satu perubahan dalam dunia otomotif yaitu, masuknya komponen elektrikal. Sebenarnya, mesin dahulu juga sudah mengaplikasikan komponen elektronik. Namun masih sangat sederhana. Saat ini, komponen elektronik pada mobil bisa disamakan pada rangkaian elektronik pada komputer. Berbagai sensor telah diaplikasikan pada satu unit. Pada bagian mesin saja, terdapat sekitar puluhan sensor yang membuat kinerja mobil semakin sempurna. Apa saja sensor pada mesin itu? Simak 19 sensor pada mesin yang layak anda ketahui. 1. IAT Intake Air Temperature IAT adalah kependekan dari Intake Air Temperatur sensor ini berfungsi untuk mengukur suhu udara yang akan masuk kedalam intake manifold. Biasanya, sensor ini terletak berdekatan dengan filter udara. 2. MAF Manifold Air Pressure Sensor selanjutnya, adalah MAF sensor Mass Air Flow beberapa menyebutnya sebagai Air Flow meter. Sesuai namanya, sensor ini akan menghitung massa udara yang akan masuk kedalam intake melalui aliran udara tersebut. 3. TPS Throtle Position Sensor TPS Throtle position sensor adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. Fungsi sensor ini adalah untuk mengukur sudut buka katup gas. Nantinya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke mesin. Pada kendaraan yang mengusung DBW Drive by-wire juga menggunakan TPS untuk mengoreksi kinerja DBW 4. MAP Manifold Air Pressure MAP adalah singkatan dari Manifold Air Pressure. Ini adalah sensor yang digunakan untuk mengukur tekanan udara didalam intake manifold/kevakuman intake manifold. Sensor ini akan menggantikan vacum advancer pada pengapian konvensional yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan beban mesin. 5. CKPs Crankshaft Position sensor Crankshaft Position Sensor atau disingkat CKPs, adalah sensor yang berfungsi untuk mengetahui kecepatan mesin RPM. Sensor ini biasanya terletak dibagian blok mesin. CKPs memanfaatkan perpotongan ggm untuk mengetahui kecepatan mesin. Nantinya data dari CKPs akan digunakan untuk menentukan beberapa sistem seperti sistem pengapian dan sistem pengisian. 6. CMPs Camshaft Position sensor Sensor ini pada dasarnya sama dengan CKPs. Namun, Camshaft position sensor digunakan pada camshaft dan terletak di head cylinder. Fungsi utama sensor ini adalah untuk mengetahui posisi "top" pada salah satu silinder. Posisi "top" adalah kondisi dimana piston disalah satu silinder berada pada posisi akhir kompresi dan akan melakukan proses usaha. Biasanya, CMPs akan menentukan posisi "top" pada silinder satu. Nantinya data ini berguna untuk menentukan timing dasar sistem pengapian. 7. Knock Sensor Knock sensor adalah komponen mesin yang berfungsi mendeteksi ketukan knocking pada mesin. Ketukan atau knocking terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna, hasilnya akan menimbulkan suara ketukan di dinding silinder mesin. Knock sensor menggunakan bahan piezeo electric yang akan mengeluarkan tegangan saat mendeteksi getaran. Tegangan tersebut dikirimkan ke control module untuk memperbaiki pengapian. Sensor ini terletak di tengah blok mesin, beberapa mesin ada pula yang mengusung dua buah knock sensor. 9. Oil pressure sensor Oil pressure sensor akan mendeteksi tekanan oli didalam mesin, sebelumnya ada komponen bernama oil level switch yang akan mematikan mesin saat ketinggian oli berkurang. Namun komponen ini tidak bekerja efektif saat mesin bekerja. Oil pressure sensor bekerja saat mesin sedang menyala. Saat tekanan oli didalam mesin berkurang, sensor ini akan mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui indicator oli. Namun, Jika tekanan oli drop, secara otomatis mesin akan berhenti. 10. Oxygen sensor Sensor selanjutnya, sangat berguna untuk menentukan emisi yang dikeluarkan mesin. Pasalnya, oxygen sensor ini akan mendeteksi kadar oksigen didalam gas buang. Oksigen yang terkandung didalam gas buang mengindikasikan pembakaran yang kurang sesuai. Sehingga, informasi dari sensor ini sangat berguna untuk menentukan pengapian yang lebih sempurna. Biasanya dalam sebuah mesin terdapat dua buah sensor oksigen. Tujuannya, agar pembacaan lebih akurat. 11. WTS Water Temperature Sensor Water temperature sensor WTS atau Engine Coolant Temperature ECT adalah sensor yang berguna untuk mendeteksi suhu air pendingin. Suhu air pendingin mengimplementasikan suhu mesin. WTS akan menjaga suhu mesin tersebut agar tidak berlebihan melalui sistem pendingin. Sinyal dari WTS akan digunakan untuk menghidupkan cooling fan untuk mendinginkan radiator. Biasanya dalam sebuah mesin terdapat dua buah WTS. Pertama terletak sebelum radiator yang berfungsi mendeteksi suhu air pendingin dari mesin. Sensor kedua terletak setelah radiator berfungsi untuk mengoreksi pendinginan dari radiator. 12. Fuel level sensor Sensor ini terletak jauh dari mesin namun, secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Fuel level sensor akan mendeteksi jumlah bahan bakar didalam tanki bahan bakar. Sinyal dari sensor ini akan dikirimkan ke MID dengan fuel bar. 13. Fuel tank pressure sensor Fuel tank sensor juga terletak jauh dari mesin. Karena komponen ini terletak didalam fuel tank untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat mobil berjalan. Uap ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister. 14. Brake pedal sensor Sensor berikutnya juga secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Brake pedal sensor akan mendeteksi apakah pedal rem berada pada posisi terinjak atau tidak. Pada mobil-mobil matic, pedal rem akan menentukan saat starting. Saat pedal rem tidak terinjak, maka mobil tidak akan bisa strart. 15. Fuel rail pressure sensor Fuel rail pressure sensor adalah komponen sensor yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar pada fuel rail di mesin diesel. Sensor ini hanya terdapat pada mesin diesel yang mengusung sistem common rail. Fungsi utama sensor ini adalah untuk menentukan pompa tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi over pressure pada fuel rail. Jika tekanan fuel rail berlebihan, berakibat pada penyemprotan bahan bakar di injector juga berlebih yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan berpotensi merusak injector. Sehingga pada mesin diesel sensor ini terbilang penting. 16. Fuel temperature sensor Sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu pada bahan bakar yang melewati fuel line. Suhu ini nantinya akan mempengaruhi kinerja mesin khususnya mesin diesel. Oleh karena itu, beberapa mesin disesel memiliki pendingin bahan bakar. 17. Fuel line pressure sensor Fuel line pressure sensor adalah komponen yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar dalam sistem bahan bakar. Sensor ini bertujuan untuk mengatur kinerja fuel pump sehingga tekanan didalam sistem bahan bakar tidak drop dan tidak berlebih. 18. Refrigerant pressure sensor Refrigerant adalah cairan yang berfungsi untuk menyerap panas latent didalam sistem AC. Untuk membangkitkan tekanan refrigerant, digunakan komlressor AC yang digerakan oleh mesin. Tekanan refrigerant akan diukur oleh refrigerant pressure sensor. Tekanan ini akan mempengaruhi RPM mesin. Saat kompresor AC terhubung secara otomatis, RPM mesin akan meningkat untuk menerima beban kompresor, RPM kembali normal saat tekanan refrigerant mencapai maksimal. 19. Turbo Boost Sensor Sensor ini, hanya terdapat pada mesin yang memiliki turbo dengan variable noozle. Fungsi turbo boost sensor adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang disemburkan oleh turbocharger. Tekanan ini tidak boleh kurang dan lebih karena akan berakibat pada performa mesin. Sehingga sensor ini akan mengatur tekanan intake melalui boost pressure control yang lebih familiar dengan sebutan VNT atau VGT. Itulah beberapa sensor yang terdapat pada satu unit mesin. Sensor tersebut memiliki tugasnya masing-masing dan saling mempengaruhi. Sehingga saat salah satu sensor bermasalah, kinerja mesin juga ikut bermasalah. Semoga dapat menambah wawasan tentang dunia otomotif. Facebook Twitter Whatsapp
Padamesin kendaraan yang sudah menerapkan sistem electronic fuel injection (EFI), waktu pengapian sudah dikontrol secara otomatis menyesuaikan dengan kondisi mesin. Akan tetapi, bisa jadi waktu ini tidak tepat sehingga menimbulkan getaran atau knocking. Oleh sebab itu, dibutuhkan fungsi knock sensor untuk mendeteksi ketukan di mesin.
Aktuatorpada sistem EFI merupakan komponen yang berfungsi sebagai pengaktualisasi atau komponen yang dikontrol oleh ECU. Contohnya adalah injektor, ESA dan lain-lain. Jelaskan fungsi dari ECU pada sistem EFI ? Soal : Sebutkan macam-macam sensor yang ada pada mesin EFI ? Search for: Recent Posts. Variabel Penelitian: Pengertian, Jenis, dan
FungsiSensor-Sensor Pada Mesin EFI Dan Mengetahui Kerusakannya - lks otomotif Jenis dan Fungsi Sensor Cahaya - Panduan Teknisi Pengertian Proximity Sensor, jenis-jenis, Dan Prinsip Kerja Fungsi Dan Cara Kerja Crankshaft Position Sensor ( CKPS ) Serta Cara Memeriksanya - lks otomotif
fungsidan-cara-kerja-common rail. Eko Soeripno. Toyota, Vvt i Bayu Ariwibowo 1 of 27. 1 of 27. Dasar Kerja Sistem EFI Jan. 12, 2014 • 15 Sistem kontrol elektronik pada sistem EFI terdiri atas sensor-sensor, sebuah Engine Control Unit (ECU) atau Engine Control Modul (ECM), aktuator-aktuator, penyuplai tegangan (baterai), wire harness dan
Salahsatu komponen terpenting dalam sebuah kendaraan adalah tangki bahan bakar, Sebutkan Dan Jelaskan Komponen Yang Terdapat
. 89bp0nrcg1.pages.dev/32189bp0nrcg1.pages.dev/14989bp0nrcg1.pages.dev/43789bp0nrcg1.pages.dev/13589bp0nrcg1.pages.dev/27389bp0nrcg1.pages.dev/16889bp0nrcg1.pages.dev/9489bp0nrcg1.pages.dev/222
jelaskan fungsi sensor pada sistem efi